Tittle : Obligatie Part 8
Cast : Ify | Rio | Via | Alvin | Shilla | Gabriel | Agni | Cakka |
Genre : Romance, Friendship, Action, etc,-
Author : Yanti Lestari | @yanti_lestariA
“Diem atau gue cium lo,” Ancam Rio kemudian memasukkan Ify kedalam mobilnya.
“Kita mau kemana Kak?” Tanya Ify.
“Diem,” Perintah Rio mengancam.
Ify pun diam membisu. Tak berani mengeluarkan suara. ‘Daripada dicium Rio lebih baik jadi batu’ Batinnya.
30 menit perjalan akhirnya mereka telah sampai. Rio pun kembali menggendong Ify.
“Kak ngapain kita kesini? Tanya Ify heran.
“Lo minta gue nikahin kan?” Tanya Rio yang tetap menggendong Ify memasuki sebuah butik terkenal di Jakarta.
Seketika mata Ify melebar mendengar ucapan Rio. “Heh siapa yang minta lo nikahin gue. Gue gak pernah minta tauk,” Kata Ify sambil membrontak dalam gendongan Rio.
“Lo bisa diam gak sih,” Gertak Rio tajam tapi Ify tetap aja memberontak digendongan Rio.
CHUP
Rio mencium sekilas bibir Ify yang membuat Ify langsung diam mematung. Shock mungkin itu yang dirasakan Ify.
Rio pun memasuki butik tersebut kemudian mendudukkan (?) Ify disalah satu sofa yang ada diruangan itu. Tak lama kemudian muncul seorang wanita berumur sekitar 35 an sambil membawa empat gaun elegan berwarna putih.
“Siapa nama calon anda tuan?” Tanya wanita itu sopan.
“Ify,” Balas Rio singkat.
Wanita itu pun langsung memberikan gaun berwarna putih tanpa lengan yang dihiasi berbagai macam pernak pernik yang membuat gaun itu semakin ‘WOW’.
Rio pun menerima gaun itu, kemudian menyerahkannya kepada Ify. “Pake,” Perintah Rio. Ify pun langsung mengambil gaun itu dengan wajah menunduk kemudian memasuki ruang ganti yang tak jauh dari situ.
Didalam ruang ganti Ify memegang bibirnya tidak percaya. Yang dilakukan Rio tadi padanya membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Dan sekarang Rio ingin menikahinya. Wow sepertinya Ify sangat bahagia saat ini. Rasanya ia ingin berteriak sambil melompat lompat sperti orang gila di tengah tengah jalan. Entahlah kenapa ia kepikiran untuk melakukan itu. Apakah ia sudah gila? Ya, sepertinya ia sudah gila. Gila karena seorang Rio.
Diluar Rio merutuki kebodohannya tadi. Kenapa ia sampai kelepasan seperti itu? Aishh sepertinya pikiran dan hatinya berbeda jalan sekarang. Dan sekarang perasaan was was menghantui pikiran Rio. Ia takut Ify akan membencinya gara gara kelakuannya tadi. Lo bodoh Rio. rutuknya dalam hati.
Tiba tiba pintu masuk/keluar butik tersebut terbuka. Terlihat Shilla, Via, Agni, Cakka, Alvin dan Gabriel. Mereka kemudian duduk disofa tempat dimana Rio duduk. Bingung. Itu yang pertama kali merasuki pikiran mereka yang melihat Rio seperti orang frustasi.
Wanita tadi pun muncul sambil membawa 3 gaun ditangannya. Setelah menanyai nama ketiga gadis itu, wanita tersebut pun langsung menyerahkan gaun mereka masing masing. Via, Shilla dan Agni pun kemudian memasuki ruang ganti.
“Lo kenapa Yo?” Tanya Cakka sambil menatap Rio dengan bingung.
“Gpp,” Jawab Rio singkat kemudian mengacak ngacak rambutnya.
“Lo gugup atau lo takut?” Tanya Gabriel
“Gue takut,” Jawab Rio lirih.
“Lo takut nikah?” Tanya Cakka. Rio pun menggelang. “Terus?”
“Gue takut Ify benci sama gue.”
“Benci? Kenapa? Ia nolak nikah sama lo?” Tanya Alvin.
“Iya. Tapi penyebab utamanya karena tadi gue nyium Ify.” Kata Rio lirih pada akhir kalimat.
“Cium pipi kan? Gak masalah,” Kata Alvin enteng.
“Bukan pipi. Tapi....”
“Gila lo Yo. Lo nyium bibir?” Tanya Gabriel shock. Rio pun Cuma mengangguk kecil.
“Gue juga gak tau kenapa gue sampai kelepasan ngelakuin itu,” Kata Rio lirih.
“Lo gak nafsuan kan Yo?” Tanya Gabriel hati hati.
“Enggak lah. Kalau gue nafsuan gak mungkin tuh gue tolak cewek cewek cantik yang deketin gue,” Kata Rio keki. Ia kesal kalau dikatain nafsuan.
“Berarti lo udah jatuh cinta sama Ify,” Kata Cakka tersenyum menggoda.
“Gue juga udah sadar kali Kka,” Jawab Rio.
“Kalau lo nyium Ify berarti wajar karena hati lo yang minta atau Mungkin juga karena lo kangen sama Ify,” Kata Cakka bijaksana.
“Hmm bisa jadi tuh Yo. Kayak gue tadi kelepasan nyium pipi Via,” Kata Alvin.
“Lo mending reaksi Via biasa aja. Lah reaksi Ify kayak sedih gitu. Gue kan jadi takut kalau Ify itu....”
“Sebaiknya lo tanya langsung aja perasaannya Ify sama lo. Lo jangan paksa dia buat nikah sama lo,” Kata Gabriel menasehati.
“Dia nolak nikah sama gue kok Gab,” Jawab Rio.
“Tau darimana lo?” Tanya Cakka.
“Dia tadi berontak di gendongan pas gue ajakin masuk kesini. Nah pas berontak tadi gue nyium Ify,” Jawab Rio sendu. “Apa gue harus lepasin Ify?”
“Gue yakin Ify juga punya perasaan lebih sama lo,” Kata Cakka yakin.
“Gak usah hibur gue Kka kalau pada akhirnya nyakitin,” Kata Rio.
“Gue gak ngehibur lo Yo. Mungkin aja waktu berontak Ifynya minta berhenti dan minta kejelasan sama lo terlebih dahulu. Terus pas Ify nunduk mungkin itu bukan dari bentuk kesedihannya tapi, dia nyembunyiin kesaltingannya. Coba deh lo fikir kalau ada cowok yang cium cewek tanpa perasaan sedikitpun pasti tu cewek langsung nampar tu cowok. Sama juga kayak lo nyium Ify. Kalau Ify gak suka sama lo seharusnya lo tadi udah ditampar dan mungkin babak belur. Lo sendiri kan taukan kalau Ify bisa bela diri.”
“Hmm, pemikiran yang logis tuh,” Kata Gabriel.
“Gimana Yo, lo ngertikan maksud gue,” Kata Cakka. Rio pun mengangguk kemudian tersenyum kearah Cakka.
“Thanks Sob,” Kata Rio.
“Yaudah ayo kita ganti sekarang,” Ajak Gabriel.
***
Acara pernikahan sederhana mereka telah selesai. Acara itu hanya dihadiri oleh saudara saudara besar mereka dan dirahasiakan sementara dari publik.
Saat ini mereka tengah berada dirumah Ify. Mereka memang akan tinggal dirumah Ify bersama sama untuk sementara waktu. Alasnnya ya mereka gak bisa pisah satu sama lain. Apalagi yang ladys.
“Ngantuk,” Kata Shilla dan langsung berbaring di tempat tidur khusus untuknya saat bermalam dirumah Ify.
Gabriel pun yang melihat itupun tidur disamping Shilla kemudian memeluknya. Shilla yang merasakan ada yang memeluknya pun membuka matanya dan menolehkan wajahnya.
“Loh Kak Gabriel ngapain meluk gue?” Tanya Shilla sambil melepas pelukan Gabriel tapi, kenyataannya hanya sia sia karena Gabriel memeluknya semakin erat.
“Kenapa? Gue kan suami lo. Berarti ini hak gue,” Kata Gabriel sambil memejamkan matanya.
“Tapi Kak—“
“Udah ya sayang. Aku ngantuk,” Potong Gabriel cepat dan mau tak mau Shilla diam sambil memanyunkan bibirnya.
Ify dan Via yang sudah menyusun rencana pun langsung tidur berdua diranjang Ify. Mereka sengaja. Mereka belum siap.
“Via balik,” Perintah Alvin dingin dan ternyata Alvin sudah tiduran dikasur Via.
“Gak mau Kak. Gue mau tidur bareng Ify,” Tolak Via yang membuat Alvin lagsung membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya.
Alvin langsung menghampiri Via dan langsung menggendongnya dan membawanya kekasurnya.
“Kak Al—“
“Diam atau malam ini menjadi malam pertama kita,” Ancam Alvin.
Seketika mata Via membulat mendengar ucapan Alvin. Bukannya Alvin dan juga sahabatnya itu berjanji gak akan macam macam sebelum lulus kuliah. Nah ini? }_{ . Alvin pun langsung membaringkan Via kemudian memeluknya dengan posesif.
“Yahh,” Ify menghembuskan nafasnya, kemudian menatap Rio yang tengah terduduk diseberangnya dan memainkan hp. Ify kemudian mengalihkan pandangannya kearah Agni yang ternyata sudah tertidur bersama Cakka disampingnya. Ify pun mengambil headsetnya lalu memasangnya ditelinganya dan menutup matanya. Tak lama kemudian, Ify merasakan tangan yang melepas headset yang bertengger ditelinganya.
“Gak baik tidur sambil headsetan,” Bisik Rio ditelinga Ify.
“Selamat malam sayang. Have nice dream,” bisik Rio (lagi) lalu mengecup kening Ify lama. Rio tersenyum melihat semburat merah jambu yang muncul di pipi Ify. Ia tau kalau Ify belum tidur.
***
“Kak bangun udah pagi,” Kata Shilla sambil menggoyang goyangkan badan Gabriel yang ditutupi oleh selimut tebal.
“Aishh gue masih ngantuk.”
“Lo gak kuliah kak?”
“Gak. Gue masuk siang.”
“Tapi, lo harus bangun. Anterin gue sekolah yah,” Shilla membuka selimut yang menutupi tubuh gabriel tapi, kemudian Gabriel menariknya lagi.
“Kak—“
“Lo kan udah gedekan. Ngapian pake diantar segala.”
“Yaudah kalau lo gak mau,” Shilla memanyunkan bibirnya. Tapi, itu semua tidak berlangsung lama. Tiba tiba Shilla tersenyum sinis sambil menatap Ify, Via dan Agni seolah olah mereka saling berbicara lewat mata. “Hmm terus kita berangkat sama siapa?”
“Fy, dekat sini ada anak yang sekolah di VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL juga gak sih?” Tanya Agni.
“Gak ada Ag. Tapi, biasanya Riko lewat jalan sini sih,” Jawab Ify.
“Riko? Riko Sanjaya. Riko Sanjaya yang suka sama Shilla itu?” Tanya Agni. Ify pun mengangguk. “Ngapain? Terus lo kok tau?”
“Kan dia punya teman didaerah sekitar sini. Gue tau karena sering ketemu di perempatan didekat minimarket,” Jawab Ify sambil tersenyum geli kearah Shilla yang tengah mengumpat.
“Bareng boleh kali ya,” Kata Via.
“Mungkin boleh.”
“Tapi, kan tu anak bawa motor. Gak mungkin kan kita berempat gandengan dengan Riko,” Kata Shilla sambil memakai sepatunya.
“Tenang aja. Riko kan punya banyak teman. Pasti temannya mau lah.”
“Kau fikir aku percaya dengan kata katamu sayang,” Nyanyi Rio.
“Yaudah lo bertiga tunggu disini.” Kata Ify lalu berjalan kearah balkonnya.
“Mau kemana lo Fy?” Tanya Via.
“Lihat aja nanti,” Kata Ify tanpa menghentikan langkahnya.
“VANOOOOOOO” teriak Ify.
“Lo ngapain Fy teriak teriak gak jelas gitu sih?” Tanya Shilla yang sudah berdiri diambang pintu antara balkon dan kamar Ify bersama Via dan Agni.
“Katanya mau nebeng sama Riko. Nah salah satu teman Riko itu tetangga gue.”
“Apaan sih Py?” Keluarlah lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih. Tak lupa pula rambutnya ala ala boy band korea menambah kadar kegantengan diwajahnya.
“Sehun,” lirih Via terpesona.
“Gans banget,” kompak Shilla dan Agni.
“F Van bukan P. Ulang,” perintah Ify.
Terlihat Vano menghembuskan nafasnya kesal. “Ada apa Ify cantik.”
“Nah gitu dong. Hm gue boleh nebeng lo gak?”
“Nebeng? Kesekolah?.”
“Iya. Boleh nggak?”
“Boleh kok.”
“Huwaa thanks Vano. Tapi, gue nebeng bareng ketiga temen gue,” kata Ify sambil menatap sekilas Via, Shilla dan Agni yang tengah saling balas senyum dengan Vano.
“Yah, tapi gue bawa motor hari ini.”
“Hmm kira kira ada gak teman lo yang mau nebengin ketiga teman gue ini.”
“Ohh kalau soal itu mah gampang. Nanti gue telpon teman gue buat mampir kesini,” kata Vano sambil tersenyum. “Oh ya kayaknya gue tau deh sama teman lo yang itu.”
“Shilla? Yaiyalah lo tau. Shilla kan cewek yang disuka sama Riko.”
“Oh pantesan kayak familiar gitu sama wajahnya. Yaudah siap siap gih, gue mau sarapan dulu.”
“Oke.”
Ify, Via, Shilla dan Agni pun berjalan memasuki kamar. Tapi, tiba tiba mereka membeku menemukan The Hits Boys yang menatap mereka secara tajam dengan pakaian yang sudah rapi.
“Gue antar lo kesekolah,” kata Gabriel lalu berdiri mengambil kunci motornya.
“Gak usah kak. Kita udah nebeng sama temannya Ify,” kata Shilla ragu.
“Apa? jadi, lo lebih mau dianter kesekolah sama orang lain daripada sama gue.”
“Bukan gitu kak. Tapi, kan kakak masih ngantuk. Gue gak mau ganggu tidur kakak.”
“Terus lo pikir gue lebih milih tidur saat lo goncengan (?) sama cowok lain gitu. Lo berempat itu childish tau gak. Hal gini aja lo udah cari cowok lain apalagi kalau hal yang lebih dari ini.”
Hening. Tidak ada yang membuka suara lagi. Mereka sedang terhanyut kedalampikiran mereka masing masing. SISA mencoba untuk menahan tangisnya. Mereka tidak mau menangis didepan cowok keren ini. Bisa bisa mereka diledekin habis habisan yang pada akhirnya nyut dihati.
“Ayo kita antar lo kesekolah,” ucap Rio membuka suara.
“Gak usah Kak. Kita berangkat sendiri aja,” jawab Ify.
“Bagus kalau gitu. Tapi, awas kalau lo sampai nebeng sama cowok lain,” ancam Alvin dingin.
“Iya kak,” kompak SISA.
SISA berjalan keluar rumah tanpa melakukan kewajiban mereka. Jadi, mau tidak mau SISA harus melepas kalung mereka dan menambah sakit di fisik maupun dibatin mereka. Selanjutnya mereka menyetop taksi yang baru saja lewat. Sebelumnya Ify sudah meng sms Vano kalau ia tidak jadi nebeng dengannya.
***
lanjut?
maaf cerbung Obligatie baru muncul...
InsyaAllah cerbung yang lain bakal menyusul dilain hari...
:-D


Cast : Ify | Rio | Via | Alvin | Shilla | Gabriel | Agni | Cakka |
Genre : Romance, Friendship, Action, etc,-
Author : Yanti Lestari | @yanti_lestariA
“Diem atau gue cium lo,” Ancam Rio kemudian memasukkan Ify kedalam mobilnya.
“Kita mau kemana Kak?” Tanya Ify.
“Diem,” Perintah Rio mengancam.
Ify pun diam membisu. Tak berani mengeluarkan suara. ‘Daripada dicium Rio lebih baik jadi batu’ Batinnya.
30 menit perjalan akhirnya mereka telah sampai. Rio pun kembali menggendong Ify.
“Kak ngapain kita kesini? Tanya Ify heran.
“Lo minta gue nikahin kan?” Tanya Rio yang tetap menggendong Ify memasuki sebuah butik terkenal di Jakarta.
Seketika mata Ify melebar mendengar ucapan Rio. “Heh siapa yang minta lo nikahin gue. Gue gak pernah minta tauk,” Kata Ify sambil membrontak dalam gendongan Rio.
“Lo bisa diam gak sih,” Gertak Rio tajam tapi Ify tetap aja memberontak digendongan Rio.
CHUP
Rio mencium sekilas bibir Ify yang membuat Ify langsung diam mematung. Shock mungkin itu yang dirasakan Ify.
Rio pun memasuki butik tersebut kemudian mendudukkan (?) Ify disalah satu sofa yang ada diruangan itu. Tak lama kemudian muncul seorang wanita berumur sekitar 35 an sambil membawa empat gaun elegan berwarna putih.
“Siapa nama calon anda tuan?” Tanya wanita itu sopan.
“Ify,” Balas Rio singkat.
Wanita itu pun langsung memberikan gaun berwarna putih tanpa lengan yang dihiasi berbagai macam pernak pernik yang membuat gaun itu semakin ‘WOW’.
Rio pun menerima gaun itu, kemudian menyerahkannya kepada Ify. “Pake,” Perintah Rio. Ify pun langsung mengambil gaun itu dengan wajah menunduk kemudian memasuki ruang ganti yang tak jauh dari situ.
Didalam ruang ganti Ify memegang bibirnya tidak percaya. Yang dilakukan Rio tadi padanya membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Dan sekarang Rio ingin menikahinya. Wow sepertinya Ify sangat bahagia saat ini. Rasanya ia ingin berteriak sambil melompat lompat sperti orang gila di tengah tengah jalan. Entahlah kenapa ia kepikiran untuk melakukan itu. Apakah ia sudah gila? Ya, sepertinya ia sudah gila. Gila karena seorang Rio.
Diluar Rio merutuki kebodohannya tadi. Kenapa ia sampai kelepasan seperti itu? Aishh sepertinya pikiran dan hatinya berbeda jalan sekarang. Dan sekarang perasaan was was menghantui pikiran Rio. Ia takut Ify akan membencinya gara gara kelakuannya tadi. Lo bodoh Rio. rutuknya dalam hati.
Tiba tiba pintu masuk/keluar butik tersebut terbuka. Terlihat Shilla, Via, Agni, Cakka, Alvin dan Gabriel. Mereka kemudian duduk disofa tempat dimana Rio duduk. Bingung. Itu yang pertama kali merasuki pikiran mereka yang melihat Rio seperti orang frustasi.
Wanita tadi pun muncul sambil membawa 3 gaun ditangannya. Setelah menanyai nama ketiga gadis itu, wanita tersebut pun langsung menyerahkan gaun mereka masing masing. Via, Shilla dan Agni pun kemudian memasuki ruang ganti.
“Lo kenapa Yo?” Tanya Cakka sambil menatap Rio dengan bingung.
“Gpp,” Jawab Rio singkat kemudian mengacak ngacak rambutnya.
“Lo gugup atau lo takut?” Tanya Gabriel
“Gue takut,” Jawab Rio lirih.
“Lo takut nikah?” Tanya Cakka. Rio pun menggelang. “Terus?”
“Gue takut Ify benci sama gue.”
“Benci? Kenapa? Ia nolak nikah sama lo?” Tanya Alvin.
“Iya. Tapi penyebab utamanya karena tadi gue nyium Ify.” Kata Rio lirih pada akhir kalimat.
“Cium pipi kan? Gak masalah,” Kata Alvin enteng.
“Bukan pipi. Tapi....”
“Gila lo Yo. Lo nyium bibir?” Tanya Gabriel shock. Rio pun Cuma mengangguk kecil.
“Gue juga gak tau kenapa gue sampai kelepasan ngelakuin itu,” Kata Rio lirih.
“Lo gak nafsuan kan Yo?” Tanya Gabriel hati hati.
“Enggak lah. Kalau gue nafsuan gak mungkin tuh gue tolak cewek cewek cantik yang deketin gue,” Kata Rio keki. Ia kesal kalau dikatain nafsuan.
“Berarti lo udah jatuh cinta sama Ify,” Kata Cakka tersenyum menggoda.
“Gue juga udah sadar kali Kka,” Jawab Rio.
“Kalau lo nyium Ify berarti wajar karena hati lo yang minta atau Mungkin juga karena lo kangen sama Ify,” Kata Cakka bijaksana.
“Hmm bisa jadi tuh Yo. Kayak gue tadi kelepasan nyium pipi Via,” Kata Alvin.
“Lo mending reaksi Via biasa aja. Lah reaksi Ify kayak sedih gitu. Gue kan jadi takut kalau Ify itu....”
“Sebaiknya lo tanya langsung aja perasaannya Ify sama lo. Lo jangan paksa dia buat nikah sama lo,” Kata Gabriel menasehati.
“Dia nolak nikah sama gue kok Gab,” Jawab Rio.
“Tau darimana lo?” Tanya Cakka.
“Dia tadi berontak di gendongan pas gue ajakin masuk kesini. Nah pas berontak tadi gue nyium Ify,” Jawab Rio sendu. “Apa gue harus lepasin Ify?”
“Gue yakin Ify juga punya perasaan lebih sama lo,” Kata Cakka yakin.
“Gak usah hibur gue Kka kalau pada akhirnya nyakitin,” Kata Rio.
“Gue gak ngehibur lo Yo. Mungkin aja waktu berontak Ifynya minta berhenti dan minta kejelasan sama lo terlebih dahulu. Terus pas Ify nunduk mungkin itu bukan dari bentuk kesedihannya tapi, dia nyembunyiin kesaltingannya. Coba deh lo fikir kalau ada cowok yang cium cewek tanpa perasaan sedikitpun pasti tu cewek langsung nampar tu cowok. Sama juga kayak lo nyium Ify. Kalau Ify gak suka sama lo seharusnya lo tadi udah ditampar dan mungkin babak belur. Lo sendiri kan taukan kalau Ify bisa bela diri.”
“Hmm, pemikiran yang logis tuh,” Kata Gabriel.
“Gimana Yo, lo ngertikan maksud gue,” Kata Cakka. Rio pun mengangguk kemudian tersenyum kearah Cakka.
“Thanks Sob,” Kata Rio.
“Yaudah ayo kita ganti sekarang,” Ajak Gabriel.
***
Acara pernikahan sederhana mereka telah selesai. Acara itu hanya dihadiri oleh saudara saudara besar mereka dan dirahasiakan sementara dari publik.
Saat ini mereka tengah berada dirumah Ify. Mereka memang akan tinggal dirumah Ify bersama sama untuk sementara waktu. Alasnnya ya mereka gak bisa pisah satu sama lain. Apalagi yang ladys.
“Ngantuk,” Kata Shilla dan langsung berbaring di tempat tidur khusus untuknya saat bermalam dirumah Ify.
Gabriel pun yang melihat itupun tidur disamping Shilla kemudian memeluknya. Shilla yang merasakan ada yang memeluknya pun membuka matanya dan menolehkan wajahnya.
“Loh Kak Gabriel ngapain meluk gue?” Tanya Shilla sambil melepas pelukan Gabriel tapi, kenyataannya hanya sia sia karena Gabriel memeluknya semakin erat.
“Kenapa? Gue kan suami lo. Berarti ini hak gue,” Kata Gabriel sambil memejamkan matanya.
“Tapi Kak—“
“Udah ya sayang. Aku ngantuk,” Potong Gabriel cepat dan mau tak mau Shilla diam sambil memanyunkan bibirnya.
Ify dan Via yang sudah menyusun rencana pun langsung tidur berdua diranjang Ify. Mereka sengaja. Mereka belum siap.
“Via balik,” Perintah Alvin dingin dan ternyata Alvin sudah tiduran dikasur Via.
“Gak mau Kak. Gue mau tidur bareng Ify,” Tolak Via yang membuat Alvin lagsung membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya.
Alvin langsung menghampiri Via dan langsung menggendongnya dan membawanya kekasurnya.
“Kak Al—“
“Diam atau malam ini menjadi malam pertama kita,” Ancam Alvin.
Seketika mata Via membulat mendengar ucapan Alvin. Bukannya Alvin dan juga sahabatnya itu berjanji gak akan macam macam sebelum lulus kuliah. Nah ini? }_{ . Alvin pun langsung membaringkan Via kemudian memeluknya dengan posesif.
“Yahh,” Ify menghembuskan nafasnya, kemudian menatap Rio yang tengah terduduk diseberangnya dan memainkan hp. Ify kemudian mengalihkan pandangannya kearah Agni yang ternyata sudah tertidur bersama Cakka disampingnya. Ify pun mengambil headsetnya lalu memasangnya ditelinganya dan menutup matanya. Tak lama kemudian, Ify merasakan tangan yang melepas headset yang bertengger ditelinganya.
“Gak baik tidur sambil headsetan,” Bisik Rio ditelinga Ify.
“Selamat malam sayang. Have nice dream,” bisik Rio (lagi) lalu mengecup kening Ify lama. Rio tersenyum melihat semburat merah jambu yang muncul di pipi Ify. Ia tau kalau Ify belum tidur.
***
“Kak bangun udah pagi,” Kata Shilla sambil menggoyang goyangkan badan Gabriel yang ditutupi oleh selimut tebal.
“Aishh gue masih ngantuk.”
“Lo gak kuliah kak?”
“Gak. Gue masuk siang.”
“Tapi, lo harus bangun. Anterin gue sekolah yah,” Shilla membuka selimut yang menutupi tubuh gabriel tapi, kemudian Gabriel menariknya lagi.
“Kak—“
“Lo kan udah gedekan. Ngapian pake diantar segala.”
“Yaudah kalau lo gak mau,” Shilla memanyunkan bibirnya. Tapi, itu semua tidak berlangsung lama. Tiba tiba Shilla tersenyum sinis sambil menatap Ify, Via dan Agni seolah olah mereka saling berbicara lewat mata. “Hmm terus kita berangkat sama siapa?”
“Fy, dekat sini ada anak yang sekolah di VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL juga gak sih?” Tanya Agni.
“Gak ada Ag. Tapi, biasanya Riko lewat jalan sini sih,” Jawab Ify.
“Riko? Riko Sanjaya. Riko Sanjaya yang suka sama Shilla itu?” Tanya Agni. Ify pun mengangguk. “Ngapain? Terus lo kok tau?”
“Kan dia punya teman didaerah sekitar sini. Gue tau karena sering ketemu di perempatan didekat minimarket,” Jawab Ify sambil tersenyum geli kearah Shilla yang tengah mengumpat.
“Bareng boleh kali ya,” Kata Via.
“Mungkin boleh.”
“Tapi, kan tu anak bawa motor. Gak mungkin kan kita berempat gandengan dengan Riko,” Kata Shilla sambil memakai sepatunya.
“Tenang aja. Riko kan punya banyak teman. Pasti temannya mau lah.”
“Kau fikir aku percaya dengan kata katamu sayang,” Nyanyi Rio.
“Yaudah lo bertiga tunggu disini.” Kata Ify lalu berjalan kearah balkonnya.
“Mau kemana lo Fy?” Tanya Via.
“Lihat aja nanti,” Kata Ify tanpa menghentikan langkahnya.
“VANOOOOOOO” teriak Ify.
“Lo ngapain Fy teriak teriak gak jelas gitu sih?” Tanya Shilla yang sudah berdiri diambang pintu antara balkon dan kamar Ify bersama Via dan Agni.
“Katanya mau nebeng sama Riko. Nah salah satu teman Riko itu tetangga gue.”
“Apaan sih Py?” Keluarlah lelaki bertubuh tinggi dan berkulit putih. Tak lupa pula rambutnya ala ala boy band korea menambah kadar kegantengan diwajahnya.
“Sehun,” lirih Via terpesona.
“Gans banget,” kompak Shilla dan Agni.
“F Van bukan P. Ulang,” perintah Ify.
Terlihat Vano menghembuskan nafasnya kesal. “Ada apa Ify cantik.”
“Nah gitu dong. Hm gue boleh nebeng lo gak?”
“Nebeng? Kesekolah?.”
“Iya. Boleh nggak?”
“Boleh kok.”
“Huwaa thanks Vano. Tapi, gue nebeng bareng ketiga temen gue,” kata Ify sambil menatap sekilas Via, Shilla dan Agni yang tengah saling balas senyum dengan Vano.
“Yah, tapi gue bawa motor hari ini.”
“Hmm kira kira ada gak teman lo yang mau nebengin ketiga teman gue ini.”
“Ohh kalau soal itu mah gampang. Nanti gue telpon teman gue buat mampir kesini,” kata Vano sambil tersenyum. “Oh ya kayaknya gue tau deh sama teman lo yang itu.”
“Shilla? Yaiyalah lo tau. Shilla kan cewek yang disuka sama Riko.”
“Oh pantesan kayak familiar gitu sama wajahnya. Yaudah siap siap gih, gue mau sarapan dulu.”
“Oke.”
Ify, Via, Shilla dan Agni pun berjalan memasuki kamar. Tapi, tiba tiba mereka membeku menemukan The Hits Boys yang menatap mereka secara tajam dengan pakaian yang sudah rapi.
“Gue antar lo kesekolah,” kata Gabriel lalu berdiri mengambil kunci motornya.
“Gak usah kak. Kita udah nebeng sama temannya Ify,” kata Shilla ragu.
“Apa? jadi, lo lebih mau dianter kesekolah sama orang lain daripada sama gue.”
“Bukan gitu kak. Tapi, kan kakak masih ngantuk. Gue gak mau ganggu tidur kakak.”
“Terus lo pikir gue lebih milih tidur saat lo goncengan (?) sama cowok lain gitu. Lo berempat itu childish tau gak. Hal gini aja lo udah cari cowok lain apalagi kalau hal yang lebih dari ini.”
Hening. Tidak ada yang membuka suara lagi. Mereka sedang terhanyut kedalampikiran mereka masing masing. SISA mencoba untuk menahan tangisnya. Mereka tidak mau menangis didepan cowok keren ini. Bisa bisa mereka diledekin habis habisan yang pada akhirnya nyut dihati.
“Ayo kita antar lo kesekolah,” ucap Rio membuka suara.
“Gak usah Kak. Kita berangkat sendiri aja,” jawab Ify.
“Bagus kalau gitu. Tapi, awas kalau lo sampai nebeng sama cowok lain,” ancam Alvin dingin.
“Iya kak,” kompak SISA.
SISA berjalan keluar rumah tanpa melakukan kewajiban mereka. Jadi, mau tidak mau SISA harus melepas kalung mereka dan menambah sakit di fisik maupun dibatin mereka. Selanjutnya mereka menyetop taksi yang baru saja lewat. Sebelumnya Ify sudah meng sms Vano kalau ia tidak jadi nebeng dengannya.
***
lanjut?
maaf cerbung Obligatie baru muncul...
InsyaAllah cerbung yang lain bakal menyusul dilain hari...
:-D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar