Selasa, 08 Maret 2016

Obligatie Part 3

Empat hari setelah kejadian itu Ify, Via, Shilla dan Agni tidak pernah bertemu dengan The Hits Boys. Ya, mereka memang berharap tidak akan lagi bertemu dengan The Hits Boys. Apalagi Ify, dia sangat bersyukur kalau tidak bertemu dengan The Hits Boys, terutama Rio. Dia tidak mau berpelukan dengan Rio. Menurut feelingnya dia akan mendapat masalah besar bila selalu berdekatan dengan Rio.
Ify, Via, Shilla dan Agni sedang duduk digazebo sekolah menunggu hujan reda. Sejak pagi hujan mengguyur kota Jakarta.
“Huft, kapan sih hujannya berhenti,” Kata Via dan menatap sepatunya yang sudah lembab terkena percikan air hujan.
“Iya nih. Udah sore lagi,” Tambah Shilla.
“Semoga hujannya berhenti,” Kata Ify. Dan seketika hujan pun berhenti.
“Hah. Kok bisa hujannya berhenti,” Heran Agni.
“Yaiyalah,” Kata Rio yang ternyata berdiri disamping mereka bersama para personil The Hits Boys.
“Ngapain kalian disini?” Tanya Via.
“Mau jemput kalian,”Kata Alvin.
“Uncle Albert yang menyuruh kami untuk menjemput kalian. Beliau ingin berbicara dengan kita,” Jelas Gabriel.
“Yaudah, biar gue telpon sopir gue,” Kata Agni yang hendak menelpon sopirnya.
“Gak usah. Bareng kita saja. Kita bawa motor,” Kata Cakka.
“Ogah gue. Gue gak mau nasib gue seperti Ify,” Kata Shilla, pasalnya kalau mereka berboncengan dengan motor pasti mereka bersentuhan.
“Iya gue juga gak mau. Lagian gue gak kuat kena dingin,” Kata Via.
“Emang kenapa sih. Tinggal peluk doang kan,” Kata Gabriel marah yang membuat Shilla langsung kicep.
“Kalau soal dingin, nih pakai jaket gue,” Kata Alvin melepaskan jaketnya dan melemparkannya tepat kewajah Via.
Via pun langsung memakai jaket Alvin dengan wajah ditekuk.
“Ayo kita berangkat,” Kata Rio dan berjalan duluan diikuti teman temannya beserta Ify, Via, Shilla dan Agni.
***
“Kalian sudah datang rupanya,” Kata Uncle Albert menyambut kedatangan The Hits Boys beserta Ify, Via, Shilla dan Agni.
“Ayo masuk,” Kata Uncle Albert mempersilahkan masuk.
The Hits Boys pun memasuki rumah Uncle Albert diikuti Ify, Via, Shilla dan Agni yang mengekor dibelakangnya.
“Silahkan duduk, jangan sungkan,” Kata Uncle Albert yang melihat Ify, Via, Shilla dan Agni yang berdiri. Ify, Via, Shilla dan Agni pun duduk berhadapan dengan The Hits Boys.
“Uncle menyuruh kalian kesini karena Uncle mau kasih tugas kalian yang sebenarnya,” Kata Uncle Albert. “Kalian harus merebut kembali permata berbentuk bintang dari tangan kaum hitam.
“Terus caranya kita merebut kembali permata itu gimana Uncle. Kita kan belum tau siapa itu kaum hitam,” Kata Cakka.
“Ini tugas kalian untuk mencarinya. Karena Cuma kalian yang bisa menemukan tempat para kaum hitam,” Kata Uncle Albert dan menatap The Hits Boys dan Ify, Via, Shilla dan Agni bergantian.
“Bagaimana cara kita mencarinya? Apakah Uncle punya petunjuk?” Tanya Rio.
Uncle Albert pun menggeleng. “Belum”
“Belum? Berarti masih ada kemungkinan dong kalau Uncle nanti akan menemukan petunjuk,” Kata Ify dan menatap Uncle Albert berharap.
“Ya, betul katamu Fy. Uncle masih bisa mendapatkan petunjuk dari leluhur Uncle.”
Mereka terdiam. Bergelut dengan pikiran mereka masing masing.
“Sebaiknya kalian pulang, hari sudah menjelang malam.” Kata Uncle Albert dan memandang langit melalui jendela yang berada disampingnya.
“Baik Uncle,” Kata mereka serempak.
Mereka pun berjalan keluar rumah yang diantar langsung oleh Uncle Albert.
“Gue bingung dengan semua ini,” Kata Shilla saat mengetahui kalau Uncle Albert telah memasuki rumahnya.
“Sama. Feeling gue, ini adalah masalah besar,”
“Yaelah, Fy. Gak pake feeling feelinagan juga kita udah tau kalau ini masalah besar,” Sewot Shilla.
“Tapi..” Kata Ify menggantung. “Entahlah” Kata Ify cengengesan sehingga membuat ketiga temannya melongos.
“Sini lo berempat,” Perintah Cakka dingin.
Ify, Via, Shilla dan Agni pun mendekati The Hits Boys.
Tiba tiba saja The Hits Boys langsung memeluk pasangan kalung mereka masing masing. The Hits Boys merasakan jantung mereka berdebar debar lebih kencang dan merasakan sensasi yang berbeda. Begitu juga yang dirasakan dengan Ify, Via, Shilla dan Agni.
“Yaudah pulang sono,” Kata Gabriel dingin setelah melepaskan pelukannya. Begitupula dengan Rio, Alvin dan Cakka langsung melepaskan pelukannya.
“Gak lo anter sekalian,” Kata Shilla.
“Gak,” Kata Gabriel tajam lalu menstater motornya dan meninggalkan perkarangan rumah Uncle Albert diikuti Rio, Alvin dan Cakka.
“Ishhh. Sialan tuh cowok,” Kesal Ify.
“Gak usah kaget. Udah sifatnya kali,” Kata Agni.
“Yaudah deh biar gue telpon sopir gue buat jemput kita,” Kata Via lalu menelpon sopirnya.
‘Sepertinya rencanaku berhasil’ Bathin seseorang.
***
“Hey The Hits Boys kesini lagi guys” Teriak salah satu siswi memasuki kantin. Dan seperti biasa para siswi langsung mengeluarkan sisir mereka masing masing.
“Mereka kesini? Ngapain?” Tanya Via.
“Mana gue tau,” Kata Shilla cuek.
“Gawat,” Kata Ify tiba tiba. “Ayo kita pergi dari sini,” Kata Ify dan berdiri dari duduknya.
“Kenapa Fy?” Tanya Agni bingung.
“Ayo kita pergi dari sini,” Kata Ify dan menarik tangan Via yang memang berada disampingnya.
“Tapi Fy, gue belum selesai makan,” Kata Via.
“Emang kenapa sih Fy?” Tanya Shilla bingung.
“Menurut lo apa yang akan terjadi kalau kita berdekatan sama The Hits Boys.”
“Oh, iya ya. Gue lupa,” Kata Agni dan menepuk jidatnya.
“Emang kenapa?” Tanya Via yang ternyata telminya kumat.
“OMG, Via. Kalau kita berdekatan sama The Hits Boys....” Kata Shilla dan mendekatkan mulutnya didekat telingan Via. “ Kita harus berpelukan dulu dengan mereka sebelum kita berpisah. Masa iya lo lupa!,” Bisik Shilla.
“Oh iya ya,” Kata Via dengan muka polos. “Yaudah ayo kita pergi dari sini,” Kata Via lalu berdiri disamping Ify.
“Ekhem” Dehem Cakka lalu duduk dikursi kosong semeja dengan Ify, Via, Shilla dan Agni.
“Kenapa berdiri. Duduk” Perintah Alvin. Via pun langsung menurut. Sedangkan Ify duduk setelah dipelototin oleh Rio.
“Kenapa sih Kakak kesini?” Tanya Shilla sewot.
“Suka suka gue. Ini kan sekolah punya bokap gue,” Kata Gabriel dingin dan menatap tajam Shilla.
“Intinya Kakak Kakak kesini mau ngapain?” Tanya Ify memperlembut suaranya.
“Entar malam kita mau ke party teman. So, kita ngajakin kalian,” Kata Alvin datar. “Tidak menerima penolakan,” Kata Alvin tajam ketika melihat Ify, Via, Shilla, dan Agni siap melontarkan kata kata penolakan.
“Ya ampun Kak PR gue banyak tauk.” Kata Ify yang tidak takut dengan Alvin.
“Hwaaa, entar kan malam minggu.” Kata Shilla alay.
“Emang lo mau kemana Shill. Mau nge-date sama om gundoruwo ya,” Tanya Agni sambil menahan tawanya.
“Ya nggak lah Ag. Entar malam itu jadwal gue nge-date¬ sama Justin Bieber sama Zyn Malik,” Kata Shilla.
“Huuhh,” Ledek Ify, Via dan Agni.
“Kenapa? Iri,” Kata Shilla dengan sombong.
“Pokoknya kita gak mau tau, kalian harus ikut,” Marah Gabriel sambil menggebrak meja. Terlihat sorotan matanya yang tajam yang mampu membuat siapa saja takut untuk melihatnya.
Tidak ada suara yang terdengar setelah Gabriel marah. Semua penghuni kantin diam. Bahkan menahan nafas mereka. Mereka takut melihat tatapan Gabriel yang penuh amarah.
“Oke Kak kita mau,” Kata Shilla menunduk karena takut.
“TET TET TET,” Suara bel masuk berbunyi membuat para penghuni kantin meninggalkan kantin dan kembali kekelas mereka masing masing.
The Hits Boys pun pergi meninggalkan tanpa melakukan kwajiban mereka saat berpisah dengan Ify, Via, Shilla dan Agni.
“Kak,” Panggil Shilla tapi tak digubris oleh The Hits Boys. Shilla berniat untuk mengingatkan.
“Auww” Rintih Ify, Via, Shilla dan Agni bebarengan. Mereka memegang dada mereka yang bertambah sakit jika The Hits Boys semakin jauh.
“Kak R..io”
“Ka..k Al..vi..n”
“Kak Gab..riel”
“Kak C..akk..a”
Mereka merintih memanggil nama yang sebenarnya langsung keluar dari mulut mereka. Mereka sendiri tidak tahu menahu kenapa mereka menyebutkan nama tersebut. Sedangkan nama yang disebutpun merasakan kesakitan yang sama pada dada mereka.
“Kenapa dada gue tiba tiba sakit ya” Kata Cakka dan memegang dadanya kuat kuat.
“Sa..ma gue juga,” Kata Rio dan memegang adanya kuat kuat.
“Gu..e lupa meluk V..i..a” Kata Alvin dan berjalan kembali kearah kantin. Begitupula Rio, Gabriel, dan Cakka yang mengikutinya dari belakang.
“Da..da gue sa..kit banget,” Kata Via langsung terduduk dilantai kantin bersama Ify, Shilla dan Agni.
“Hiks.. gu..e u..dah ga..k kuat la..gi,” Kata Shilla yang ternyata menangis.
“Shilla” Lirih Gabriel yang langsung memeluk Shilla erat.
Alvin dan Cakka pun langsung memeluk Via dan Agni yang sudah lemas.
“Kenapa lo balik” Sinis Ify yang melihat Rio yang menatapnya dengan tatapan sinis.
“Apa lo bakal balik kalau lo tadi gak ngerasain sakit seperti ya..ng gu..e ra..sa..in,” Kata Ify lemah.
Tanpa ba bi bu lagi Rio pun langsung menarik Ify kedalam pelukannya dan memeluk Ify erat dan tanpa Ify sadari Rio mencium puncak kepala Ify. Rio sendiri pun tidak menyadari apa yang telah dilakukannya itu.
***
“Sialan banget sih The Hits Boys itu. Masa iya kita disuruh berangkat sendiri kepesta temannya. Mereka yang ngajak kok kita yang rugi sih,” Kata Shilla yang sedari tadi mendumel didalam mobil yang membawanya ke pesta yang dimaksud.
“Eh Shill, lo bisa diam gak sih,” Marah Ify. “Gue jadi gak konsen nih nyetirnya”.
“Guys, kita beneran kesana nih. Gak sebaiknya kita pulang aja” Saran Via.
Ify pun langsung me-rem mendadak mobilnya.
“Iya ya. Ngapain coba kita kesana,” Kata Ify bingung.
“Yaudah pulang aja yok,” Kata Agni yang kemudian diangguki oleh Via dan Shilla.
Ify pun memutar balikkan mobilnya. Tetapi, mobil Ify langsung dihadang oleh empat motor cagiva berbeda warna.
“Siapa sih?” Kata Ify kesal dan turun dari mobilnya.
“Mau kemana lo?” Tanya Cakka yang ternyata salah satu pengguna motor cagiva itu.
“Mau pulang. Kenapa?” Jawab Shilla sewot.
Gabriel pun menatap mata Shilla tajam sehingga membuat Shilla ketakutan sendiri. Shilla pun menundukkan wajahnya agar terhindar dari tatapan mematikan Gabriel.
“Emang siapa yang nyuruh lo pulang?” Tanya Alvin tajam.
“Kita kan gak diundang. Ngapain kesana” Jawab Ify enteng yang bersandar di mobilnya sambil menatap malas The Hits Boys.
“Lagian apa untungnya kita kesana. Malah kita rugi.” Kata Agni menambahkan ucapan dari Ify. “Emang kalian pikir gak bahaya apa cewek keluar malam.”
“Terus apa artinya kita ngikutin mobil lo,” Marah Gabriel. “ Lo pikir kita biarin lo berempat jalan sendiri. Iya”.
“Kita sengaja ngajak kalian agar kita selalu bersama. Karna kaum hitam mengincar kita semua,” Kata Rio emosi. “Emang lo berempat bisa jaga diri lo sendiri,” Kata Rio membentak.
Ify, Via, Shilla dan Agni pun terdiam dan menundukkan kepala mereka. Terdiam karena membenarkan kata kata mereka. Menundukkan kepala mereka karena merasa bersalah.
The Hits Boys pun memeluk pemilik –Ify, Via, Shilla, dan Agni- pasangan kalung mereka masing masing dengan dingin. Setelah itu mereka pergi meninggalkan Ify, Via, Shilla dan Agni yang masih terdiam terpaku.
***
“Terima terima terima,” Suara seluruh penghuni VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL menggema memenuhi selueruh penjuru lapangan basket.
Baru saja Riko Sanjaya salah satu most wanted boy VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL menyatakan cintanya di lapangan basket dan disaksikan oleh seluruh penghuni VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL. Menyatakan cinta kepada gadis yang merupakan salah satu most wanted girl disekolahnya. Sekarang dia hanya menunggu jawaban sang gadis, yang dia yakini pasti menerimanya.
Seluruh penghuni VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL menunggu jawaban gadis yang berdiri di depan Riko Sanjaya yang sedari tadi menatap sahabat sahabatnya yang berada tak jauh darinya guna meminta pertimbangan. Sementara ketiga sahabatnya hanya mengangkat bahu.
Shilla gadis itu pun bingung. Sejujurnya dia tidak mempunyai perasaan apa pun terhadap Riko. Dia Cuma menganggap teman sejak SMP nya ini sebagai teman biasa. Tidak lebih. Ya, dia memang tau kalau teman SMP nya itu sudah menaruh hati terhadapanya sejak dulu. Tapi, satu tahun yang lalu, Shilla sempat mengira kalau Riko sudah tidak punya perasaan terhadapnya karena Riko sempat menjauh darinya dan menjalin hubungan dengan gadis lain. Sikap Riko yang begitu membuat Shilla lega. Tapi, beberapa menit yang lalu tiba tiba Riko menariknya ketengah lapangan dan menyatakan perasaannya di depan teman temannya.
Shilla pun menghembuskan nafasnya kemudian menatap mata Riko yang sedari tadi menunggu jawabannya.
“Ko, kayaknya kita berteman aja ya,” Kata Shilla to the point. Sebaiknya dia jujur demi dirinya dan juga Riko. Ya, Shilla berfikir ini adalah jalan yang terbaik daripada nantinya Riko sakit hati. Dia tidak mau ada hati yang tersakiti karenanya, walaupun dia tau dengan menolak Riko itu sama saja menyakiti pemuda tampan yang berdiri dihadapannya.
“Kenapa Shill? Aku kurang apa?” Tanya Riko sedih.
“Lo sangat sempurna Ko. Tapi, gue gak bisa menerima cinta lo.”
“Kenapa Shill?”
“Gue gak cinta sama lo.”
“Tapi, setidaknya kita coba dulu. Gue cinta sama lo Shill. Dari kita masih SMP.”
“Maaf Ko, tapi gue udah cinta sama cowok lain. Dan itu bukan lo,” Kata Shilla. Ya, Shilla memang mencintai pria lain. Pria yang selama ini sering memeluknya walaupun dia tahu kalau itu semua karena terpaksa.
“Shill, apakah tidak tempat dihatimu untukku,” Kata Riko berharap.
Shilla pun tersenyum kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya. Shilla pun berjalan kearah sahabat sahabatnya. Tapi, langkahnya terhenti karena Riko langsung memeluknya.
Shilla pun diam. Tidak memberontak maupun membalas pelukan Riko. Dia Cuma diam terpaku dan membayangkan kalau yang memeluknya adalah pria yang dicintainya yang seminggu ini dia rindukan. Pria yang dingin dan yang paling terpenting sangat membenci wanita. Shilla juga tau percuma dia berharap dengan pria itu dan akhirnya nanti dia lah yang merasakan sakit hati karena cintanya harus bertepuk sebelah tangan. Tanpa dia sadari air matanya jatuh. Shilla pun membalas pelukan Riko dan menangis dipelukan Riko.
Tidak jauh dari tempat Shilla dan Riko seorang pria merasakan panas dihatinya. Dia mengepalkan tangannya. Wajahnya dingin dan matanya merah karena menahan emosi. Ingin rasanya dia menonjok lelaki yang berani beraninya memeluk gadis yang selalu dilindunginya itu.
Yaampun hatinya semakin sakit melihat bahwa gadis itu ternyata membalas pelukan lelaki itu. Tak tahu kenapa dia merasakan hal ini kepada gadis itu. Apakah dia mencintai gadis itu? Tidak! Ini tidak mungkin. Bukannya dia sangat membenci wanita. Ya ampun, ada apa dengan hatinya ini. Kenapa dia harus merasakan jatuh cinta dan sakit hati untuk pertama kalinya.
Shilla pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
“Lo kenapa nangis Shill?” Tanya Riko khawatir.
“Gue gak apa apa kok,” Kata Shilla menggelengkan kepalanya.
“Shill, apa maksud kamu membalas pelukanku karena kamu menerima cintaku?”
“Jawaban gue tetap sama Ko. Anggap aja pelukan tadi adalah pelukan sahabat,” Kata Shilla tersenyum dan menghampiri sahabat sahabatnya, tapi terhenti lagi karena Riko langsung menarik tangannya dan menatapnya tajam.
“Lo mau PHP-in gue?” Marah Riko dan mendekatkan wajahnya ke wajah Shilla dan membuat Shilla ketakutan.
“Lo mau ngapain Ko?” Tanya Shilla ketakutan dan berjalan mundur.
“Gue mau lo sadar dan mau nerima cinta gue,” Kata Riko sinis dan maju mendekati Shilla yang berjalan mundur.
“Lo jangan macam macam” Kata Shilla yang melihat Riko mendekatkan bibirnya ke bibir Shilla. Sedangkan shilla tidak bisa berbuat apa apa karena Riko mengunci gerakannya.
“BUGH”
“Lo jangan pernah macam macam dengan Shilla. Shilla itu pacar gue,”Kata Gabriel marah setelah menghadiahi Riko dengan bogeman.
Seluruh penghuni VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL pun kaget   dan shock. Mana mungkin seorang Gabriel Diswa Nikolas salah satu personil The Hits Boys yang terkenal sangat membenci wanita mempunyai pacar. Ini sangat mustahil. Imposibel.
Begitupun dengan Shilla. Dia shock mendengar perkataan Gabriel. Apakah ini bertanda kalau Gabriel juga menyukainya. Tidak mungkin. pasti dia Cuma menolong mu Shilla. Batin shilla mulai berperang.
“Lo gak apa apa kan Shill?” Tanya Gabriel menghampiri Shilla.
“Gak Kak,” Kata Shilla dan langsung memeluk Gabriel. Gabriel pun membalas pelukan Shilla.
“Heh awas aja lo ganggu Shilla lagi. Gue gibeng lo,” Kata Ify yang sedang berjalan didekat Riko, kemudian menghampiri Shilla bersama Via dan Agni.
“Heh?” Kaget Ify, Agni dan Via yang melihat Shilla dan Gabriel saling berpelukan.
“Apakah mereka beneran pacaran?” Gumam Via.
“Entahlah,” Jawab Ify dan Agni mendengar gumaman Via.
***
“Itu tadi gue lakuin buat nolongin Shilla,” Kata Gabriel dingin.
“Iya Kak. Makasih,” Kata Shilla yang nampaknya shock. Pupus sudah harapannya.
Ify, Via dan Agni yang mendengar ucapan Gabriel pun ikut ikutan shock. Sedangkan Rio, Alvin dan Cakka pun seperti biasa memasang muka seperti biasanya datar dan dingin.
“Hmmm, kok tumben Kakak kesini? Ada apa ya?” Tanya Ify memecah kekeheningan.
“Pingin aja,” Jawab Cakka cuek.
“oohh,” Kata Ify membulatkan bibirnya.
“Fy kenapa sih cewek cewek liatin kita sampai sinis gitu sih,” Bisik Via ke Ify.
“Pasti gara gara kita duduk bareng mereka tuh,” Bisik Ify ke Via dan melirik sinis The Hits Boys.
“Yaudah pindah yok” Bisik Via.
“Gimana caranya? Kalau kita pindah pasti gue harus meluk Kak Rio terus lo meluk Kak Alvin,” Bisik Ify.
“Oh iya ya. Gue lupa,” Kata Via menepuk jidatnya.
“Lupa apaan Vi?” Tanya Agni bingung.
“Gak lupa apa apaan kok,” Kata Via nyengir.
“Oh iya Shill, kenapa lo tadi gak nerima Riko?” Tanya Agni.
“Gue gak suka sama dia.”
“Kenapa? Padahalkan dia keren, kaya terus most wanted juga seperti lo,” Kata Agni lagi.
“Gak tau,” Kata Shilla singkat.
“Shill, siapa sih cowok yang lo cintai sebenarnya? Gue kepo tau,” Kata Via tiba tiba yang membuat Shilla tersedak.
“ukhuk ukhuk.”
“Pelan pelan Shill minumnya,” Kata Ify mengelus ngelus punggung Shilla.
“ekhem,” Dehem Shilla memperenak tenggorokannya. “Gak ada kok. Gue tadi bilang gitu biar Riko gak maksa maksa gue lagi,” Kata Shilla tegang.
“Ohh” Kata Via. “Terus lo tadi ngapain balas pelukan Riko? Gue kira lo mau nerima Riko,” Tanya Via lagi.
“Tanda persahabatan,” Jawab Shilla.
“Terus kenapa lo tadi nangis,” Tanya Ify.
“Gak tau.”
“Nyeh, kok gak tau,” Cibir Ify.
“Entahlah,” Kata Shilla.
Hening. Itulah yang terjadi dimeja mereka. Tidak ada lagi yang membuka pembicaraan. The Hits Boys sibuk dengan kegiatan mereka yaitu menyumpel telinga mereka menggunakan headset yang disambungkan di I-Phone mereka masing masing sambil menutup mata mereka.
“Hmm, Kak kita mau balik,” Kata Via yang melihat kantin sudah sepi.
“Percuma Vi lo ngomong. Orang telinga mereka dibuntu gitu kok,” Kata Shilla.
“Terus gimana dong. Sebentar lagi bel nih,” Kata Via.
“Kak, gue mau balik,” Kata Ify dan menggoyang-goyangkan lengan Rio.
Rio pun membuka matanya dan melepas headsetnya. “Hmm,” Balas Rio dan menggunakan kembali headsetnya.
“Ya ampun. Kak gue ini mau balik kekelas gue,” Marah Ify sambil melepas paksa headset yang digunakan Rio.
“Ya udah balik aja,” Marah balik Rio.
“Heh, lo lupa?” Kata Ify.
“ohh,” Kata Rio dan langsung menarik Ify kepelukannya dengan kasar.
“Udah kan,” Kata Rio sambil menatap Ify. “Kembaliin Headset gue,” Kata Rio dingin.
Ify pun menyerahkan headset Rio dan langsung berjalan menuju kelasnya dengan kesal.
“Eh, Fy tungguin kita dong....” Kata Via terpotong karena tiba tiba Alvin memeluknya. Begitupula dengan Agni dan Shilla.
“Kak kita duluan,” Pamit Via yang diacuhkan oleh keempat lelaki tampan itu.
***
“Nanti kita ke mall yok,” Ajak Shilla ke para sahabatnya yang sedang berjalan dikoridor sekolah menuju gerban sekolah.
“Ngapain Shill. Enakan juga tidur dirumah,” Kata Ify.
“Ya shoping lah.”
“Gue lagi malas Shill,” Kata Agni.
“hmm, iya Shill. Gue mau istirahat,” Kata Via dengan wajah lemas. “Kapan kapan aja ya Shill,” Tambahnya.
“Oke deh,” Kata Shilla tersenyum. “Lagian gue lagi bokek,” Tambah Shilla disertai cengiran khasnya.
“Terus ngapain lo ngajakin ke mall kalau lagi bokek,” Tanya Agni
“hmm, jalan jalan aja. Sekalian cuci mata juga gitu,” Kata Shilla ditambah cengiran.
“Kalau mau dicuci, ya jangan ke mall dong Shill. lebih baik ke loundry aja,” Kata Via.
“hahaha” Tawa Ify. “Betul banget tuh kata Via,” Kata Ify di sela sela tawanya.
Shilla pun manyun dan melipat tangannya didadanya.
“Yaelah neng Shilla jangan manyun. Nanti Bang Gabriel gak cinta lagi lo,” Kata Agni menahan tawanya.
“AGNI” Pekik Shilla dan berlari menguber Agni yang sudah berlari duluan.
“Yah kita ditinggal,” Kata Via.
“Eh, Vi kok kalung gue bersinar ya?” Tanya Ify sambil memperlihatkan bandul kalungnya yang bersinar.
“Sama gue juga,” Kata Via yang juga memperlihatkan bandul kalungnya.
“Ada apa ya?” Gumam Ify bingung.
“Gue juga gak tau Fy,” Jawab Via.
“Felling gue berkata kalau ini adalah bertanda bahaya,” Kata Ify.
“Lo jangan ngomong gitu dong Fy,” Kesal Via. “ Mudah mudahan ini bukan bertanda apa apa.”
“Semoga aja,” Kata Ify.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar