Ify membuka matanya karena menyadari ada tangan yang melingkar di
pinggangnya dari belakang. ‘Tumben Via meluk gue,’ Batin Ify kemudian
berbalik badan. “Huwaaaaaaaaaaaaa,” Teriak Ify saat melihat wajah Rio
dekat dengan wajahnya.
Mendengar teriakan Ify semua orang yang ada
disitu terbangun. Dan tiba tiba layaknya paduan suara, Via, Agni dan
Shilla ikut ikutan berteriak kompak. “Ahhhhhhhhhhhh” Teriak Via, Agni
dan Shilla kompak.
“Kakak Apain gue,” Kata Shilla dan menjauh dari Gabriel.
“Huwaa Kak Alvin gak apa apain gue kan?” Tanya Via dengan mata yang mulai berkaca kaca.
“Gue gak apa apain lo kok Vi. Sumpah? Gue juga gak tau kalau gue udah disini.”
“Kok gue bisa ada disini sih. Perasaan tadi pagi gue tidurnya bareng Via deh,” Kata Ify mulai ketakutan.
“Kak Cakka lo kenapa bisa disini?” Tanya Agni.
“Seharusnya yang nanya itu gue, kenapa lo bisa tidur disini?” Tanya Cakka heran.
“Terus sekarang gimana dong?” Tanya Agni ketakutan.
“Hiks.....” Tangis Shilla.
“Oke kita bakal nikahin kalian sekarang,” Kata Gabriel tegas dan diangguki setuju oleh Rio, Alvin dan juga Cakka.
“WHATTT,” Shock Ify dan Agni sedangkan Shilla dan Via hanya membulatkan matanya karena shock. “Lo sehat kan Kak?” Tanya Ify.
“Terus lo maunya apa hah?” Tanya Rio.
“Aishh......” Frustasi Ify.
“Emang orang tua kita setuju?” Tanya Agni.
“Biar kita yang ngomong,” Kata Gabriel sambil mengambil hpnya yang tergeletak dimeja yang berada disampingnya.
Terdengar suara panggilan tersambung. Sepertinya Gabriel serius dengan kata katanya.
“Halo,” Sapa pemilik suara berat dari ujung telpon. Sepertinya Gabriel sengaja menloudspeaker hpnya.
“Halo pah,” Sapa balik Gabriel.
“Kamu
sekarang dimana Gabriel?” Tanya Pak Ilham ayah Gabriel. “Kata penjaga,
semalam kamu pergi dengan dua orang wanita. Mereka bukan selingkuhanmu
kan?” Tanyanya lagi yang membuat Ify dan Agni shock mendengarnya
sedangkan Gabriel membulatkan matanya. Apa yang difikirkan oleh ayahnya
itu? Teganya ayahnya mengatai dirinya tukang selingkuh.
“Gue kelihatan banget ya kayak cabe cabean,” Gumam Ify yang dihadiahi delik’an mata dari Rio.
“Apa apan Papa ini. Mereka itu Ify dan Agni. Pacarnya Rio sama Cakka,” Balas Gabriel jengkel.
“Oh kirain,” Kata Pak Ilham tanpa dosa. “Terus sekarang kamu dimana?” Tanyanya.
“Dirumah Ify. Shilla sakit,” Kata Gabriel.
“Oh,” Kata Pak Ilham ber-o-ria. “Sebenarnya papa mau ngomong penting sama Kamu,” Kata Pak Ilham.
“Apa pa?” Tanya Gabriel penasaran.
“Papa
sama Pak Dirga sudah merencanakan acara pertunanganmu dengan Shilla.
bareng dengan Acara pertunangan Rio Ify, Alvin Via, dan Cakka Agni,”
Kata Pak Ilham serius.
“Langsung nikah aja Pah,” Kata Gabriel langsung tanpa basa basi.
“Apa?” Shock Pak Ilham.
“Kenapa Pah? Bukannya itu lebih baik.”
“Gabriel, umurmu itu masih 19 tahun. Terus kamu dengan mudahnya minta nikah,” Kata Pak Ilham tak percaya.
“Tak apalah pah. Rio, Alvin, dan Cakka juga,” Kata Gabriel.
“Yaampun,” Frustasi Pak Ilham.
“Pokoknya gabriel bakal nikah sama Shilla SEKARANG,” Kata Gabriel sambil menekan kata berlapslock.
“Apa? Sekarang?” Tanya Pak dengan nada berteriak.
“Iya
pah. Kita berempat akan nikahin mereka sekarang,” Kata Gabriel jelas.
“Jadi Papa, Om Martin, Om Guntur dan Om Kim harap ngomong dengan orang
tua Shilla, Ify, Agni dan Via sekarang juga,” Terang Gabriel.
“Kamu jangan gila Gabriel,” Kata Pak Ilham.
“Gabriel emang udah gila Pah,” Jawab Gabriel seenaknya.
“Aishh, baiklah. Ingat kalian jangan nikah dulu. Kita harus minta persetujuan orang tua mereka,” Kata Pak Ilham.
“Iya Pah,” Balas Gabriel kemudian percakapan tersebut telah selesai.
“Kalian berempat udah dengar sendiri kan,” Kata Gabriel sambil tersenyum kemenangan.
“Gila lo Kak,” Kata Agni kemudian masuk kekamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan sekali bantingan.
“Kenapa harus nikah sih Kak? Lagian kakak gak nyentuh kita kan?” Tanya Ify.
“Gue meluk lo Fy,” Jawab Rio sedangkan Alvin, Cakka, dan Gabriel Cuma menggeleng.
“Maksud gue bukan gitu Kak. Lagian lo udah sering meluk gue terus gue gpp kan. Jadi, kita gak usah nikah,” Kata Ify.
“Betul tuh kata Ify Kak,” Kata Via mendukung, sedangkan Shilla Cuma mengangguk setuju.
“Tapi, gue kan udah ngomong sama bokap gue,” Kata Gaabriel tanda tidak setuju.
“Lagian kenapa kalau gue nikahin lo? Lo gak suka?” Tanya Alvin dengan nada tak bersahabat.
“Bukannya gitu Kak, umur Via itu masih 17 tahun ditambah lagi Via juga masih sekolah,” Kata Via menjelaskan.
“Terus kenapa?” Tanya Alvin sinis.
“Kita
itu masih muda Kak. Masih mau ngecengin cowok cowok ganteng nan ketjeh
yang berkeliyaran di bumi ini,” Kata Ify sambil terseyum lebar. Maksud
hati ingin bercanda eh malah dianggap beneran oleh The Hits Boys.
“Betu tuh,” Kata Via dan Shilla kompakan.
“Kenapa
Kak. Kok lihatin gue kayak gitu?” Tanya Ify ke Rio yang tengah
menatapnya tajam. “Gue emang cantik Kak. Tapi, gak usah natap gue
segitunya,” Tambah Ify yang membuat Rio tambah menatap Ify lebih tajam.
CKLEK..
Suara
pintu kamar mandi yang terbuka. Terlihat Agni yang keluar dari kamar
mandi dengan seragam sekolahnya. Baju berwarna putih dengan rok diatas
lutut dengan corak kotak kotak hitam abu abu.
“Lo mau sekolah Ag?” Tanya Via.
“Yaiyalah. Gue kan mau lomba,” Kata Agni.
“Oh
iya ya,” Kata Ify menepuk jidatnya. “Bisa digorok gue sama Dayat kalau
gue gak masuk,” Kata Ify bergegas masuk kekamar mandi.
“Lo berdua gak usah masuk kalau masih sakit,” Kata Agni sambil menyisiri rambut hitamnya.
“Nggak deh Ag. Gue mau masuk. Mau nonton lo berdua,” Kata Via dan diangguki oleh Shilla.
“Yaudah terserah kalian,” Kata Agni yang telah selesai mengikat rambutnya.
Via
pun masuk kekamar mandi yang kosong. Ya, dikamar Ify yang luas itu
terdapat dua kamar mandi. Ify sengaja. Katanya sih kalau yang satunya
rusak masih ada yang lain. (ada ada saja sih Ify ini)
“Eh Shill gue ikut,” Kata Shilla sambil berlari masuk kekamar mandi.
Hening!
Tidak ada yang membuka suara lagi. Agni yang sibuk dengan gitarnya
sedangkan The Hits Boys yang sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
CKLEK!
Suara
2 pintu terbuka secara bersamaan. Tiga wanita cantik keluar denga
seragam mereka. Ify kemudian berjalan ke meja riasnya kemudian menyisiri
rambutnya dan mengikatnya ekor kuda. Begitupula Via dan Shilla.
“Tumben kita kompakan,” Kata Shilla sambil memperhatikan dirinya dan ketiga sahabatnya.
“Iya ya. Tumben rambut kita dikuncir kuda semua,” Jawab Via.
“Hehehe,” Cengir mereka kompak.
“Udah hapal Ag sama kunci nadanya?” Tanya Ify.
“Udahlah. Agni gitu---“
Tiba
tiba suara hp berbunyi memotong ucapan Agni. Gabriel yang merasakan
hpnya berbunyi pun langsung mengangkat hpnya dan menloudspeakernya.
“Halo Gabriel.”
“Iya Pah”
“Kita semua setuju dengan rencana kalian,” Kata Pak Ilham to the point.
“Tapi Pah----“
“Apa
lagi Gabriel? Papa udah pusing mikirin tingkah aneh kamu,” Kata Pak
Ilham kesal. “Sebaiknya Kalian ketempat pernikahan kalian. Nanti papa
kiri alamatnya,” Kata Pak Ilham dan langsung menutup telponnya.
“ARGGH...” Geram Gabriel sambil membanting hpnya kekasur.
“Aishh. Kenapa sih tuh orang?” Gumam Ify.
“Gak tau. Bukannya tadi kayak seneng banget ya. Disetujuin malam kayak orang stress gitu,” Bisik Via ke Ify.
“Kenapa Kak hpnya dibanting?” Tanya Via yang udah penasaran dengan berubahnya sikap Gabriel.
Gabriel
tidak menjawab pertanyaan Via malah menatap tajam Via kemudian Shilla.
Shilla yang ditatap tajm begitu bingung sendiri. ‘Perasaan yang nanya
tadi Via deh. Kok mala gue yang ditatap tajam gitu,’ Batin Shillaa
kemudian menundukkan kepalanya karena takut sendiri dipandang begitu.
Tiba tiba hp Ify berbunyi dan memecah keheningan diruangan itu. Ify pun langsung mengangkat telpon tersebut.
“Halo,” Sapa Ify terlebih dahulu.
“...........”
“Belum. Kenapa? Lo mau jemput?” Tanya Ify.
“..........”
“Kenapa?”
“...............”
“Oh. Syukur deh,” Kata Ify sambil terssenyum.
“......................”
“Apa? Gila lo. Kenapa gak bilang dari semalam sih,” Maki Ify.
“...................”
“Oke oke,”
“.....”
“Hmmm” Balas Ify kemudian membanting hpnya kelantai. Untung saja hpnya tak apa apa. kalau rusak Ify mau pake apa?
“Lo
kenapa Fy?” Tanya Via. “Gue heran deh kenapa pagi pagi gini banyak
banget orang yang banting hpnya,” Tambahnya sambil geleng geleng.
“Hari ini kita gak masuk sekolah,” Kata Ify.
“Yah baguslah neng,” Kata Shilla. “Terus kenapa lo marah marah gitu?” Tanya Shilla heran.
“Iya sih bagus. Tapi, lagunya diganti neng,” Kata Ify cemberut.
“Diganti?” Tanya Agni shock.
“Iya Ag. Pake acara lagu pegantinya belum tau lagi.”
“Itu mah derita lo,” Kata Via mengejek.
“Lo jangan seneng dulu Vi.”
“Kenapa?”
“Lo nanti juga ikut neng bareng Shilla,” Kata Ify sambil tersenyum miring.
“Kok bisa?” Tanya Via dan Shilla barengan.
“Sistemnya dirubah. Group Band berkaloborasi dengan boy/girl band. Nah lo berdua kepilih deh jadi girl bandnya,” Kata Ify.
“Terus lo?” Tanya Shilla.
“Dengan terpaksa gue sama Agni masuk girl band,” Kata Ify.
“Terus lagunya apa?” Tanya Via.
“Ya mana gue tau,” Kata Ify sambil mengedikkan bahunya.
“Kita
pergi dulu,” Kata Gabriel bangkit mengambil hpnya kemudian langsung
memeluk Shilla. Begitupula dengan Rio, Alvin dan Cakka yang langsung
memeluk Ify, Via dan Agni tanpa sepotong kata apa pun. Setelah itu,
mereka pergi begitu aja.
“Mereka kenapa?” Tanya Via bingung.
“Gak tau,” Jawab Ify mengedikkan bahunya.
“Kita jadi nikah gak sih?” Tanya Shilla.
“Gak tau,” Jawab Agni.
“Huwaa kita digantung,” Kata Via histeris.
“Kalau sampai Kak Gabriel gak nikahin gue, gue bakal bunuh Kak Gabriel,” Kata Shilla kesal.
“Kalau lo bunuh Kak Gabriel, terus ayah dari anak diperut lo siapa?” Tanya Ify tersenyum menggoda kearah Shilla.
“IFYYYYY” Pekik Shilla sambil melemparkan bantal kearah Ify yang sama sekali tidak mengenai Ify.
“Wlek... :-p.”
“Hahhaha,” Tawa Agni dan Via memenuhi ruangan.
***
“Apa maksud kalian berempat membatalkan pernikahan kalian?” Tanya Pak Ilham geram.
“Gak apa apa pah,” Kata Gabriel santai.
“GABRIEL,” Marah Pak Ilham. “Kamu jangan main main sama hal seperti ini. Papa udah mempersiapkan semuanya Gabriel.”
“Sudahlah Ilham. Tak apa apa,” Kata Pak Dirga.
“Maafkan Gabriel Dirga. Saya juga tak tahu apa yang ada dipikiran bocah bodoh itu,” Kata Ilham meminta maaf ke ayah Shilla.
Gabriel
yang dikatai bodoh oleh papanya pun mencoba menahan emosinya. Sungguh
siapa pun orangnya pasti bakal marah jika dikatai bodoh oleh orang
tuanya padahal kenyataannya nggak.
“Tak apa Ilham. Sebaiknya kita kembali kerencana awal kita. Tunangan,” Kata Pak Dirga.
“Tidak usah om,” Jawab Gabriel.
“Kenapa?” Tanya Pak Dirga heran.
“Shilla
tidak mencintai saya om. Jadi, tidak ada pertunangan maupun
pernikahan,” Kata Gabriel kemudian berjalan naik ke lantai atas atau
lebih tepatnya kamarnya. Rio, Alvin, dan Cakka ikut ikutan naik kekamar
Gabriel. Tapi, langkah mereka terhenti karena orang tua mereka.
“Rio”
“Alvin”
“Cakka”
“Jawabannya sama dengan Gabriel,” Jawab Cakka kemudian melanjutkan perjalanannya ke lantai atas diikuti Rio dan Alvin.
“Maafkan anak kami,” Maaf Pak Guntur.
“Tak apa. Sepertinya anakmu tidak bisa diajan bercanda,” Kata Pak Juna.
“Iya. Mereka tak bisa diajak bercanda. Mereka selalu serius. Maksud dari perkataanmu apa?” Tanya Pak Guntur.
“Anak
kami suka sekali bercanda. Mereka kalau bercanda tidak pernah melihat
siklon. Dan mungkin saja anak kami tadi berkata sesuatu yang membuat
anakmu salah paham,” Jelas Pak Gunawan.
“Yah mungkin saja. Biarkan. Nanti pasti baikan sendiri,” Kata Pak Martin.
***
“Aishh
siapa sih yang nelpon,” Kata Shilla sambil mencari cari hpnya di meja
disamping tempat tidurnya. Betapa kesalnya dirinya pada orang yang
mengganggu tidurnya. Tak tahukah kalau semalam dirinya tidak bisa tidur.
“Halo,” Sapa Shilla ketus tanpa melihat siapa yang menelpon.
“........”
“Eh maaf mah,” Kata Shilla setelah mengecek siapa yang menelponnya.
“..........”
“Ngapain mah?”
“..........”
“Kok gara gara Shilla,”
“.........”
“Iya iya mah,” Kata Shilla.
“............”
“Iya mah bye,” Kata Shilla kemudian menggeletakkan hpnya kembali ketempat semula.
“WOY BANGUN WOY,” Teriak Shilla.
“Ada apa sih shill?” Tanya Ify kemudian mengucek ngucek kedua matanya.
“Yaampu Shilla gak pake pake teriak kali,” Marah Agni.
“Hoammmm,” Kata Via.
“Woy kita disuruh kerumahnya kak Gabriel, SEKARANG,” Kata Shilla menekankan kata berlcapslock.
“Ngapain sih?” Tanya Agni yang masih mengantuk.
“Kata
nyokap gue Kak Gabriel, Kak Alvin, Kak Rio sama Kak Cakka belum makan
dari kemarin. Katanya mereka gitu gara gara kita,” Jelas Shilla.
“Kok gara gara kita sih?” Tanya Ify bingung.
“Gak
tauk,” Kata Shilla sambil mengedikkan bahunya keatas. “Jadi, sekarang
kita harus ke rumah Kak Gabriel,” Kata Shilla kemudian berjalan memasuki
kamar mandi untuk mengganti bajunya.
***
“Permisi,” Sapa Ify memasuki rumah Gabriel.
“Eh, Kalian udah datnag. Duduk sini,” Kata Pak Ilham ramah.
“Iya Pak,” Kata SISA kompak kemudian duduk berhadapan dengan orang tua mereka.
“Gimana kabar kalian?” Tanya Pak Ilham.
“Baik pak,” Jawab SISA kompak.
“Eh, kalian tadi ngajak bercanda pacar kalian?” Tanya Mama Shilla.
“Bercanda? Nggak kok tante,” Jawab Agni.
“Gak mungkin. Kalian tau tadi mereka membatalkan pernikahan kalian dan juga menolak pertunangan kalian,” Kata Mama Via.
“Via ingat mah,” Kata Via yang membuat semua orang menatap Via. “Ini semua gara gara Ify,” Tambahnya.
“Hah kok gara gara Ify,” Kata Ify bingung.
“Coba deh lo inget inget apa yang lo katakan tadi pagi,” Kata Via.
“Apaan sih?” Tanya Ify bingung+frustasi.
“Gue ingat Vi,” Kata Shilla.
“Apaan sih Shill?” Tanya Ify bingung.
“Masa
lo gak inget waktu lo ngomong gini ‘Kita itu masih muda Kak. Masih mau
ngecengin cowok cowok ganteng nan ketjeh yang berkeliyaran di bumi ini’ “
Kata Shilla meniru ucapan Ify.
“Oh iya ya,” Kata Ify cengengesan. “Tapi kan, gue Cuma bercanda,” Tambahnya.
JLETAK
“Kamu
ini ada ada saja. Sudah tau pacar mu gak bisa diajak bercanda, eh kamu
malah ngajakin bercanda,” Kata Pak Hendra setelah menjitak Ify.
“Ih mana Ify tau pah,” Kata Ify cemberut sambil mengelus ngelus pelipisnya yang habis dijitak oleh papanya.
“Sekarang kalian bujuk mereka sampai mereka mau makan,” Kata Pak hendra oteriter.
“Iya pah/Om,” Kata SISA kompak.
***
“Kak..” Panggil Ify sambil mengetuk pintu kamar Gabriel.
“Kakak....”Panggil Shilla.
“Kakak Ganteng...” Panggil Via.
“Woy kak buka pintunya. Nih kita bawain makanan,” Kata Agni tak ada manis manisnya.
“Kak Alvin buka pintunya dong,” Panggil Via sambil mengetuk ngetuk pintunya.
“Kak Rio makan dong,” Kata Ify yang terus menerus membujuk.
“Kak
ayo dong dibuka. Kita juga mau makan tauk. Lo kata kita udah makan apa.
kita juga belum makan dari kemarin,” Cerocos Agni kesal.
“Kak Gab, buka pintunya gue udah lemes nih. Gue juga mau makan,” Kata Shilla.
SISA
lama lama kesal sendiri. Mereka sudah capek membujuk manusia es yang
ada didalam kamar itu. Apa The Hits Boys gak mikir kalau mereka sudah
lemas dan membutuhkan asupan gizi. Dasar manusia batu!!!
“Tauk ah.
Terserah lo. Mau makan kek. Nggak kek. Gue gak peduli. Gue udah capek.
Gue juga perlu makan,” Kata Agni dan duduk dilantai kemudian memakan
nasi yang sebetulnya untuk Cakka.
“Eh, Ag kenapa lo makan?” Tanya Via.
“Gue udah laper Vi. Lo gak lihat tahngan gue udah gemeteran,” Kata Agni sambil menyupkan nasi ke mulutnya.
CKLEK
Pintu
kamar terbuka. Agni yang memang duduk meyender di pintu itu pun hampir
saja terjengkang kebelakang. Untung saja ada Cakka yang langsung
menahannya. Bagaimana nasibnya kalau Agni beneran terjengkang
kebelakang? Mungkin mukanya atau badannya sudah penuh dengan nasi yang
dipegangnya.
“Yaampun Kak, kalau buka pintu itu ngomong dong. Untung aja gue gak kejengkang (?)” Kata Agni lalu berdiri dari duduknya.
“Masuk,” Suruh Gabriel dingin.
SISA
pun berjalan masuk kekamar Gabriel kemudian duduk disofa yang ada
disudut kamar Gabriel. Agni pun melanjutkan kembali makannya yang sempat
tertunda.
“Siapa yang nyuruh lo duduk?” Tanya Gabriel dingin dan tajam.
“Yaelah Kak,” Kata Shilla cemberut sambil berdiri dari duduknya.
“Ganggu aja lo kak,” Kata Agni kesal karena kegiatan makannya harus terganggu.
“Eh
ini nasi gue kan. Kenapa lo makan?” Kata Cakka sambil merebut piring
yang berisi nasi dari tangan Agni kemudian memakannya sambil duduk
disofa yang tadi diduduki SISA.
“Aishh Kak Cakka,” Kata Agni lalu
melemparkan bantal sofa sembarangan. “Gue ini lapar kak. Dari kemarin
belum makan,” Kata Agni sambil mencak mencak.
Cakka pun langsung menarik tangan Agni agar duduk disampingnya.
“Nih makan,” Kata Cakka sambil mengarahkan sendok yang berisi nasi ke mulut Agni.
“Gak. Buat lo aja,” Jawab Agni menolak.
“Makan,” Gertak Cakka sambil menatap Agni tajam. Entah kenapa Agni langsung menurutinya.
“Kak makan,” Kata Ify kemudian meletakkan piring berisi nasi tersebut disebelah Rio.
“Gue gak lapar,” Kata Rio tanpa menatap Ify.
“Yaudah
terserah lo,” Kata Ify lalu duduk dilantai dan menyandarkan diri ke
tembok. Kemudian mengambil I-Phonenya yang berada disaku celananya.
“Kak Ini makanan lo,” Kata Via sambil menyerahkan piring yang dipegangnya.
Alvin
hanya menatap nasi yang diserahkan Via sebentar kemudian mengalihkan
pandangannya kembali. “Buat lo aja,” Kata Alvin datar.
“Gue masih
kenyang Kak. Lo makan ya Kak,” Kata Via membujuk Alvin. Kemudian Via
duduk disamping Alvin. Setelah itu mengarahkan sendok berisi nasi ke
Alvin. “Kak makan ya. Via suapin,” Kata Via.
Alvin menggelengkan kepalanya. “Gue gak lapar.”
Via menghela nafasnya kasar. ‘Yaampun kenapa ada manusia batu kayak gini’ Batinnya.
“Kak Gab lo makan gak?” Tanya Shilla.
“......”
“Woy Kak gue nanya nih lo makan apa nggak?” Tanya Shilla kesal.
“.......”
“Tauk ah,” Kata Shilla kemudian duduk disamping Ify.
“Lo lagi ngapain Fy?” Tanya Shilla.
“Yang lo lihat gimana?” Tanya balik Ify datar.
“Sms.”
“Udah tau nanya,” Kata Ify tanpa menatap Shilla.
“Kenapa Dayat sms lo?” Tanya Shilla sambil melihat layar I-Phone Ify.
“Ngajakin latihan sekalian glady bersih,” Jawab Ify.
“Terus?”
“Ya gue bilang kalau kita lagi sibuk,” Jawab Ify sambil menggeletakkan hpnya di lantai.
“Oh. Bagus bagus bagus,” Kata Shilla.
“Kenapa?”
“Lagi males,” Jawab Shilla.
“Gue juga males,” Kata Via ikutan nimbrung dan duduk dihadapan Shilla dan Ify.
“Males mulu pikiran lo bertiga,” Kata Agni yang ikut ikutan nimbrung.
“Emang kenapa?” Tanya Via sinis.
“Gak
pa pa sih. Tapi, gue kesel aja lo bertiga maels gak ngajak ngajak gue,”
Kata Agni ketika selesai mengucapkan kalimat terakhirnya.
“Gak lucu,” Kompak SIS.
“Emang yang bilang lucu siapa?” Tanya Agni.
“Gak ada,” Jawab Ify.
“AHHHHHHH,” Teriak Via sambil membanting hpnya. Kemudian ia langsung memeluk Shilla sambil nangis sesenggukan.
“Lo
kenapa Vi?” Tanya Shilla. Sedangkan Ify berjalan mengambil I-Phone Via
yang sudah terbagi menjadi tiga. CRAG dan Agni menatap Via bingung.
Via tidak menjawab pertanyaan Shilla malah tambah nangis sesenggukan.
“Via kenapa?” Tanya Agni.
“Gak tau,” Kata Shilla sambil menggelengkan kepalanya.
“Urusan kemarin,” Jawab Ify sambil melemparkan Hp Via ke Agni dan ditangkap dengan sempurna oleh Agni.
“Gambar pocong,” Kata Cakka yang memang melihat apa yang dilihat Agni karena masih duduk disamping Agni.
“Oh cari gara gara ternyata,” Kata Agni sambil tersenyum miring.
“Udah Vi. Lo jangan nangis. Ada kita disini,” Kata Ify membujuk Via.
“Fy gue takut,” Kata Via masih sesenggukan.
“Udah deh. Biar hp lo yang bawa Agni,” Kata Ify. “Lo masih ada hp yang lain kan?” Tanya Ify kemudian.
Via pun mengangguk kemudian melap air matanya. “Nanti lo tidur bareng gue ya Fy,” Mohon Via.
“Iya,” Jawab Ify sambil tersenyum.
“Yaudah kita pulang ya,” Ajak Via.
“Oke,” Kata Ify lalu berdiri dari duduknya.
“Kak kita pulang,” Pamit Ify.
Rio
pun berdiri dari duduknya kemudian memeluk Ify dan mencium puncak
kepala Ify dengan kilat dan tanpa sepengetahuan Ify. Begitupula dengan
Alvin, Gabriel dan juga Cakka yang langsung memeluk Via, Shilla dan
Agni.
***
“Day, masih lama ya tampilnya?” Tanya Shilla.
“Kita terakhir neng,” Jawab Dayat.
“Terakhir? Masih lama dong,” Kata Shilla.
“Hmm” Jawab Dayat.
“Eh Fy, temenin gue kekamar mandi Yok,” Ajak Shilla ke Ify yang duduk dihadapannya.
“Ayok,” Kata Ify sambil mengangguk.
“Gue ikut,” Kata Via.
“Yudah lo berdua aja,” Kata Ify.
“Gak mau Fy. Harus sama lo juga. Gue masih takut,” Kata Via memohon.
“Iya ya,” Jawab Ify.
***
“Eh lo denger orang lagi ngomong nggak?” Tanya Ify lalu berhenti berjalan dan menajamkan pendengarannya.
“Iya Fy. Kayaknya dari sana deh,” Kata Via lalu menunjuk tembok yang ada diujung koridor.
Ify, Via dan Shilla berjalan mengendap ngendap menghampiri tembok tersebut.
“Bagaimana bom itu udah kamu simpan ditempat yang tersembunyi?”
“Rekam Fy,” Suruh Shilla berbisik. Ify pun mengambil hpnya lalu merekamnnya.
“Sudah tuan.”
“Bagus. Sekarang kita bergerak untuk membunuh Pak Ilham beserta keluarganya. Terutama Gabriel.”
“Baik tuan.”
“Sekalian kalian bunuh semua orang yang ada disini. Kebanyakan dari mereka adalah pengusaha pengusaha terkenal.”
“Baik Tuan.”
“Vi,
cepat kamu kasih tau orang orang yang ada disini untuk segera untuk
pergi dari sini,” Suruh Ify ke Via. Via pun mengangguk lalu berlari
meninggalkan Ify dan Shilla.
“Fy, kok kalung gue bersinar ya?” Tanya Shilla.
“Gue juga Shill,” Kata Ify setelah mengecek kalungnya. “Jangan jangan mereka itu kaum hitam Shill.”
“Iya Fy.”
“Ingat. Jika kalian ketahuan aktifkan bom yang kalian sembunyikan.”
“Baik tuan.”
Semua
orang yang memakai jubah hitam pun mulai menyebarkan diri. Melihat itu
Ify dan Shilla pun keluar dari tempat persembunyiannya.
“Ekhem,” Dehem Ify.
Semau yang ada disitu pun memberhentikan langkahnya dan menatap Ify dan Shilla kaget.
“Siapa kalian?” Tanya Shilla.
“Kamu
tak perlu tau siapa kami.” Kata ketua penyusup itu kemudian menghampiri
Shilla dan Ify. “Yang perlu kalian lakukan sekarang yaitu, tutup mulut
kalian atau..” Sambungnya sambil menodongkan pistol dikepala Ify dan
Shilla. “..... kalian akan mati.”
“Lo pikir kita takut,” Kata Shilla
dengan nada menantang untuk menutupi ketakutannya. “Jangan mimpi lo,”
Sambungnya sambil tersenyum sinis.
“Oh jadi kalian ingin beneran
mati. Oke kalau itu mau kalian,” Kata ketua penyusup tersebut dan
perlahan lahan menarik peletuk kedua pistolnya. Shilla dan Ify yang
melihat itu pun langsung menendang ketua penyusup tersebut secara
bersamaan sehingga tembakannya meleset.
DORR
DORR
“Bagaimana?”
Tanya Ify sambil menatap ketua penyusup tersebut yang masih tersungkur
ditanah dengan tatapan meremehkan. “Anda jangan pernah meremehkan kita
berdua.”
“bunuh mereka berdua,” Suruh ketua penusup tersebut kepada
anak buahnya. Semua penyusup yang berjumlah kurang lebih 20 orang itu
pun langsung menyerang Ify dan Shilla. Ify dan Shilla pun sempat
kewalahan sehingga mendapat beberapa pukulan ditangan dan kaki mereka.
***
Via
terus berlari sekuat tenaganya. Ia harus segera memberitahukan semua
orang yang ada disini untuk segera meninggalkan tempat ini dan segera
kembali untuk menyelamatkan kedua temannya.
Via pun naik keatas
panggung yang tengah diisi oleh MC yang sedang bercocot (?) kata. Via
pun langsung merebut mic dari tangan MC tersebut.
“VIA HARAP SEMUA YANG ADA DISINI SEGERA MENINGGALKAN TEMPAT INI,” Suruh Via dengan nafas senin-kamis.
“ADA APA VIA,” Teriak Pak Gunawan.
“PAPA SEGERA TINGGALIN TEMPAT INI PAH. ADA PENYUSUP.”
Semua
orang yanga ada ditempat itupun berlari keluar ruangan. Via pun
menghampiri kedua orang tuanya, Ortu SIA, Ortu The Hits Boys dan tentu
juga teman temannya.
“Pah, mah cepetan pergi dari sini. Tante, Om, Kak ayo kalian pergi dari sini,” Suruh Via panik.
“Terus Ify sama Shilla mana?” Tanya Agni.
“Ify sama Shilla yang handle penyusup itu,” Jawab Via yang sudah sangat panik.
“Pah,
mah, ayo kalian pulang. Tante, om, kak, Day pokoknya kalian semua
pulang,” Kata Via yang sudah mulai menangis. “Disini juga ada bomnya.”
“Apa? Kamu gak bohong kan Vi,” Tanya pak Gunawan.
“Via gak bohong pah. Papa sama Mama pulang ya. Biar Via, Agni, Shilla dan Ify yang handel disini,” Kata Via memohon.
“Tapi Vi----“
DORR
DORRR
“Ify,
Shilla,” Kata Via dan Agni kompak. Tanpa ba bi bu lagi mereka segera
berlari dan menghiraukan panggilan kedua orang tua mereka. Tapi, baru
saja beberapa meter mereka berlari tiba tiba mereka merasakan sakit
didada mereka.
“Auw,” Kata mereka berdua kompak.
Melihat itu Cakka
dan Alvin pun segera menghampiri Agni dan Via yang sedang terduduk
sambil menahan sakit. Cakka dan Alvin pun langsung memeluk pemilik
pasangan kalung mereka.
“Lo nggak apa apa kan?” Tanya Cakka sambil melepaskan pelukannya.
“Nggak apa apa kok kak,” Kata Agni kemudian berdiri dari duduknya.
“Lepas kak,” Kata Via sambil mendorong tubuh Alvin. Kemudian beranjak pergi menyusus Ify dan Shilla.
“Tunggu Vi,” Kata Alvin sambil menarik tangan Via sehingga kembali kepelukannya.
“Biar
gue temenin lo,” Bisik Alvin ditelinga Via kemudian melepaskan
pelukannya dan menggandeng tangan Via meninggalkan Agni dan Cakka yang
diam mematung memperhatikan tingkah mereka.
“Kak Cakka mau ikut?” Tanya Agni.
“Yaudah ayo,” Kata Cakka ke Agni. “Bro iku nggak lo,” Teriak Cakka ke Gabriel dan Rio.
Gabriel
dan Rio pun langsung menghampiri Cakka dan Agni kemudian mereka
meninggalkan tempat tersebut untuk menyusul teman mereka.
***
“Aw,” Rintih Ify dan tersungkur ditanah.
“Ify” Pekik Shilla lalu menghampiri Ify. “Fy lo gpp kan?” Tanya Shilla khawatir.
“Gue
gpp kok,” Kata Ify sambil menahan sakitnya. “Shill awas,” Pekik Ify
saat tak sengaja matanya melihat salah satu penyusup akan memukul
punngung Shilla menggunakan balok kayu. Shilla sudah pasrah dan
memejamkan matanya.
BRAKKK
“Kalau lo cowok lawan gue. Jangan beraninya Cuma lawan cewek,” Kata Alvin setelah menendang penyusup yang akan memukul Shilla.
“Lo berdua nggak apa apa kan?” Tanya Via menghampiri Shilla dan Ify.
“Nggak kok,” Kata Shilla sedangkan Ify Cuma menggeleng lemah.
“Ify kenapa?” Tanya Agni yang baru saja datang bersama Cakka, Rio, dan Gabriel.
“Ify kakinya kena tendang,” Jawab Shilla.
“Kak,
sebaiknya lo bantu kak Alvin deh,” Saran Agni yang melihat Cakka dan
Gabriel diam saja. Sedangkan Rio sudah duduk disamping Ify dan mengurut
kaki Ify.
“Yalah yalah,” Jawab Cakka dan segera membantu Alvin bersama Gabriel.
“Yaudah
Kak Rio jagain Ify ya. Gue, Via sama Shilla mau bantu mereka,” Kata
Agni dan segera membantu Alvin, Gabriel dan Cakka diikuti Via dan
Shilla.
“Sakit kak,” Rintih Ify saat Rio memijit luka keseleonya.
“Habis ini tahan dikit. Lumayan sakit,” Kata Rio datar.
“Iya kak,” Kata Ify.
“Arghhhhhhh” Geram Ify. Tak terasa air matanya jatuh mengalir dipipinya.
“Udah. Besok juga sembuh,” Kata Rio datar kemudian ikut membantu sahabatnya.
“Aishh. Gue ditinggal disini. Kalau gue tiba tiba diserang gimana,” Dumel Ify.
“Tauk ah. Lebih baik gue cari bom itu. Kayaknya bom itu udah diaktifin deh,” Kata Ify dan berdiri dari duduknya.
“Tapi,
gimana caranya? Masa iya gue kesana langsung meluk Kak Rio. nggak
mungkin banget deh,” Kata Ify tampak berfikir. “Oh ya,” Kata Ify dan
langsung melepas kalungnya dan segera berjalan meninggalkan sahabatnya
dengan menahan sakit didadanya sambil jalan tertatih tatih. (ceritanya
ify udah tau caranya ya)
***
“Aishh sakit banget,” Kata Ify lalu segera memakai kalungnya. “Leganya.”
“Gue harus cari dimana ya,” Kata Ify.
“Hmmm,” Gumam Ify sambil berfikir.
“Dasar
Ify bego’ “ Kata Ify sambil menepok jidatnya sendiri. “Gue kan punya
aplikasi pendeteksi bom. Kenapa gak kepikiran dari tadi coba,” Kata Ify
sambil mengeluarkan hpnya dari saku celananya.
“Nah ketemu,” Kata Ify
sambil menzoom gambar yang ada dilayar i-phonenya. “Dimana nih?” Gumam
Ify. “Sebaiknya gue ikutin arahnya aja,” Kata Ify dan kembali
melanjutkan perjalanannya.
***
“Mau kabur kemana lo,” Teriak Gabriel dan hendak mengejar ketua dari penyusup tersebut.
“Udah Kak gak usah dikejar,” Tahan Shilla.
“Sepertinya tu penyusup nafsu banget bunuh lo Gab,” Kata Alvin.
“Gue juga gak tau,” Kata Gabriel.
“Emang mereka ngincer nyawa Pak Ilham sekeluarga. Terlebih Kak Gabriel,” Kata Shilla menjelaskan.
“Lo kok tau Shill?” Tanya Shilla.
“Gue? Gak tau. Gak benget sista. Secara gue miss up date,” Kata Shilla mulai ngelantur.
“Gue beneran loh Shill,” Kata Agni datar dan dingin.
“Nyantai Ag,” Kata Shilla takut sendiri. “Tadi tuh gue, Ify sama Via gak sengaja denger,” Tambahnya.
“Eh ngomong soal Ify, tu anak ya?” Tanya Via tiba tiba.
“Iya ya Ify mana?” Tanya Shilla panik.
“Aish kak Rio tadi disuruh jagain Ify malah ikut bantuin kita. Kalau Ify diculik gimana,” Cerocos Agni.
“Eh Ag lo jangan nething dulu dong. Sebaiknya lo nelpon Ify deh. Siapa tau tuh anak udah balik duluan.” Sran Cakka.
“Iya kak,” Kata Agni nurut. Kemudian ia langsung menghubungi Ify.
“Ag loudspeaker,” Suruh Via. Agni pun menekan tanda loudspeaker di hpnya. Terdengar suara telpon tersambung.
“Halo,” Sapa Ify.
“Ipongg lo dimana sih,” Maki Shilla.
“Eitss biasa memg. Gue sekarang ada ditaman belakang,” Kata Ify.
“Ngapain lo ketaman belakang. Ngedate lo,” Kata Via polos.
“Iya gue lagi ngedate sama om gundoruwo. Puas,” Kata Ify jengkel.
“Canda Fy. Terus lo ngapain disana,” Tanya Via.
“Lagi jinakin bom nih,” Kata Ify. “Eh, Shilla suruh kesini dong. Bantuin gue,” Tambahnya.
“Yaudah
kita segera kesana,” Kata Agni menutup telpon lalu segera berlari
ketaman belakang disusul oleh The Hits Boys, Via dan juga Shilla.
***
“Ify gimana?” Tanya Shilla dan segera membantu Ify.
“Tinggal mutusin kabel ini doang Shill,” Kata Ify dengan nada menahan sakit.
“Yaudah lo istirahat gih. Biar gue yang nyelesain,” Kata Shilla yang kasihan pada Ify.
Ify pun segera menyingkir dari Shilla dan mulai mengelus ngelus kakinya yang kembali terasa sakit.
“Sakit?” Tanya Rio sambil tersenyum miring.
“Gak,” Jawab Ify ketus.
“Selesai,” Kata Shilla senang.
“Yee tugas hari ini dinyatakan....”
“SELESAI,” Jawab SISA kompak sambil berpelukan satu sama lain.
“Tapi Fy, lo yang terluka,” Kata Via menatap Ify sedih.
“Gak apa apa kok,” Kata Ify meyakinkan Via. “Ini udah sekuensinya Vi,” Tambahnya.
“Yah yang penting lo selamat,” Kata Via seneng.
“Yaudah pulang yok udah malam,” Ajak Ify dan berdiri dari duduknya.
“Kak makasih ya udah bantuin kita,” Kata Shilla sambil tersenyum.
“Iya kak. Makasih banget,” Dukung Ify.
“Kita pamit kak,” Kata Via. Tapi setelah mengucapkan kata kata tersebut The Hits Boys tidak bergerak sama sekali.
“Oh iya kita tau diri kok,” Kata Shilla lalu ingin melepas kalungnya. Tapi kemudian Gabriel langsung memeluknya dengan erat.
“Jangan lepas kalung lo. Gue gak suka lihat lo kesakitan,” Kata Gabriel berbisik ditelinga Shilla.
“Tapi, kakak yang buat Shilla sakit,” Lirih Shilla dan ternyata shilla sudah menangis.
“Maafin gue,” Kata Gabriel.
“Shilla
tau diri kok kak kalau Shilla itu gak pantes buat kakak. Tapi, jangan
siksa Shilla dengan sikap kakak yang selalu berubah ke shilla.”
“Maafin gue.”
“Kakak gak usah minta maaf. Emang Shilla aja yang ke PD an,” Kata Shilla dan mencoba melepas pelukan Gabriel.
“Please jangan lepas. Gue kangen sama lo,” Kata Gabriel mempererat pelukannya.
“Ini buat Shilla tambah sakit Kak,” Kata Shilla.
“Gue bakal nikahin lo malam ini juga,” Kata Gabriel tegas.
Shilla pun mendongakkan kepalanya dan menatap Gabriel yang tengah menatapnya dalam.
“Beneran kak. Nanti kakak Cuma PHP-in Shilla kayak tadi lagi,” Kata Shilla dengan nada meremehkan.
“Emang yang mau PHP-in lo siapa? Gue tadi beneran kali,” Kata Gabriel lalu melepaskan pelukannya.
“Terus tadi acara penolakannya apa coba?” Tanya Shilla.
“Gue tadi Cuma kesel aja,” Kata Gabriel kembali datar.
“Yaudah terserah kakak. Gue mau pulang dulu. Mau nyambut Le min Ho,” Kata Shilla.
“Le min Ho udah gue pesen Shill. Cari yang lain,” Kata Via.
“Ekhem, apa wajah gue kurang mirip sama Le min Ho, hmm,” Kata Alvin mendekatkan wajahnya ke wajah Via.
“Ishh kakak. Jauhin wajah lo,” Kata Via sambil melangkah mundur karena Alvin selalu mendekat padanya.
“Jawab pertanyaan gue,” Kata Alvin dingin.
Via yang sudah tidak bisa kemana mana Cuma menunduk menahan takut.
“Yaampun
Kak Alvin, masa kakak gak ngerti maksud Via sih,” Kata Ify sambil
geleng geleng kepala. “ Lee min Ho yang dimaksud Via itu kakak,” Kata
Ify menahan tawa.
“Huaa Ify ember,” Kata Via tambah sadar.
“Tuh kan Vianya ngaku sendiri,” Kata Ify sambil tersenyum menggoda kearah Via.
“Oh gitu. Kenapa gak ngaku, hmm” Kata Alvin tersenyum manis ke arah Via. Via pun tertegun melihat senyum Alvin.
‘Yaampun kak Alvin gans banget’ Batin Via.
CHUP
Alvin langsung mencium pipi Via. Via yang tersadar pun langsung menunduk malu menyembunyikan rona merah jambu pada wajahnya.
“Pulang yok. Daripada disini nonton drama kacangan,” Kata Agni lalu berjalan kearah Cakka.
“Ngapain lo deket deket gue?” Tanya Cakka.
“Lo gak meluk gue Kak?” Tanya Balik Agni.
“Lo berharap banget ya gue peluk,” Kata Cakka sambil tersenyum miring.
“Oke.
Gue tau diri kok,” Kata Agni dan langsung menarik kalungnya dengan
sadis. Gak mikirkah Agni nanti kalau sampai kalungnya rusak bagaimana
nasibnya nanti.
“Auw..” Rintih Agni dan tetap berjalan meningglkanteman temannya.
“Agni,” Peluk Cakka dari belakang.
“Kak
lepas Kak. Ini tambah dada gue semakin sakit,” Kata Agni dengan nada
menahan sakit. Cakka pun melepas pelukannya lalu mengambil kalung dari
tangan Agni dan memasangnya kembali. Untung saja kalungnya tak rusak.
Setelah itu Cakka langsung membalik tubuh Agni dan memeluknya dengan erat.
“Jangan lakuin itu lagi. Itu buat lo tersiksa,” Kata Cakka.
“Lo sih yang cari gara gara,” Kata Agni.
“Oke gue minta maaf ya sayang,” Kata Cakka setelah melepaskan pelukannya.
“Ngapain lo manggil manggil gue sayang,” Kata Agni ketus.
“Kenapa? Gak boleh. Lo kan calon istri gue. Jadi gak masalah kan,” Kata Cakka tersenyum manis ke Agni.
“Terserah lo deh. Gue mau pulang,” Kata Agni lalu berjalan duluan.
“Agni tungguin gue,” Teriak Cakka dan mengejar Agni.
“Shill bantuin gue jalan dong,” Tolong Ify.
“Yaudah sini gue bantu,” Kata Shilla menghampiri Ify.
“Gak usah Shill, biar gue aja,” Kata Rio dan langsung menggendong Ify.
“Huwaa kak Rio turunin gue,” Teriak Ify meronta ronta.
“Diem atau gue cium lo,” Ancam Rio kemudian memasukkan Ify kedalam mobilnya.
“Kita mau kemana Kak?” Tanya Ify.
“Diem,” Perintah Rio mengancam.
Ify pun diam membisu. Tak berani mengeluarkan suara. ‘Daripada dicium Rio lebih baik jadi batu’ Batinnya.
30 menit perjalan akhirnya mereka telah sampai. Rio pun kembali menggendong Ify.
“Kak ngapain kita kesini? Tanya Ify heran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar