Selasa, 08 Maret 2016

Obligatie part 1

“Woy, ngelamun aja lo,” Kata seorang cewek yang memiliki rambut panjang sepinggang dan badan layaknya model. Memiliki wajah yang ayu yang di hiasi hidung yang bangir dan memiliki pupil mata berwarna biru. Mata biru itu didapatkan dari omanya yang berkebangsaan Perancis. Dia adalah salah satu most wanted di VINCOW INTERNASIONAL HIGH SCHOOL yang merupakan salah satu sekolah bertaraf internasional di Jakarta. Namanya Ashilla Vincent Ridelf, biasa di panggil Shilla.
  “Gue semalam mimpi aneh tau gak,” Kata cewek yang sedari tadi ngelamun di dalam kelasnya. Kelas XI-IPA 1. Dia memiliki rambut panjang yang ujungnya bergelombang, tapi tak sampai pinggang. Merupakan keturunan Jepang yang didapatkan dari ibunya. Dia juga memiliki mata yang sipit dan pupil mata hitam yang indah serta hidung yang bangir. Dia juga merupakan salah satu most wanted disekolahnya. Namanya Alyssa Sifyana Chan Kusuma, biasa dipanggil Ify.
  “Emang lo mimpi apaan sih?” Tanya Shilla kemudian duduk di bangkunya yang tepat di depan bangku Ify.
  “Semalam gue mimpi ketemu dengan orang keturunan Belanda. Tuh orang Belanda ngasih gue empat kalung. Dan ternyata pas gue bangun, tuh kalung ada ditangan gue.” Kata Ify dan memperlihatkan empat kalung. Setiap kalung memiliki liontin yang berbentuk setengah bintang dan terbuat dari berlian yang memiliki warna masing-masing jingga, biru, hijau, dan putih .
  “Ya ampun Ify, keren banget. Gue satu ya,” Kata Shilla dengan muka memohon.
  “Bukannya gue pelit ya Shill, tapi semua ni kalung sudah ada yang punya,” Kata Ify dengan perasaan tidak enak kepada Shilla.
  “Emang siapa yang punya?”
  “Yang berliontin jingga ini punya gue. Kalau yang lain gue gak tau,” Kata Ify sambil menunjuk kalung berliontin jingga.
  “Nyeh, gimana sih lo. Katanya sudah ada yang punya,” Cibir Shilla.
  “Emang iya udah ada yang punya. Tapi gue belum tau siapa orangnya. Soalnnya gue dikasih ini” sambil memperlihatkan secarik kertas berwarna kusam. “Yang intinya ni kalung udah ada yang punya,” Kata Ify.
  Shilla pun mengambil kertas tersebut lalu membacanya. “Kayak teka-teki gini sih Fy,” Kata Shilla dan terus membacanya.
  “Woy lo semua lagi ngapain sih,” tanya seorang cewek tomboy tiba tiba. Dia memiliki rambut sebahu yang hitam tebal yang selalu dikuncir kuda. Memiliki mata coklat dan kulit sawo matang khas Indonesia. Sayang, mata indah itu harus tertupi kaca matanya yang tebal. Maklum dia adalah salah satu siswi yang cerdas disekolahnya. Dia merupakan keturunan Jawa, sehingga dia dikenal kalem. Tapi aslinya sih pecicilan jika bergabung dengan sahabat-sahabatnya. Dia bernama Agniya Sintyana Wijaya, biasa di panggil Agni. Agni tidak datang sendiri. Dia datang bersama Vialya Kinanthi Dirta, biasa dipanggil Via. Dia memiliki mata bulat dan rambut panjang sepinggang, memiliki sepasang lesung pipi yang selalu hadir saat dia tersenyum. Dia juga sedikit telmi. Dia juga selalu membawa coklat kemana mana. Bagi Via coklat adalah segala-galanya. Kalian pasti menyangka kalau Via memiliki badan yang besar. Tapi, kenyataannya salah. Dia memiliki badan tak kalah dari shilla. Langsing sing sing.
  “Eh, lo berdua ngagetin gue aja,” Kata Ify sambil mengelus ngelus dadanya karena kaget.
  “Eh, Shill lo baca apaan sih,” Tanya Via dan duduk di samping Shilla.
  “Ini nih, si Ify semalam mimpi di kasih kalung sama orang Belanda. Nah pas Ify bangun, tuh kalung ada di tangannya bersama dengan kertas ini,” Cerita Shilla.
  “Emang mana sih kalungnya. Gue lihat dong,” Kata Agni.
  Ify pun memperlihatkan empat kalung yang tadi dia perlihatkan ke Shilla.
    “Wih keren bingitz nih kalung,” Kata Via dan mengambil kalung yang memiliki liontin berwarna hijau. “Nih buat gue ya Fy,” Sambungnya.
“Tuh kalung udah ada yang punya,” Jawab Shilla.
“Eh gue tuh nanya sama Ify bukan sama elo,”
    “Ya emang benar kok tuh kalung udah ada yang punya. Gue tadi aja mau minta tapi gak boleh. Alasannya ya seperti yang gue bilang tadi,” Kata Shilla.
    “Emang gitu Fy?,” Tanya Agni.
    Ify pun mengangguk. “Nah gue bingung untuk mecahin teka-teki yang ada dikertas itu. Karna dengan memecahkan teka-teki itu gue bisa tau siapa yang mempunyai ketiga kalung itu” Kata Ify.
    “Coba sini gue lihat,” Kata Agni sambil merebut kertas tersebut.
    “Pemilik kalung berliontin hijau :coklat, pipi kedalam, hitam panjang, dan bulat ,” Baca Agni.
    “Lo tau maksud tu kertas Ag,” Tanya Ify.
    “Hem... gue pikir pikir dulu,” Kata Agni sambil mengetuk ngetuk keningnya tanda dia sedang berfikir.
    “Kayaknya itu ciri ciri pemilik kalung berliontin hijau,” Kata Shilla.
    “Betul kata lo Shill, menurut gue sih juga gitu,”kata Agni sambil terus membaca kertas itu berulang-ulang.
    “Terus maksud dari coklat, pipi kedalam, hitam panjang, dan bulat itu apa?” Tanya Via.
    “Hemm... pertama coklat. Bisa saja maksud coklat itu adalah warna kulit seseorang atau orang yang maniak dengan coklat,” Kata Agni.
    “Bisa jadi sih. Terus pipi kedalam?,” Tanya Via.
    “Pipi kedalam,” Kata Agni berfikir.
    “Aha gue tau. Pipi kedalam itu maksudnya lesung pipit. Iya kan,” Kata Ify.
    “That’s right Fy,” Kata Agni.
    “Sekarang hitam panjang.” Kata Via dan ikut ikutan berfikir. “Apa jangan-jangan maksud hitam panjang itu orang yang tinggi terus kulitnya hitam. Ya kan ya kan” Kata Via histeris senang.
    Ify, Shilla, dan Agni pun langsung menoyor kepala Via secara bergantian. “Ngawur lo” Kata Agni mengeluarkan bahasa jawanya.
    “Lo kalau ngomong difikir dulu dong. Emang gue punya teman dekat yang hitam terus tinggi,” Kata Ify.
    “Maksud lo teman dekat apa Fy?” Tanya Shilla.
    “Kata orang Belanda itu, yang punya nih kalung adalah teman terdekat gue.”
    “Gue sekarang sudah tau siapa pemilik kalung berliontin hijau ini,” Kata Agni sambil menunjuk kalung berliontin hijau.
    “Siapa?” Tanya Ify.
    “Via,” Kata Agni sambil menatap Via.
    “Loh kok bisa gue sih.”
    “Kata coklat berarti orang yang maniak coklat. Pipi kedalam maksutnya adalah lesung pipit. Hitam panjang bisa berarti rambut yang hitam panjang. Terakhir bulat berarti mata yang bulat. Iya kan? Dan itu semua ciri ciri dari Via. Ditambah lagi kata Ify pemilik ketiga kalung tersebut adalah orang terdekat Ify.”
    “Betul kata lo Ag,” Kata Ify dan mengambil kalung berliontin hijau dan menyerahkan kepada Via. “Coba lo pakai deh Vi. Kalau nanti liontin hijau ini bersinar, berarti benar lo pemilik kalung ini.”
    Via pun mengambil kalung itu dan memakainya. Dan seketika kalung itu mengeluarkan sinar berwarna hijau. “Berarti benar ini punya lo Vi,” Histeris Ify dengan senangnya. “Akhirnya pemilik kalung berliontin hijau ini sudah ketemu. Tinggal dua kalung lagi,” Tambah Ify.
    “Ya ampun gue seneng banget. Waktu pertama lihat kalung ini gue ngerasa pingin banget milikin kalung ini,” Kata Via memegang liontin kalungnya yang sudah dipasang dilehernya.
    “Kalung berlionting biru: Eifel, biru , dan panjang,” Baca Agni. “Gue udah tau siapa pemilik kalung ini,” Kata Agni dan mengambil kalung tersebut kemudian menyerahkannya ke Shilla. “Shilla ini punya lo.”
    “Maksud lo?” Tanya Shilla bingung tetapi tetap mengambil kalung itu.
    “Coba lo pakek deh,”
    Shilla pun langsung memasang kalung itu dilehernya. Seketika liontin kalung tersebut mengeluarkan sinar berwarna biru.
    “Dan gue yakin pemilik kalung berliontin putih ini adalah punya Agni. Gue tadi sempat baca isi tu kertas. Dan setelah gue pahami, pemilik kalung berliontin putih itu sama dengan ciri ciri Agni,” Kata Ify dan langsung mengambil kalung berliontin putih itu kemudian dipakaikan ke Agni. Seperti kalung Shilla dan Via, kalung tersebut juga mengeluarkan sinar. “Akhirnya gue udah temuin pemilik ketiga kalung ini,” sambung Ify dan memakai kalungnya yaitu kalung yang berliontin jingga. Seketika juga itu kalung mengeluarkan sinar.
    “Loh kok cahayanya hilang,” Tanya Via yang tiba tiba melihat sinar dikalungnya hilang. Tidak Cuma kalung Via, kalung Ify, Shilla dan Agni sinarnya juga hilang.
    “Ya emang Vi. Kan gak mungkin tuh liontin bersinar terus. Nih kalung bersinar kalau kita baru memakainya saja,” Kata Ify menjelaskan.
    “Tapi kenapa kita diberi ni kalung ya?” Tanya Shilla.
    “Gue sih juga gak tau. Tapi kata orang Belanda itu kita adalah orang orang pilihan yang ditunggu tunggu oleh kaum dunia putih. Karena kita adalah orang orang pilihan,” Kata Ify.
    “Kita? Orang-orang pilihan? OMG,” Kata Shilla shock.
    “lebay banget sih lo jadi orang,” Cibir Via.
    “Biarin. Wlekk,” kata Shilla sambil menjulurkan lidahnya.
*****
“eh ada Kakak Kakak alumni loh. Gila keren keren semua. Apalagi The Hits Boys. Senyumnya itu loh buat gue melting aja deh”Kata salah satu siswi kelas XII.
“Iya, apalagi Kak Cakka. Hwa gue mau dong jadi pacarnya.”
“Emang siapa sih Kak, The Hits Boys itu?” tanya salah satu siswi kelas X.
“The Hits Boys itu empat orang cowok yang paling kece selama sekolah disini. Walaupun sudah lulus dua tahun lalu, tapi fansnya disekolah kita ini masih banyak. Personilnya itu ada Rio, Alvin, Gabriel dan Cakka.”
“Yang mana sih orangnya. Gue jadi kepo nih.”
“Nanti gue kasih tau deh orangnya.”
Saat ini Ify, Via, Shilla, dan Agni sedang berada di kantin. Mereka sedang mengisi perut mereka setelah menaklukkan ulangan dadakan ala pak Joko yang susahnya minta ampun. Apalagi Via dan Shilla yang mempunyai otak pas-pasan. Kalau Ify sih bisa bisa aja berkat feelingnya semalam yang menyuruhnya untuk belajar. Emang feeling Ify itu sangat kuat. Kalau Agni jangan ditanya lagi, dia dengan mudahnya melahap soal-soal yang diberikan oleh Pak Joko itu.
“eh mereka pada ngomongin apaan sih,” Tanya Via sambil melahap baksonya.
“Itu loh The Hits Boys, most wanted yang udah lulus, tapi masih terkenal disekolah kita,”kata Shilla. Emang diantara mereka hanya Shilla yang paling up date.
“Emang kenapa sih semua cewek disini pada ngomongin mereka. Kayak gak da topik lain deh,” Kata Agni heran.
“Namanya juga most wanted ,” Kata Ify sambil meminum es jeruknya.
“Yang gue bingungin ya, kenapa semua cewek yang ada disini bilang kalau The Hits Boys itu senyumnya buat melting. Pasalnya mereka itu gak pernah senyum sama sekali. Wajahnya aja datar, dingin dan intinya sok cool,” Kata Shilla.
“Emang lo pernah ketemu sama mereka?”
“Belum sih, tapi gue udah pernah lihat foto mereka. Dari foto aja udah kelihatan banget kalau mereka itu gitu.”
“eh guys The Hits Boys kesini?” Teriak salah satu siswi. Seketika semua siswi berdandan ria. Kecuali Ify, Via, Shilla dan Agni.
“ck.ck heran gue sama cewek cewek yang ada disini,” Kata Agni heran.
“iya ya. Sampai segitunya. Baru aja The Hits Boys yang lewat tingkah mereka udah segitunya, apalagi kalau Justin Bieber.” Kata Ify sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
“Emang seberapa keren sih The Hits Boys itu?” Kata Via.
“Hwaa..... Rio, Alvin, Gabriel, Cakka,” Teriak para siswi yang berada dikantin.
The Hits Boys adalah kumpulan empat orang cowok yang super duper kerennn. Bukan Cuma keren aja, mereka juga termaksud keluarga yang cukup terkenal di Asia maupun Eropa. Jadi, jangan heran kalau banyak kaum hawa yang ingin menjadi kekasih mereka. The Hits Boys memiliki sifat yang dingin, wajah yang datar, cuek dan benci dengan namanya CEWEK! Jadi jangan kaget kalau mereka sering membentak cewek yang mendekati mereka. Dan ingat mereka itu masih JOMBLO!! Ya jelas lah mereka masih jomblo wong mereka benci sama cewek.
Rio Stevano Emmanuel, biasa dipanggil Rio merupakan salah satu personil The Hits Boys. Dia memiliki wajah yang tampan berkat darah yang mengalir di tubuhnya yaitu Jawa dari ibunya dan Belanda dari ayahnya. Dia memiliki kulit sawo matang tapi, kearah eksotis, hidung bangir dan mata yang berwarna biru legam dan tajam layaknya mata elang.
Alvin Sandro Tyohan yang biasanya dipanggil Alvin juga merupakan personil The Hits Boys. Dia juga memiliki wajah yang tak kalah tampan dengan Rio. Memiliki wajah yang oriental karena keturunan Korea sehingga Alvin sering disebut sebagai Min Hoo versi Indonesia. Dia memiliki mata hitam legam dan tajam, rambut bergaya harajaku, kulit putih dan mata yang kecil.
Gabriel Diswa Nikolas aka Gabriel yang merupakan personil The Hits Boys yang terkenal sangat sangat membenci yang namanya wanita. Gabriel memiliki wajah yang tampan layaknya teman teman se-genknya. Mempunyai mata coklat almond yang tajam, hidung bangir dan kulit sawo matang seperti Rio. Gabriel adalah anak dari pemilik yayasan Vincow Internasional yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan Universitas.
Cakka Samuel Keidolf biasa dipanggil dengan sebutan Cakka yang merupakan salah satu personil The Hits Boys yang memiliki ke tampanan tak jauh beda dengan Rio, Alvin dan Gabriel. Dia mempunyai mata coklat , hidung bangir dan kulit putih dan merupakan keturunan Jerman.

“Gantengan juga Edward Cullen,” Kata Shilla setelah melihat wajah wajah para personil The Hits Boys.
“Yaiyalah Shill. Bagaikan langit dengan bumi,” Kata Ify yang sebel terhadap The Hits Boys yang melihat semua wanita dengan tatapan jijik.
“Emang lo berdua lagi bandingin siapa sih?” Tanya Via. Yah, telmi-nya kumat.
“Orang yang sok kegantengan.”
“Emang siapa sih?”
“Yaampun Via gue gedok gedokin juga tuh lama lama kepala lo,”Kata Ify gemes dengan Via yang gak sembuh sembuh juga dari penyakit telmi-nya.
“Itu loh,” Kata Agni sambil menunjuk The Hits Boys yang berada tepat persis disamping meja mereka menggunakan dagunya tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya.
“Ouw, ngapain sih lo bertiga pada ngomongin orang yang gak penting gitu sih. Kayak gak ada topik lain aja”
“Gue gak ikut ikutan lo Vi. Mereka berdua aja yang ngomongin mereka. Gue nggak,” Kata Agni yang gak terima sama perkataan Via.
“Tapi kenapa lo tau kalau yang Ify sama Shilla omongin adalah mereka.”
“Kan mereka ngomongnya didepan gue”
“Udah deh, sebaiknya kita kekelas aja yok. Lima menit lagi bel nih,” Ajak Ify.
***
“Jantung gue kok deg deg kan gini ya,” Tanya Alvin sambil memegang dadanya.
“Iya bro gue juga,” Kata Gabriel.
Cakka pun mengangguk. “Kenapa ya?”
“Gue juga gak tau. Tapi yang jelas gue juga gitu,” Kata Rio yang ikut memegang dadanya.
“Eh Yo, apa benar kata Uncle Albert kalau pemegang empat kalung itu sekolah disini?” Tanya Cakka.
“Yo’i.” Kata Rio. Kemudian menyeruput es jeruknya. “Kata Uncle Albert yang memiliki empat kalung itu adalah cewek.” Tambah Rio.
“Apa cewek?” Kata Gabriel shock. “Kenapa harus cewek sih,” Sambung Gabriel kesal.
“Iya Yo. Malas gue berurusan dengan cewek.” Tambah Alvin.
“Ya mau bagaimana lagi sob. Kita harus nemuin keempat cewek itu hari ini juga.”
*****
“Gila!! Seharian ini kok ulangan mulu sih. Mulai dari Fisika, Matematika sama Kimia yang susahnya minta ampun. Masa iya, tadi ulangannya disuruh buat larutan penyangganya. Emang dikira itu rumah apa, pake penyangga penyangga segala. Maksudnya apa coba,” Kata Shilla gondok setengah mati.
“Makanya Shill kalau bu Surti jelasin itu kupingnya dipasang. Jangan disuruh kelayapan tu kuping,” Kata Ify sambil terkekeh.
“kuping gue selalu stand by Fy, disini” Kata Shilla sambil memegang telinganya. “Bu Surti aja yang jelasin kayak ngomong sendiri. Udah tuh papan tulis di tutupin sama badannya yang gedhe itu lagi,”
“Eh eh itu The Hits Boys kok masih disini ya?” Tanya Via yag melihat The Hits Boys.
“Suka suka mereka lah Vi, ini kan dulu sekolah mereka juga,” Kata Agni dan ikut ikutan menatap sekilas The Hits Boys.
“Tapi kok mereka masih disini sih, padahal kan semua alumni alumni yang tadi datang udah pada pulang,”
“Yaelah Vi Vi. Ngapain sih lo ngurusin urusan mereka. Kayak kurang kerjaan aja lo,” Kata Shilla.
“Ya kan gue kepo jadinya,”
“kurang kerjaan banget sih loe Vi. Ngepo ngepoin mereka segala,” Balas Ify.
“Udah deh guys. Gue pulang duluan ya. jemputan gue udah datang tuh,” Kata Agni dan langsung ngibrit masuk ke mobilnya.
“Bye guys”
“Bye Ag. Hati hati ya,” Kata Ify membalas sapaan Agni.
“Yah, kita ditinggal sendirian deh sama Agni di pos satpam yang usang ini,” Kata Via mendramatis.
“Siapa bilang sendiri. Kita kan bertiga,” Kata Shilla.
“oh iya ya” Kata Via sambil menepuk jidatnya sendiri.
***
“Apakah kalian telah menemukan keempat gadis itu,” Tanya lelaki yang memiliki umur kira kira 50-an, yang diketahui bernama uncle Albert.
“belum Uncle.”
“Uncle gak mau tau, secepatnya kalian harus menemukan keempat gadis itu”
“Baik Uncle”
“Apakah Uncle bisa memberitahu bagaimana ciri ciri keempat gadis itu?” Tanya Rio.
“Kalian akan merasaka jantung kalian berdegup dengan kencang jika kalian berada didekat mereka,” Kata Uncle Albert dan berjalan meninggalkan mereka.
“Jadi, penyebab jantung gue berdegup kencang tadi gara gara......,” Kata Cakka menggantung.
“Kita sudah hampir menemukan mereka guys,” Kata Rio.
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar