Selasa, 08 Maret 2016

Obligatie Part 6

“Tapi, gara gara menyalamatkan anak kami, anak anak kalian jadi seperti ini,” Kata Pak Martin ayah dari Rio.
“Maaf Om ini semua gara gara kami,” Kata Gabriel meminta maaf.
“Sudahlah. Tidak ada yang perlu disalahkan,” Kata Pak Dirga ayah dari Shilla sambil memeluk istrinya yang sedang menangis.
“Bagaimana bisa anak kami kenal dengan anak kalian?” Tanya Pak Juna ayah dari Agni.
“Apakah kalian tidak tau kalau anak kalian berpacaran dengan kami?” Tanya Pak Kim.
“Tidak. Sungguh putri ku anak yang sangat bandel. Kenapa dia tidak ngomong kepada ayahnya kalau ia sudah mempunyai pacar,” Kata Pak Gunawan ayah dari Via.
“Maaf Om, saya tidak bisa menjaga Via,” Kata Alvin.
“Tidak apa apa.”
*****
“Sudah seminggu mereka gak kesini,” Kata Via sedih.
“Iya yah. Padahal mereka udah janji mau datang kesini setiap hari,” Kata Shilla.
“Mereka kan lagi sibuk,” Jawab Ify terluka.
“Yah Betul kata lo Fy,” Kata Via.
“Lo kenapa sih Vi? Kayak galau gitu,” Tanya Agni sambil meminum pop icenya.
“Seharusnya lo udah tau alasannya Ag.”
“Yaudah makan Vi,” Kata Ify sambil menggeser semangkok bakso kehadapan Via. “Apalagi akhir akhir ini lo jarang makan Vi,” Kata Ify.
“Nggak Fy. Gue gak lapar,” Jawab Via sambil menjauhkan semangkok bakso tadi dari hadapannya.
“WOY hosh hosh,” Teriak Keke yang baru saja datang bersama Acha dengan nafas ngos ngosan.
“Et dah kenapa lo berdua? Habis lari maraton lo pada?” Tanya Agni.
“Coba deh lo baca sms dari Daud,” Kata Acha sambil menyerahkan hpnya ke Agni.
“Daud? Pak ketua IX-A?” Tanya Agni sambil mengambil hp Acha.
“Yo’i. Coba deh lo baca,” Jawab Acha.
Agni pun membaca pesan text tersebut.
From : Daud ‘KetuaSMP’
Guys, jangan lupa nanti datang kerumah Pak Ilham (Pemilik yayasan Vincow Internasiona). Nanti ada acara memperingati 7 hari kematian teman kita yaitu Alyssa, Vialya, Ashilla dan juga Agniya. Harap datang ya teman teman jam 4 sore nanti. Thanks.
Setelah membaca pesan singkat itu tiba tiba mata Agni membulat saking kagetnya.
“Maksudnya apa ini?” Tanya Agni gak nyantai.
“Gue juga gak tau Ag,” Jawab Keke.
“Apaan sih?” Tanya Ify sambil merebut hp Acha dari tangan Agni kemudian membacanya bersama dengan Shilla dan Via.
“What!!!!” Shock Shilla. “Gila!! Berita apa ini. Daud mau ngelucu hah,” Tambah Shilla.
“Gue juga gak tau. Katanya, Daud dapat berita ini dari nyokapnya Via,” Kata Keke.
“Yaampun gue bingung tauk,” Kata Ify.
“Lo bingung gue shock Fy,” Kata Via. “Gak mungkin banget nyokap gue bercanda kayak gitu.”
“Sebaiknya nanti sore lo datang deh ke acara ini. Terus lo klarifikasi semuanya,” Saran Keke.
“Betul kata lo Ke. Sumpah ini gak lucu!” Kata Via.
***
“Beneran nih kita masuk?” Tanya Shilla.
“Yaiyalah Shill. Lo mau dikira udah mati sama anak sekelas hah,” Kata Agni. “Kalau gue mah gak mau.”
“Yaudah ayo kita masuk,” Kata Ify kemudian keluar dari mobilnya. “Mobilnya simpen disini aja,” Tambahnya.
“Yaudah ayo kita masuk,” Kata Via lalu berjalan duluan memasuki gerbang rumah Pak Ilham.
“Hey Zahra,” Panggil Ify ketika melihat seorang wanita berambut panjang yang baru saja keluar dari mobilnya.
Mendengar namanya disebut Zahra pun menolehkan wajahnya. Dan pertama yang dilakukannya adalah membulatkan matanya karena shock.
“Ify, Via, Shilla, Agni,” Gumam Zahra yang berdiri mematung.
“Hey Zahra,” Kata Shilla yang langsung menghampiri Zahra bersama Via, Ify dan Agni.
“Kok kali—“ Kata Zahra dengan raut wajah bingung.
“Lo kenapa Ra?” Tanya Agni bingung.
“Aha gue tau. Lo pasti kangen banget sama gue ya,” Kata Ify dan langsung memeluk Zahra.
“Kok kalian disi—“ Tanya Zahra tapi kepotong karena Zahra langsung pingsan.
“Loh Ra. Bangun,” Kata Via menepuk nepuk pipi Zahra.
“Kok Zahra pingsan sih?” Tanya Via bingung.
“Jangan jangan Zahra shock gara gara kita masih hidup. Kan ini acara 7 hari kematian kita,” Kata Ify meringis karena... ya karena sesutu lah.
“Hei kenapa Zahra?” Tanya Keke yang baru saja tiba bersama Acha.
“Eh Ke, tolongin Zahra ya,” Kata Shilla.
“Loh kok gue?” Tanya Keke bingung.
“Gue mau pulang. Daripada gue masuk buat orang pingsan secara masal lebih baik gue pulang,” Jawab Shilla keki.
“Emang Zahra pingsan gara gara lihat lo?” Tanya Acha.
“Bukan gara gara Shilla tapi gara gara kita,” Jawab Agni.
“Yaudah deh,” Kata Keke mangambil alih Zahra.
“Kita pulang duluan ya Ke, Cha,” Pamit Via.
“Eh tunggu,” Kata Acha. “Apa nanti gue bicara yang sebenarnya?” Tanya Acha.
“Terserah lo deh,” Jawab Ify yang ikut ikutan keki. “Kita pulang dulu,” Tambahnya seraya masuk kedalam mobil diikuti Via, Shilla dan Agni.
***
“Ini maksudnya acara apaan sih?” Tanya seorang cewek yang diketahui berama Oliv.
“Yaelah ini acara memperingati 7 hari kematiannya Ify, Via, Shilla sama Agni,” Jawab temannya yang bernama Olin.
“APA? Maksudnya apa coba?” Tanya Oliv bingung.
“Yaampun Oliv. 1 minggu yang lalu itu mereka berempat meninggal.”
“Apa? Meninggal. Gak percaya gue,” Kata Oliv.
“Ck. Kenapa lo gak percaya. Ini aja berita langsung dari binyok mereka,” Kata Olin gemes.
“Terus yang jogging sama gue, Keke, Acha dan Nova kemarin siapa?” Tanya Oliv.
“Maksud lo?” Tanya Olin bingung.
“Kemarin sore, gue, Keke, Acha sama Nova jogging sama mereka berempat,” Jawab Oliv heboh sehingga semua perhatian tertuju kepadanya.
“Gak usah bercanda deh lo.”
“Kalo lo gak percaya tanya noh sama Nova.”
“Emang benar Nov?” Tanya Olin ke Nova.
“Hmm iya,” Jawab Nova sambil mengangguk anggukkan kepalanya. “Jujur gue aja shock dengar berita ini. apalagi udah 7 harinya lagi,” Tambahnya.
“Jangan jangan itu hantu mereka lagi,” Kata seorang cewek.
“Zaman gini lo masih percaya gituan,” Kata Oliv melongos. “Oke dah kita tunggu Keke sama Acha. Mereka kan juga teman satu sekolah bahkan sekelas,” Kata Oliv.
“Kamu beneran nak?” Tanya Mama Via.
“Iya tante. Saya beneran. Saya juga gak bohong.”
“Tapi kalau mereka hidup, dimana mereka sekarang? Kata pembantu saya, Via bermalam dirumahnya Ify. Tapi, nyatanya mereka tidak ada,” Kata Mama Via.
“Kalau itu saya juga gak tau tante. Tapi, beneran kemarin saya jogging sore sama mereka. Bahkan kita makan bersama juga tante,” Kata Oliv.
“Udah deh, mungkin itu Cuma halusinasi lo,” Kata Olin.
“Yaampun lo bilang halusinasi,” Kata Oliv heran. “Ini lihat kalau lo gak percaya,” Kata Oliv sambil menyerahkan hpnya ke Olin. “Kemarin kita foto foto kok,” Tambahnya.
Olin pun menerima hp Oliv. Dan seketika matanya membuat sempurna gara gara melihat foto foto tersebut.
“Ini beneran?” Tanya Olin.
“Nyeh. Gue beneran,” Jawab Oliv.
Mendengar itu semua orang yang ada disitu langsung ikut ikutan melihat foto foto itu.
“Terus yang benar yang mana nih?” Tanya Nova lirih.
“Mister, apakah berita yang mister dapatkan itu benar?” Tanya Pak Ilham.
“Saya sebenarnya ragu Tuan setelah melihat foto foto itu,” Jawab mister Hermawan.
“Eh tolongin gue,” Teriak Keke yang datang bersama Acha sambil menggotong Zahra.
“Zahra kenapa?” Tanya Oliv.
“Pingsan neng,” Jawab Acha gregetan sambil membaringkan Zahra di lantai yang sudah dilapisi oleh karpet.
“Capek deh,” Kata Keke sambil duduk dismping Zahra.
“Zahra pingsan kenapa?” Tanya Oliv.
“Lo bangutin Zahra, terus lo tanya sendiri deh.”
“Zahra bangun...” Kata Nova sambil mengoleskan minyak kayu putih didekat hidung Zahra.
“Hmmmm” Gumam Zahra.
“Lo gak apa apa kan Ra?” Tanya Olin.
“Ify, Via, Shilla, sama Agni mana?” Tanya Zahra mengidahkan pertanyaan Olin.
“Maksud lo?” Tanya Olin.
“Gue tadi ketemu sama mereka didepan. Malah Ify meluk gue,” Kata Zahra histeris.
“Kan benar apa kata gue. Mereka berempat itu masih hidup,” Kata Oliv.
“Lo mimpi kali” Kata Olin.
“Nggak Olin. Itu asli. Reall. Nyata,” Kata Zahra keukeh.
“Terus sekarang mereka dimana?” Tanya Olin.
“Udah pulang,” Jawab Acha.
“Iya mereka pulang. Takut kejadian pingsan masal,” Kata Keke yang melihat teman temannya menatapnya meminta penjelasan. “Zahra aja pingsan gimana sama kalian,” Sambungnya.
“Tuh kan. Benar apa kata gue,” Kata Oliv. “Ke, Cha kita kemaren jogging sama mereka kan?” Tanya Oliv.
“Iya lah. Lo pikir mereka siapa kemaren?” Tanya Keke.
“Buat yakinin aja kalau mereka berempat itu masih hidup,” Kata Oliv.
“Jadi, sebenarnya mereka berempat itu masih hidup?” Tanya mama Ify yang mulai berkaca kaca karena bahagia.
“Iya tante. Kalau tante gak percaya tante nanya deh sama teman teman sekelas saya. Mereka berempat masuk setiap hari kok,” Kata Acha.
“terus sekarang mereka dimana?” Tanya Mama Agni.
“Mereka udah pulang tante,” Jawab Keke.
“Pulang kemana? Katanya mereka berempat bermalam dirumah saya,” Kata Pak Hendra.
“Apa om gak tau kalau Ify punya rumah baru?” Tanya Keke.
“Om gak tau,” Kata Pak Hendra.
“Oh pantesan. Ify mungkin tinggal disana sama Shilla, Via dan Agni,” Kata Keke.
“Kapan Ify beli rumah baru?” Tanya mama Ify.
“Mungkin 3 bulan yang lalu Tante. Katanya Ify malas tinggal dirumah yang besar terus sendirian,” Kata Acha.
“Kamu tau alamatnya Nak?” Tanya Mama Shilla.
“Tau tante. Mau saya antar tante?”
“Boleh. Kalau tidak merepotkan.”
“Oh tidak tante.”
***
“Kenapa begini rasanya sakit hati,” Kata Via lesu.
“Iya Vi. Rasanya sakit banget,” Dukung Shilla.
“Memang kita gak pantas buat mereka,” Kata Ify lirih.
“Betul kata lo Fy. Mereka terlalu sempurna buat kita,” Kata Agni.
“Apakah tidak ada kesempatan buat gue,” Gumam Shilla.
“Kenapa juga gue bisa suka sama Kak Rio. Dan pada akhirnya gue yang bakal sakit hati,” Kata Ify.
“Kenapa juga kita harus melihat kejadian kemarin,” Kata Via yang mulai berkaca kaca.
“Tapi, gue bersyukur. Setidaknya gue gak rasain sakit hati ketika rasa cintaku ke Kak Cakka bertambah dalam.
=FLASHBACK ON=
“Huaa gue capek banget,” Kata Via.
“Sama. Padahal kita Cuma jogging keliling taman doang,” Dukung Agni.
“Tapi, kan kita joggingnya sama Keke, Acha, Oliv dan Nova. Makanya kita capek. Wong kita uber uberan kayak anak kecil,” Kata Ify terkekeh geli karena membayangkannya.
“Iya ya,” Kata Via yang ikut ikutan terkekeh geli.
“Eh Shill, kenapa lo diam aja?” Tanya Agni yang melihat Shilla diam saja dan melihat satu titik. Melihat itu, Ify, Agni dan Via ikut ikutan melihat apa yang dilihat Shilla.
Shock dan sakit yang dirasakan empat gadis itu. Why? Karena mereka melihat The Hits Boys bersama dengan seniornya yang beberapa waktu lalu melabraknya. Mereka begitu mesra. Mesra karena melihat Dea dan dayang dayangnya bergelayut manja dilengan The Hits Boys. Aishh kenapa rasanya sakit dihati mereka. Seperti ditusuk tusuk ribuan paku. Tak terasa air mereka jatuh karena tak kuat melihat pemandangan tersebut.
“Oh pantes saja mereka gak datang lagi ke SMA,” Kata Shilla disela sela tangisnya.
“Iya ya. Mereka ternyata udah punya pacar,” Sambung Agni.
“Terus gimana nasib hati kita?” Tanya Via lirih. “Apakah kita sanggup melihat semuanya. Rasanya gue udah sanggup,” Kata Via dan berlari meninggalkan ketiga temannya.
=FlashBack OFF=
“Gue cinta sama lo Kak Gabriel. Gue tau gue gak pantas buat lo. Tapi kenapa hati gue lo bawa gitu aja,” Kata Shilla yang sudah meneteskan air matanya. “Rasanya sakit gue lihat lo sama cewek lain.”
“Kenapa kita harus sedih. Kita kan bukan siapa siapa mereka,” Kata Via disela sela tangisnya.
“Tapi, kita jatuh cinta sama mereka Vi,” Jawab Shilla
“Sabar,” Kata Ify lalu memetik sinar gitar yang tadi dibawanya.
Kau sudah tak seperti kau yang dulu
Kau sudah tak sanggup untuk setia
Kau bergegas pergi meninggalkan ku
Kau sudah memilih yang lain

Kau memang tak seperti Kau yang dulu
Kau memang tak sanggup untuk setia
Ku menangis sedih ditinggalkanmu
Ku... sudah tak tahankan lagi

Aku tlah buat sakit.. hati...
Menderita karena cintamu..
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu

Aku tlah kau buat sakit hati..
Menderita karena cintamu
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu...

Huwooo
Aku tlah kau buat sakit hati..
Menderita karena cintamu
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu...

Aku tlah kau buat sakit hati..
Menderita karena cintamu
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu...

Huwoooo aaa menderita kearena cintamu...
Aku memang tak bisa menjadi yang terbaik untuk dirimu.

Kau memang tak seperti kau yang dulu..
Kau memang tak sanggup untuk setia...
(Setia band- asmara 2 *sakit hati* )


“Hiks...” Tak terasa air mata Via dan Shilla kembali terjatuh karena mendengar nyanyian Ify yang terlalu menjiawi.
“Hei.. kenapa lo nangis,” Kata Ify yang sebenarnya matanya sudah berkaca kaca.
“Hiks...”
“Yaampun Ify lo nyanyinya dalem banget,” Kata Nova yang tiba tiba datang.
***
Ortu Ify, Via, Shilla, Agni, NOKA (Nova, Oliv, Keke dan Acha), The Hits Boys telah sampai dirumah Ify sedangkan Ortu The Hits Boys tidak ikut dan hanya titip salam saja. Rumah yang beberapa minggu lalu The Hits Boys Datangi. Mereka berempat merutuki kebodohannya karena mereka tidak sempat berfikir untuk datang kesini.
“IFY,” Panggil Keke sambil memencet belnya. Tapi orang yang dipanggil tidak memperlihatkan batang hidungnya.
“Yaudah tante om, kak kita langsung masuk aja. Kayaknya mereka berempat ada dihalaman belakang deh,” Kata Keke dan langsung membuka pagar rumah Ify yang kebetulan tak terkunci.
Setelah memasuki halaman rumah Ify, mereka langsung masuk kerumah Ify dan langsung berjalan langsung ke halaman belakang.
  Mereka berhenti tepat dipintu perbatasan rumah Ify dengan halaman belakang karena mendengar dan melihat Ify bernyanyi.
 
Kau sudah tak seperti kau yang dulu
Kau sudah tak sanggup untuk setia
Kau bergegas pergi meninggalkan ku
Kau sudah memilih yang lain

Kau memang tak seperti Kau yang dulu
Kau memang tak sanggup untuk setia
Ku menangis sedih ditinggalkanmu
Ku... sudah tak tahankan lagi

Aku tlah buat sakit.. hati...
Menderita karena cintamu..
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu

Aku tlah kau buat sakit hati..
Menderita karena cintamu
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu...

Huwooo
Aku tlah kau buat sakit hati..
Menderita karena cintamu
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu...

Aku tlah kau buat sakit hati..
Menderita karena cintamu
Aku memang tak bisa
Menjadi yang terbaik untuk dirimu...

Huwoooo aaa menderita kearena cintamu...
Aku memang tak bisa menjadi yang terbaik untuk dirimu.

Kau memang tak seperti kau yang dulu..
Kau memang tak sanggup untuk setia...
(Setia band- asmara 2 *sakit hati* )

“Hiks...” Tak terasa air mata Via dan Shilla kembali terjatuh karena mendengar nyanyian Ify yang terlalu menjiawi.
“Hei.. kenapa lo nangis,” Kata Ify yang sebenarnya matanya sudah berkaca kaca.
“Hiks...”
“Yaampun Ify lo nyanyinya dalem banget,” Kata Nova yang datang menghampiri SISA.
  “Loh Nova?” Kaget Ify.
  “Hai Fy, Shill, Vi, Ag,” sapa Oliv dan langsung duduk disamping Agni.
  “Hai juga,” Kata SISA kompak dan bingung.
  “Sorry ya kita langsung masuk kerumah lo,” Kata Oliv. “Habisnya gak dibuka buka sih,” Sambungnya.
  “Oke no problem,” Kata Shilla.
  “Eh ngomong ngomong kalian lagi sakit hati ya?” Tanya Nova. “Emang kalian udah punya pacar?”
  “Hehehe,” Cengir SISA. “Belum kok,” Jawab Shilla dan diangguki oleh Via, Agni dan Ify. “Lagian kita kan jomblovers dari SMP,” Tambah Ify.
  “Kita? lo berempat aja kali,” Jawab Nova.
  “Iya ya yang udah punya pacar,” Sindir Agni terkekeh geli.
  “Wah iya dong. Kita berdua itu gak kayak lo berempat yang betah menjomblo,” Cibir Oliv.
  “Hehehe,” Cengir SISA Lagi.
  “Eh ngomong ngomong itu lagu buat siapa?” Tanya Nova.
  “Ada deh. Walaupun kita kasih tau kalian gak bakal tau orangnya,” Kata Via.
  “Pelit lo,” Cibir Oliv.
  “Biarin wlekk :-p” Ejek Via.
  Mendegar itu entah kenapa emosi The Hits Boys langsung naik begitu saja. Rasanya mereka itu tak sukaa mendengar SISA tidak mengakui mereka sebagai pacarnya. Tapi, hati mereka juga sakit karena sepertinya SISA menyukai pria lain. Aishh kenapa sesakit ini. batin mereka kompak.
  “Tante Om kita pamit pulang duluan, kita ada keperluan,” Pamit Gabriel sebiasa mungkin.
  “Oh iya,” Jawab Mama Shilla. Setelah mendapat jawaban tersebut tanpa ba bi bu lagi mereka langsung keluar sebelum emosi mereka meledak.
***
  “Gitu ya kalau udah main sama temannya mama sama papa dicuekin,” Kata Mama Ify. Ify yang mendengar suara yang sangat familian ditelinganya pun langsung menoleh kesumber suara.
  “Mama,” Histeris Ify dan langsung memeluk mama dan papanya. Begitu pula dengan Via, Shilla, dan juga Agni yang langsung memeluk kedua orang tuanya.
  “Yaampun sayang ternyata kamu masih hidup,” Kata Mama Shilla sambil memeluk Shilla begitu erat.
  “Ya masih dong mah. Mamah tega banget sama Shilla,” Rajuk Shilla manja.
  “Maaf kan mama ya sayang,” Kata mama Shilla yang dibalas anggukan oleh Shilla.
  “Terus gimana ceritanya kalian bisa bebas dari bom itu?” Tanya Pak Juna.
  “Ini semua berkat Ify pah. Ify pintar banget. Ify bisa mudurin waktu yang ada dibomnya,” Jawab Agni.
  “Gimana caranya?” Tanya Pak Hendra.
  “Ify juga gak tau pah. Ify aja Cuma ngotak ngatik secara asal,” Jawab Ify.
  “Tapi syukurlah kalian selamat.”
***
  “Vi, lo pucat banget,” Kata Ify yang melihat bibir Via pucat. “Lo makan ya? Gue yang bayarin deh,” Bujuknya.
  “Nggak Fy. Gue gak nafsu,” Tolak Via dengan pandangan kosong.
  “Kak Gabriel datang kesini gak ya?” Gumam Shilla.
  “Sudahlah Shill. Lo relain aja Kak Gabriel sama Kak Angel,” Kata Agni memberi saran.
  “Gue gak bisa Ag. Rasanya itu susah banget,” Kata Shilla lirih.
  TET TET TET
  “Udah bel. Kekelas yok,” Ajak Ify yang kemudian diangguki oleh Via, Shilla dan Agni.
  Sesampai dikoridor kelas tiba tiba Via pingsan yang membuat Ify, Shilla dan Agni shock.
  “Vi, vi bangun,” Kata Ify sambil menepuk nepuk pipi chubby Via.
  “Eh tolongin dong,” Mohon Shilla kepada teman temannya yang sedang lewat.
***
  “Kak Alvin... Kak..” Gigau Via.
  “Yaampun segitu rindunya Via sama Kak Alvin,” Gumam Ify.
  “Hmm, teman kalian saat ini sedang demam. Sebaiknya juga kalian panggilkan orang yang digigau oleh Via,” Kata Dokter Tia, dokter disekolah mereka.
  “Baik dok,” Kata SIA kompak.
***
  “Eh mau ngapain kalian bertiga kesini,” Kata Dea yang datng bersama dayang dayangnya.
  “Suka suka gue dong. Masalah buat lo,” Jawab Shilla ketus.
  “Ck. Kita itu tanya baik baik. So, jawabnya biasa aja dong,” Maki Angel.
  “Kita kesini mau ketemu Kak Alvin Kak,” Jawab Ify sopan.
  “Apa lo bertiga kesini mau ketemu sama Alvin? Jangan harap,” Kata Zevana sinis.
  “Kenapa gak bisa. Emang lo siapa larang larang kita ketemu sama Kak Alvin?” Tanya Agni ketus.
  “Alvin itu milik gue,” Desis Zevana tajam.
  Agni pun merutuki kebodohannya. Agni kan udah tau secara jelas kalau Alvin dan Zevana itu udah pacaran.
  “Orang kok gak tau diri. Apa teror kemarin kemarin itu belum cukup?” Tanya Oik sinis.
  “Oh jadi kalian yang teror Via,” Marah Shilla karena gara gara teror itu semalam Via tak bisa tidur gara gara peneror tersebut mengirimi Via dengan gambar pocong. Ya, Via phobia dengan pocong.
  “Kalau iya kenapa?” Tanya Angel sambil tersenyum sinis.
  “Lo...” Kata Shilla dan hendak melayangkan satu tamparan pedas kepipi mulus dan putih Angel karena bedak yang tebal. Hihihihi.
  “Gue gak suka cewek yang suka kekerasan,” Kata Gabriel dingin sambil mencekal tangan Shilla kemudian menghempaskannya secara kasar.
  “Aw,” Erang Shilla.
  “Pergi lo bertiga dari sini,” Usir Gabriel dingin.
  “Tapi kak ---“ Kata Ify yang terpotong.
  “Gue bilang pergi ya pergi,” Potong Rio. “Oke kalau kalian gak mau pergi biar kita yang pergi,” Sambungnya lalu pergi bersama Alvin, Gabriel dan juga Cakka meninggalkan Ify, Via dan Agni yang terdiam terpaku.
  “Loser,” Desis Dea tajam sebelum ikut meninggalkan Ify, Shilla, dan Agni.
  “Hiks,” Tangis Shilla dan terduduk lemah di lantai koridor kampus yang sudah sepi.
  “Tenang Shill,” Kata Ify tersenyum terpaksa sambil duduk dismping Shilla untuk menenangkan Shilla.
  “Ternyata gue benar benar gak punya kesempatan Hiks.”
  “Gue heran,” Guman Agni.
  “Heran kenapa Ag,” Tanya Ify sambil menatap Agni bingung.
  “Kok kita gak ngerasain kesakitan ya?” Tanya Agni bingung.
  “Iya ya,” Gumam Ify.
  “Udah deh. Gak usah mikirin gituan. Gue mau pulang,” Kata Shilla berdiri dari duduknya dengan air mata yang masih mengalir dipipinya
***
  “Arghhhh,” Geram Cakka sambil merogo kantong celanya. Sepertinya sedang mencari sesuatu.
  “Akhirnya,” Lega Gabriel setelah memakai kalungnya.
  “Sakit ya?” Tanya Alvin dengan muka polos.
  “Ya sakit bego,” Kata Rio geram.
  “Lo enak. Via tadi gak ada. Nah kita. AISHH!!” Kata Cakka Frustasi.
  “Yang sabar Kka. Kita lakin ini demi mereka,” Kata Gabriel lirih.
  “Ya betul kata lo. Karna kita sebagai penghalang mereka bahagia” Kata Cakka sambil tersenyum hambar. “Biarkan mereka bahagia dengan orang yang mereka cintai.”
  =FLASHBACK ON=
  “Uncle kita boleh bertanya?” Tanya Gabriel ke Uncle Albert.
  “Ya tentu saja boleh. Kalian ingin bertanya apa?” Tanya Uncle Albert dan duduk berhadapan dengan The Hits Boys.
  “Apakah kita harus memeluk pasangan kalung kita jika ingin berpisah?” Tanya Rio.
  “Yah tentu saja. Bukannya kalian sudah merasakan akibatnya jika kalian tidak memeluk pemilik pasangan kalung kalian, bukan.”
  “Iya Uncle. Tapi, apakah tidak ada cara lain selain memeluk tapi tidak menyiksa mereka?” Tanya Alvin.
  “Hmm ada. Tapi, kalian yang bakal tersiksa,” Kata Uncle Albert.
  “Apa Uncle?” Tanya Cakka senang.
  “Tapi kalian nanti akan merasakan kesakitan,” Kata Uncle Albert.
  “Tak apa apa Uncle. Asalkan mereka tidak merasakan kesakitan,” Kata Alvin.
  “Lepas kalung kalian apabila berdekatan dengan kalian. Alhasil jika kalian berpisah kalian tidak usah memeluk pemilik pasangan kalung kalian,” Jawab Uncle Albert.
  “Terimakasih Uncle sudah mau memberitahu kami.”
  “Tapi ingat kalian akan merasakan kesakitan apalagi berdekatan langsung dengan mereka,” Kata Uncle Albert memperingati.
  “Apakah selamanya kita akan merasakan kesakitan?” Tanya Gabriel.
  “Tidak. Jika kalian memakai kalung kalian lagi, sakit itu akan menghilang.”
  =FLASHBACK OFF=
***
  “Kak Gabriel... Kak Gabriel..” Gigau Shilla.
  “Yaampun Ag. Gimana nih? Shilla badannya panas banget. Via juga lagi,” Kata Ify yang mulai frustasi. Semenjak kepulangan mereka dari Kampus The Hits Boys Shilla menangis tak henti hentinya dan tak mau makan. Belum lagi Via yang tidak mau makan plus gak mau minum obat yang membuat kepala Ify dan Agni pusing 7 putaran.
  “Kita harus kerumah Kak Gabriel dan Kak Alvin dan paksa mereka kesini,” Jawab Agni.
  “Kalau mereka gak mau, gimana?”
  “Kita bunuh mereka,” Kata Agni nada bercanda.
  “Aishh. Lo gak usah bercanda deh,” Kata Ify.
  “Hehehe sorry Fy. Gue dari tadi stress sih (sama Ag, Yanti juga stress.)” Kata Agni cengengesan.
  “Emang Cuma lo doang yang stress. Gue juga kali,” Kata Ify.
  “berarti kita sama Fy, toast” Kata Agni yang masih mengajak bercanda.
  “AGNI!!!!” Pekik Ify.
  “Yaudah deh, ayo kita kerumah Kak Gabriel dulu,” Ajak Agni yang mulai serius.
  “Terus mereka berdua siapa yang jaga?” Tanya Ify bingung.
  “Gpp kali kalau kita tinggal mereka sebentar,” Kata Agni.
  “Yaudah lest go.”
***
  “Permisi!!!”
  “Hey kalian apa tidak mempunyai jam. Bertamu jam segini,” Maki Pak Satpam rumah Gabriel.
  Ify pun melihat jam yang bertengger di dinding pos satpam rumah Gabriel. Dan tiba tiba saja Ify cengengesan melihat jam yang menunjukkan pukul setengah 1 pagi.
  “Hehehe. maaf Pak. Kita disini Cuma sebentar kok.”
  “Yaudah, mau cari siapa?” Tanya Satpam rumah Gabriel garang.
  “Mau cari Kak Gabriel Pak,” Kata Ify sopan.
  “Tuan muda Gabriel sudah tidur,” Jawab Satpam tersebut.
  “Yaudah Pak bangunin aja,” Kata Ify tanpa dosa.
  “APA kamu bilang!!” Shock satpam tersebut.
  “Kenapa Pak? Kan betul pak kalau tidur ya dibangunin,” Kata Ify gaje dan gak nyambung.
  “Aishh sebaiknya kalian pulang,” Usir satpam tersebut.
  “KAK GABRIEL, KAK GABRIEL,” Teriak Ify dengan suara toanya.
  “Aishh Ify suara lo,” Kata Agni sambil mengusap ngusap telinganya.
  “Diem lo Ag,” Kata Ify.
  “Jangan teriak teriak nanti tuan muda bangun,” Kata Satpam itu galak.
  “Kak GABRIEL KAK GAB---“
  “Ada apa ini?” Tanya Gabriel ke satpamnya.
  “Ini Tuan muda, mereka ingin bertemu dengan tuan muda,” Kata Satpam sambil menunjuk Ify dan Agni.
  “Ada apa?” Tanya Gabriel dingin dan tajam.
  “Nyantai Kak. Kita kesini Cuma mau minta tolong doang kok,” Kata Ify.
  “Minta tolong apa?” Tanya Gabriel dingin.
  “Kak Gabriel sekarang ke rumah gue yah,” Kata Ify memohon.
  “Ngapain gue harus kerumah lo,” Kata Gabriel dingin plus nyolot.
  “Shilla sakit kak. Terus Shilla ngigau nama Kakak,” Kata Agni lirih.
  “APA?” Shock Gabriel.
  “Iya kak. Please datang kerumah gue Kak. Kasian Shilla. dia kangen sama lo,” Kata Ify dengan mata yang mulai berkaca kaca dan tangan ditelangkupkan didada.
  “Oke kita sekarang kerumah lo,” Kata Gabriel saambil mengangguk.
  “Tapi, kita kerumah Kak Alvin dulu.” Kata Ify kemudian. “Soalnya Via juga panas trus ngigau nama Kak Alvin juga,” Tanbah Ify.
  “Oke. Alvin ada didalam kok,” Kata Gabriel. “Ayo masuk.”
  “Gak deh Kak. Gue tunggu disini,” Tolak Agni halus.
  “Ck. Nanti Alvin gak bakal percaya kalau gue yang ceritain,” Kata Gabriel.
  “Hmm oke deh kak,” Kata Ify dan Agni kompak.
***
  “Ayo masuk,” Suruh Gabriel.
  “Maksudnya masuk kamar lo gitu. Aishh Gila lo Kak,” Kata Ify shock.
  “Ya Terus mau gimana lagi Ify. Alvin ada didalam,” Kata Gabriel datar.
  “Ya suruh keluar kek. Masa Iya gue masuk kamar lo,” Kata Agni.
  “Emang kenapa? Pacar lo berdua juga ada didalam kok,” Kata Gabriel sambil membuka pintu kamarnya.
  “Siapa Gab yang teriak teriak diluar. Kayak orang gila aja,” Kata Alvin dengan nada mengejek.
  “Gue kak,” Kata Ify dingin. Mendengar suara yang cukup familiar ditelinga mereka, Rio, Alvin dan Cakka pun menolehkan wajahnya.
  “Kenapa lo bawa kesini mereka sih Gab,” Kata Cakka sambil menunjuk Ify dan Agni.
  “Ya suka suka Kak Gabriel dong. Ini kan rumahnya Kak Gabriel bukan rumah lo. Lagian gue kesini Cuma mau ketemu Kak Gabriel sama Kak Alvin. Gue gak ada urusan sama lo,” Cerocos Ify.
  “Emang kenapa lo mau ketemu gue,” Tanya Alvin.
  “Via sakit kak. Terus ngigau nama lo juga,” Kata Agni.
  “Please Kak datang kerumah gue ya,” Mohon Ify seperti memohon kepada Gabriel. Mata berkaca kaca dan kedua tangan menangkup didepan dada.
  “Beneran? Lo gak bohong?” Tanya Alvin memastikan.
  Ify pun memutar kedua bola matanya malas. Sungguh menyebalkan sekali makhluk yang sedang duduk dipinggir bed itu. “Menurut lo gue datang kesini tengah malam mau main main gitu,” Geram Ify.
  “Oke oke kita sekarang kerumah lo,” Kata Alvin.
  “Yaudah Kak, cap cuss,” Kata Ify senang.
  “Fy, lo gak ngajak kita berdua?” Tanya Cakka.
  “Masalahnya gue butuhnya Cuma Kak Alvin sama Kak Gabriel doang. Lo berdua gak butuh,” Kata Ify.
  “Yah jahat lo Fy,” Kata Cakka dengan mata yang berkaca kaca.
  “Yaapun Kak gak tega gue. yaudah lo ikut,” Kata Ify sambil memutar bola matanya karena gemas melihat sikap Cakka. “Lo kalau kangen sama Agni ngomong dong langsung dong Kak. Gak usah pake acara mohon mohon kerumah gue,” Kata Ify kemudin tersenyum menggoda kearah Cakka kemudian Agni.
  “IFYYYYY. Lo masih mau hidup kan,” Kata Agni dengan dua tanduk yang bertengger dikepalanya.
  “Oke Agni kita lanjutkan nanti ya. soalnya Via sama Shilla dirumah berdua doang,” Kata Ify.
  “Oh iya ya,” Kata Agni sambil menepuk jidatnya. “Yaudah ayo kita pulang,” Seru Agni.
  “Terus gue ditinggal sendiri disini?” Tanya Rio.
  “Terserah lo deh kak mau ikut apa nggak,” Kata Ify.
  “Lo ikhlas nggak?” Tanya Rio yang tiba tiba sinis.
  “Oke deh Kak lo boleh ikut,” Kata Ify manis terpaksa.
  “Yaudah ayo,” Kata Rio sambil merangkul Ify. Ify yang diperlakukan seperti itu salting sendiri.
  “Cih,” Cibir Agni.
  “Kenapa Ag. Iri?” Tanya Cakka.
  “Nggak,” Kata Agni.
  “Bilang aja kalau iri,” Kata Cakka yang inut ikutan merangkul Agni.
***
  “Via,” Lirih Alvin kemudian mengecek panas Via.
  “Yammpun Via panas banget,” Kata Alvin.
  “Anaknya gak mau minum obat Kak. Via Cuma mau ketemu sama Kakak,” Kata Ify.
  “Kakak bangunin aja. Suruh makan. Via jarang makan juga Kak,” Kata Agni. Alvin pun Cuma mengangguk tanda iya.
  “Shilla....” Lirih Gabriel.
  “Kak Gabriel,” Kata Shilla sambil menyentuh wajah Gabriel.
  “Ini beneran Kakak?” Tanya Shilla.
  “Iya Shill,” Kata Gabriel.
  “Kakak beneran pacaran sama Kak Angel,” Tanya Shilla langsung tanpa basa basi sambil menjauhkan tangannya dari wajah Gabriel.
  “Pacaran sama Angel? Lo dapat gosip darimana?” Tanya Gabriel bingung.
  “Gue lihat langsung Kak. Kakak jalan sama Kak Angel terus Kak Angel gandeng tangan Kakak,” Kata Shilla sambil menatap Gabriel dengan tatapan terluka.
  “Oh itu. Itu bukan apa apa kok Shill. Gue, Alvin, Rio sama Cakka dijebak sama teman gue,” Kata Gabriel.
  “Dijebak?” Tanya Shilla yang masih tidak percaya.
  “Yah. Gue lebih tepatnya kita main ToD. Terus kita kalah. Nah tantangannya itu Kita disuruh nembak Dea sama teman temannya atau jalan seharian sama dea dan teman temannya. Ya dengan terpaksa kita milih jalan seharian sama dea cs,” Kataa Gabriel panjang lebar dan tinggi.
  “Beneran?” Tanya Shilla memastikan.
  “Apa perlu gue bawa video CCTV,” Kata Gabriel.
  “hehe gak usah Kak,” Kata Shilla cengengesan. “Tapi, Kok Kakak gak datang ke sekolah gue selama seminggu,” Sambungnya.
  “Sekolah kak Gabriel kali Shill,” Jawab Ify.
  “Diem lo. Gue gak ngomong sama lo,” Kata Shilla tajam yang dibalas cengiran oleh Ify.
  “Kita gak datang ke sekolah elo karena kita kira lo udah meninggal,” Kata Gabriel.
  “Oh. Terus itu berita kakak dapat darimana?” Tanya Shilla.
  “Dari Mister Hermawan. Katanya tempat penyekapan Gue dulu hancur rata. Apalagi ditambah lagi lo keras kepala gak mau keluar,” Kata Gabriel ketus pada akhir kalimat.
  “Hehehe,” Cengir Shilla.
  “Vi, makan ya?” Suruh Alvin.
  “Nggak Kak. Via masih kenyang,” Tolak Via.
  “Yaampun Via, gue sama Ify udah capek capek bawa Kak Alvin kesini lo tetap gak mau makan,” Kata Agni geleng geleng kepala.
  “Iya nih. Sampai sampai gue dikatain orang gila sama Kak Alvin,” Kata Ify manyun.
  “Iya deh iya,” Kata Via sambil mengambil mangkok berisi bubur dari meja.
  “Sini Vi, gue suapin,” Kata Alvin sambil merebut mangkok dari tangan Via.
  “Gak usah K—“
  “Pokoknya gue yang suapin lo. Hakk” Kata Alvin.
  “Ag, Kayaknya Kak Alvin suka sama Via. Terus Kak Gabriel juga suka sama Shilla. Terus........”
  “Gimana sama nasib kita,” Kata Ify dan Agni kompakan.
  “Nasib apaan?” Tanya Shilla bingung.
  “Nasib.... nasib kita berdua besok,” Jawab Agni gugup.
  “Oh, tenang aja. Gue yakin besok pasti berjalan dengan lancar,” Kata Shilla.
  “Ngomong ngomong besok kalian bakal nyanyi lahu itu?” Tanya Via.
  “Yaiyalah, kita kan sehati,” Jawab Ify.
  “Heran gue. Pilih lagu aja menurut keadaan hati,” Kata Via.
  “Iyaa dong Vi. Biar lebih menghayati gitu. Terus bisa menang deh,” Kata Ify.
  “Terus yang nyanyi Dayat doang?” Tanya Shilla.
  “Nggak lah. Duet sama Ify. Seperti biasa,” Kata Agni.
  “Aishh, pasti besok keren banget. Yakin gue,” Kata Shilla.
  “Wah iya dong. Kan besok gue nyanyi,” kata Ify narsis.
  “Emang ada acara apaan sih?” Tanya Gabriel.
  “masa Kakak gak tau. Besok kan ada acara lomba Band SMA sejakarta di kampus kakak,” Jawab Shilla.
  “Gak,” Jawab Gabriel.
  “Kemana aja lo Kak?” Tanya Ify.
  “Kita jarang masuk seminggu ini,” Jawab Rio.
  “Kenapa Kak? Wah kakak sekarang bolosan ya?” Tanya Ify menyelidik.
  “Kita depresi gara gara tau kalian meninggal,” Kata Rio sambil menatap Ify dengan tatapan sakit.
  Hening. Tidak ada yang membuka suara lagi. Mereka tengah terlarut dalam pikiran mereka masing masing.
  “Hmm, Kakak pulang atau bermalam disini?” Tanya Ify membuka kesunyian.
  “Kita bermalam disini aja. Lagian udah jam 3 pagi,” Jawab Gabriel.
  “Yaudah kakak Tidur disana aja,” Kata Ify menunjuk dua rangjang yang sebenarnya adalah rangjang Ify dan Agni. “Biar gue tidur sama Via terus Shilla sama Agni,” Tambahnya kemudian diangguki setuju oleh The Hits Boys.
***
  Jam setengah 4 Ify terbangun dan berjalan kekamar mandi. Sewaktu Ify kekamar mandi Alvin jatuh dari tempat tidur dan naik ketempat tidur Ify dan Via tanpa ia sadari. Ify pun keluar dari kamar mandi dan berjalan tidur ketempat Alvin semula. Sehingga alvin dan Ify bertukar tempat tidur.
  Jam 4 kurang 15 menit Gabriel terbangun dengan mata terpejam mencari hpnya yang ia geletakkan di meja belajar Ify. Tapi tanpa ia sadari ia malah berbaring disamping Shilla. Agni yang merasakan kesempitan pun terbangun dan tanpa ba bi bu lagi berpindah tempat tidur disamping Cakka.
***
Ify membuka matanya karena menyadari ada tangan yang melingkar di pinggangnya dari belakang. ‘Tumben Via meluk gue,’ Batin Ify kemudian berbalik badan. “Huwaaaaaaaaaaaaa,” Teriak Ify saat melihat wajah Rio dekat dengan wajahnya.
Mendengar teriakan Ify semua orang yang ada disitu terbangun. Dan tiba tiba layaknya paduan suara, Via, Agni dan Shilla ikut ikutan berteriak kompak. “Ahhhhhhhhhhhh” Teriak Via, Agni dan Shilla kompak.
“Kakak Apain gue,” Kata Shilla dan menjauh dari Gabriel.
“Huwaa Kak Alvin gak apa apain gue kan?” Tanya Via dengan mata yang mulai berkaca kaca.
“Gue gak apa apain lo kok Vi. Sumpah? Gue juga gak tau kalau gue udah disini.”
“Kok gue bisa ada disini sih. Perasaan tadi pagi gue tidurnya bareng Via deh,” Kata Ify mulai ketakutan.
“Kak Cakka lo kenapa bisa disini?” Tanya Agni.
“Seharusnya yang nanya itu gue, kenapa lo bisa tidur disini?” Tanya Cakka heran.
“Terus sekarang gimana dong?” Tanya Agni ketakutan.
“Hiks.....” Tangis Shilla.
“Oke kita bakal nikahin kalian sekarang,” Kata Gabriel tegas dan diangguki setuju oleh Rio, Alvin dan juga Cakka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar