Selasa, 08 Maret 2016

Obligatie Part 4

“Nanti kita ke mall yok,” Ajak Shilla ke para sahabatnya yang sedang berjalan dikoridor sekolah menuju gerban sekolah.
“Ngapain Shill. Enakan juga tidur dirumah,” Kata Ify.
“Ya shoping lah.”
“Gue lagi malas Shill,” Kata Agni.
“hmm, iya Shill. Gue mau istirahat,” Kata Via dengan wajah lemas. “Kapan kapan aja ya Shill,” Tambahnya.
“Oke deh,” Kata Shilla tersenyum. “Lagian gue lagi bokek,” Tambah Shilla disertai cengiran khasnya.
“Terus ngapain lo ngajakin ke mall kalau lagi bokek,” Tanya Agni
“hmm, jalan jalan aja. Sekalian cuci mata juga gitu,” Kata Shilla ditambah cengiran.
“Kalau mau dicuci, ya jangan ke mall dong Shill. lebih baik ke loundry aja,” Kata Via.
“hahaha” Tawa Ify. “Betul banget tuh kata Via,” Kata Ify di sela sela tawanya.
Shilla pun manyun dan melipat tangannya didadanya.
“Yaelah neng Shilla jangan manyun. Nanti Bang Gabriel gak cinta lagi lo,” Kata Agni menahan tawanya.
“AGNI” Pekik Shilla dan berlari menguber Agni yang sudah berlari duluan.
“Yah kita ditinggal,” Kata Via.
“Eh, Vi kok kalung gue bersinar ya?” Tanya Ify sambil memperlihatkan bandul kalungnya yang bersinar.
“Sama gue juga,” Kata Via yang juga memperlihatkan bandul kalungnya.
“Ada apa ya?” Gumam Ify bingung.
“Gue juga gak tau Fy,” Jawab Via.
“Felling gue berkata kalau ini adalah bertanda bahaya,” Kata Ify.
“Lo jangan ngomong gitu dong Fy,” Kesal Via. “ Mudah mudahan ini bukan bertanda apa apa.”
“Semoga aja,” Kata Ify.
***
“Agni mau lari kemana lo,” Teriak Shilla yang terus berlarian memburu Agni.
“cie cie neng Shilla,” Goda Agni sambil menjulurkan lidahnya ke Shilla.
“AGNI” Pekik Shilla.
“BRUKK” Tiba tiba Agni menabrak orang. “KYAAA” Agni pun oleng. Dia yakin pasti bokongnya terlebih dahulu akan mencium lantai yang dingin dan keras itu. Dan pastinya menjadi tontonan gratis bagi teman temannya yang masih berada di lobby sekolah. Agni pun pasrah dan menutup matanya.
Agni bingung. Kenapa dia tidak merasakan kesakitan. Seharusnya dia sudah jatuh karena gaya gravitasi yang pasti menyambutnya dengan senang hati. Agni juga merasakan sepasang tangan yang melingkar dipinggangnya. Agni pun mencoba membuka matanya. Dan yang pertama kali dilihatnya adalah sepasang mata coklat yang menurutnya sangat indah. ‘DEGH’ jantung Agni bekerja lebih cepat dari biasanya. Apalagi pemilik sepasang mata indah itu menatapnya dengan tatapan lembut yang menyejukkan.
“OMG!!” Pekik Via yang baru saja datang bersama Ify.
Agni pun tersadar dan segera melepas tangan yang melingkar dipinggangnya.
“Maaf,” Kata Cakka dingin yang ternyata pemilik sepasang mata coklat yang indah itu.
“Makasih Kak,” Kata Agni menunduk menyembunyikan kesaltingannya.
“Yah, elo sih Vi. Lagi seru serunya lo datang teriak teriak,” Kata Shilla jengkel.
“Gue kan shock Shill,” Kata Via.
“Yaudah pulang yok,” Ajak Ify dengan wajah malas dan sepertinya memikirkan sesuatu dan berjalan duluan meninggalkan lobby.
“Fy,” Panggil Agni yang sudah mengendalikan kesaltingannya.
“Hmm” Balas Ify dan berhenti dengan malas.
“Lo mau kemana?” Tanya Shilla.
“Gue mau pulang,” Kata Ify dan melanjutkan perjalanannya
“Fy, ada Kak Rio disini,” Kata Shilla.
Ify pun berhenti dan menatap Rio sayu.
“Udah deh Fy. Lo gak usah mikirin tentang kalung itu,” Kata Via.
“Gimana gue gak mikirin. Feeling gue gak enak Vi.”
“Itu kan Cuma feeling lo doang kan.”
“Bukannya selama ini lo selalu percaya sama feeling gue kan dan feeling gue gak pernah salah Vi,” Kata Ify frustasi.
“Sebenarnya ada apaan sih?” Tanya Agni bingung.
“Kalung gue sama Via tadi bersinar. Menurut feeling gue ada bahaya yang mengancam kita,” Kata Ify.
“Yaudah kita sekarang kerumah Uncle Albert,” Kata Rio.
***
“Ada apa kalian kesini?” Tanya Uncle Albert.
“Tadi kalung Via dan Ify bersinar Uncle. Itu tandanya apa ya Uncle?” Tanya Rio.
“Bila kalung-kalung tersebut bersinar berarti kalian berada dalam bahaya,” Kata Uncle Albert.
“Benar kan feeling gue,” Kata Ify.
“kaum hitam tadi berada disekitar kalian,” Kata Uncle Albert.
“Terus kita harus gimana Uncle?” Tanya Cakka.
“Untuk sementara ini kalian harus berhati hati dan saling menjaga.”
“Berarti kita harus terus bersama dong,” Kata Via.
“Itu terserah kalian.”
“Uncle Albert belum dapat petunjuk ya?” Tanya Ify.
Uncle Albert pun Cuma menggeleng.
“Baiklah Uncle kita pamit pulang dulu,” Pamit Alvin mewakili.
“Iya,” Kata Uncle Albert menganggukkan kepalanya. “Dan ingat kalian harus saling menjaga,” Peringat Uncle Albert.
“Baik Uncle” Kata mereka dan keluar dari rumah Uncle Albert.
“Besok kita akan datang kesekolah kalian,” Kata Alvin dingin.
“Ngapain lagi Kak?” Tanya Via.
“Apa lo lupa perkataan Uncle Albert tadi,” Kata Alvin dan menatap Via sinis.
“Iya Kak,” Kata Via menundukkan wajahnya.
“Kalau lo berempat ke sekolah kita tiap hari, terus kuliah lo pada gimana?” Tanya Agni.
“Kita bisa ambil kuliah sore,” Jawab Cakka. “Terus sore hari gantian kalian ke kampus kita,” Tambahnya.
“APA?”
“Gila lo! Ogah!” Tolak langsung Ify.
“Terus lo maunya gimana?” Tanya Rio.
“Gue maunya gak usah datang di kampus lo.” Kata Ify lirih. “Cari mati,” Gumamnya.
“Maksud lo?” Tanya Rio yang mendengar gumaman Ify.
“Hah?”
“Maksud lo cari mati, apa?”
“Hmm, gue takut digorok sama fans fans lo yang ada disana,” Kata Ify bergidik ngeri. Membayangkan saja membuat ify bergidik, apalagi kalau beneran. Bisa mati dirinya!.
“Gak bakal mereka gorok lo.”
“Emang sih mereka gak bakal gorok gue. Tapi, tatapan mereka ituloh buat gue risih sendiri.”
“Cuek aja kali.”
“Gue gak bisa. Apalagi kata kata mereka yang ngomong kalau gue itu ganjen sama lo. Kuping gue panas coy” Kata Ify emosi.
“Terus mau lo apa sekarang?” Tanya Rio dingin.
“Kita gak usah saling ketemu lagi” Kata Ify lirih. Sungguh berat dirinya mengucapkan kata kata itu. Entah seperti ada sesak didadanya setelah mengucapkan kata kata tersebut.
Rio yang mendengar perkataan Ify merasa hatinya seperti dihujami beribu bahkan ratusan ribu paku. Sakit. Itu yang dirasakannya. Kenapa? Dia pun tidak tau penyebabnya. Yang dia rasakan hanyalah tidak ingin berpisah dengan Ify dan ingin selalu melindunginya.
“Maksud lo apa hah?” Tanya Rio dingin dengan tatapan tajam sambil mengunci gerakan Ify di tembok rumah Uncle Albert.
Ify yang dikunci oleh Rio hanya meneguk salivanya karena ketakutan yang melihat tatapan Rio yang mematikan dan ditambah lagi jarak mereka hanya 20 cm.
“Gue gak mau dikata katain seperti cewek ganjen yang selalu deketin elo. Gue juga punya harga diri,” Kata Ify yang berani membalas tatapan tajam Rio.
Ify masih ingat betul peristiwa seminggu yang lalu. Seniornya dari universitas rela datang ke sekolahnya hanya untuk melabraknya dan sahabat sahabatnya. Ditambah dengan kata kata pedas seniornya membuat hatinya sakit.
=FLASHBACK ON=
“Heh lo para cewek cewek ganjen. Jangan pernah sekali sekali lo deketin The Hits Boys. The Hits Boys itu milik kita” Kata Dea salah satu most wanted di VINCOW INTERNASIONAL University yang merupakan satu yayasan dengan sekolahnya. Dia bersma dayang dayangnya yaitu Angel, Zevana dan Oik menghadang perjalanan Ify, Via, Shilla dan Agni di koridor sepi.
“Maksud Kakak apa ya?” Tanya Shilla mencoba sopan kepada seniornya.
“Alah gak usah pura pura gak tau lo. Lo berempat kan yang deketin The Hits Boys!” Kata Zevana dan menunjuk muka Ify, Via, Shilla dan Agni. “Dasar ganjen!” Tambahnya dengan tatapan menjijikkan
“Kita gak pernah deketin The Hits Boys dan tutup mulut lo itu. Kita gak ganjen,” Marah Ify.
“Terus menurut lo The Hits Boys gitu yang deketin lo berempat. Jangan mimpi lo,” Kata Dea meremehkan. “Terus kalau bukan ganjen apa? M*r*h*n gitu.” Kata Dea disambut dengan tawa para dayangnya. “Oops kecoplosan,” Kata Dea sambil membekap mulutnya disertai dengan senyum sinisnya.
“Lo” Geram Agni hendak menampar Dea. Tapi ditahan oleh Via.
“Biarin Ag, nenek lampir itu bukan ngatain kita tapi ngatain dirinya sendiri” Kata Via melirik Dea beserta dayang dayangnya dengan tatapan sinis.
“Apa lo bilang?” Kata Zevana emosi dan maju ke Via.
“Kenapa Kak?” Tanya Via dengan mimik wajah polos.
“Awas lo ya” Kata Zevana menunjuk muka Via.
“Gue peringati sekali lagi ya, jangan pernah lo deketin The Hits Boys lagi. Atau lo ingin hidup lo menderita” Kata Oik memperingati.
“Ayo guys kita pergi” Kata Angel yang melihat Guru BP berjalan kearah lorong tempat mereka.
“Ingat itu,” Kata Dea dan meninggalkan Ify, Via, Shilla dan Agni.
=FLASHBACK OFF=
“Siapa yang ngatain lo gitu. Bilang sama gue” Kata Rio dingin.
“Fans lo.”
“Siapa?”
“Gue gak tau,” Kata Ify berbohong.
“Oke, mulai detik ini lo jadi pacar gue.”
“Apa? Maksud lo?” Tanya Ify shock.
“Lo gak mau kan dikatain katain seperti itu.”
Ify pun Cuma mengangguk bingung akan hubungan pacar dengan kata kata menyakitkan itu.
“Cuma itu caranya agar lo gak dikata katain seperti itu.” Kata Rio dan menjauh dari Ify.
Ify bingung. Disatu sisi dia takut diapa apain oleh seniornya dan disisi lainnya Ify senang bisa berpacaran dengan manusia es yang selalu memeluknya itu. Ya, walaupun bukan real sih. Tapi, toh bisa membuat hatinya berbunga bunga.
“Terserah lo deh kak,” Kata Ify jutek.
“Yaudah kita pulang” Ajak Cakka dingin.
*****
“Eh Ag, sepertinya tu cowok ngikutin kita deh,” Bisik Ify ke Agni. Ify juga melihat kalungnya bersinar dari balik bajunya walaupun terliat samar. Begitu juga dengan kalung Via yang berada diluar bajunya.
Bel istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu. Saat ini Ify, Via, Shilla dan Agni sedang berjalan menuju kantin. Tetapi, perasaan Ify dari tadi tidak enak. Ditambah lagi seorang cowok selalu mengikuti langkahnya dari belakang.
“Hmmm, menurut gue sih gitu,” Kata Agni berbisik ke Ify.
“Eh guys, berhenti dulu,” Kata Ify dan menarik sahabat sahabatnya untuk berdiri di pinggir. Dia hanya ingin membiarkan cowok itu berjalan duluan.
“Kenapa sih Fy?” Tanya Shilla bingung.
“Gak apa apa kok. Kita duduk disini dulu ya. Capek gue,” Kata Ify lalu duduk dikursi yang disediakan disetiap koridor sekolahnya.
“Yaelah Fy. Bentar lagi kita udah sampe dikantin,” Kata Via.
“Apa jangan jangan lo siapin mental dulu ya ketemu sama pacar baru lo,” Kata Shilla menggoda Ify.
“Gak lah,” Kata Ify melirik cowok yang mengikutinya dari tadi. Cowok itu akan berjalan melewatinya.
“Alah ngaku aja deh lo Fy,” Kata Via kemudian mencolek dagu Ify.
“Auww,” Rintih Via sambil memegang dadanya. Tiba tiba saja dada Via terasa sakit ketika cowok yang mengikuti mereka tadi menarik kalung Via.
Melihat itu Ify pun langsung memburu cowok tersebut diikuti Agni dibelakangnya. Sedangkan Shilla menolong Via yang kesakitan.
“Shill, tolongin gue,” Kata Via menahan sakitnya dan terus memegang dadanya.
“Gue harus tolongin lo gimana Vi,” Kata Shilla yang mulai ketakutan.
“Shill gue udah gak kuat,” Kata Via kemudian pingsan.
“Vi, Vi, Vi, bangun Vi,” Kata Shilla sambil menepuk nepuk pipi Via.
“Eh tolongin gue,” Kata Shilla meminta tolong kepada orang yang lewat. Tak terasa air matanya menetes. Dia takut kehilangan Via.
***
“Mau lari kemana lo,” Kata Ify tersenyum sinis melihat cowok tersebut yang tidak bisa berlari kemana mana lagi.
“Kembaliin kalung teman gue,” Kata Agni geram.
“Lo mau kalung ini,” Kata cowok tersebut. “Langkahin dulu mayat gue,” Kata Cowok tersebut memandang remeh Ify dan Agni.
“Emang gue takut. Sini lo kalau berani,” Kata Ify.
Cowok tersebut pun mulai melawan Ify dan Agni. Ify dan Agni yang emang bisa berbela diri pun melawan cowok itu dengan baik.
Cowok tersebut pun jatuh tersungkur ditanah karena tendangan Agni diperutnya. Cowok tersebut tidak menyangka kalau lawannya sungguh tangguh ditambah dua orang yang melawannya. Mungkin kalau Cuma seorang yang melawannya dia takkan tersungkur di tanah.
“Mana kalung sahabat gue,” Kata Ify sambil menghapus darah yang mengalir dari hidungnya gara gara kena bogeman cowok itu.
“Jangan harap gue mau kasih tu kalung,” Kata cowok tersebut sambil tersenyum sinis.
“BUGH” Pukul Agni tepat diwajah cowok tersebut. Agni yang geram dengan cowok tersebut pun memukuli cowok tersebut berulang berulang kali.
“Stop Ag,” Kata Ify menghentikan Agni. Sebenarnya Ify kasihan dengan cowok tersebut yang sudah tak berdaya.
Ify pun mencari kalung via di saku baju dan celana cowok tersebut. Akhirnya Ify pun menemukan kalung Via di saku celana bagian belakang cowok tersebut.
“Kalau sampai terjadi apa apa sama sahabat gue, lo bakal mati di tangan gue,” Kata Agni sebelum meninggalkan cowok tersebut. Sedangkan Ify udah berlari duluan mencari Via sebelum sahabatnya itu kenapa kenapa.
***
“Ishh, kemana sih tu cewek cewek,” Kesal Alvin. Sedari tadi dia terus kepikiran Via. Perasaannya tiba tiba tidak enak.
“Emang kenapa sih Vin?” Tanya Gabriel bingung melihat sahabatanya duduk dengan tidak tenang.
“Perasaan gue gak enak,” Kata Alvin resah.
“Sejak kapan seorang Alvin Sandro Tyohan memiliki perasaan gak enak. Apalagi kepada wanita,” Ejek Cakka.
Alvin pun menatap tajam Cakka. Sedangkan Cakka yang ditatap seperti itu bertingkah biasa saja.
“Sejak kapan seorang Cakka Samuel Keidolf menatap orang dengan tatapan lembut. Apalagi dengan seorang wanita,” Kata Alvin meniru perkataan Cakka sambil memperlihatkan senyuman sinisnya.
Cakka pun menatap Alvin dengan tatapan tajam pula.
“Kita sama saja bro,” Kata Alvin tersenyum miring dan beranjak dari duduknya.
“Lo mau kemana Vin?” Tanya Rio.
“Gue mau kekekas mereka,” Kata Alvin kemudian meninggalkan sahabat sahabatnya menuju kelas XI-IPA 1.
Rio, Gabriel dan juga Cakka pun mengikuti Alvin.
“Mau cari siapa Kak?” Tanya seorang cewek dengan suara yang sengaja dimanis maniskan.
“Via,” Kata Alvin dingin.
“Via gak ada dikelas kak,” Kata cewek tersebut.
“Dimana?”
“Aku gak tau kak. Lebih baik kakak disini aja nungguin Via,” Kata cewek tesebut sambil tersenyum.
“Eh, ada yang punya nomor ambulans rumah sakit gak?” Tanya seorang cowok dengan nafas ngos ngosan.
“Emang siapa yang mau dibawa ke rumah sakit?” Tanya salah seorang cowok yang duduk di pojok kelas.
“Via. Kayaknya tuh anak kritis deh. Daritadi pingsan gak bangun bangun. Terus nadinya tambah lemah aja.”
“Terus sekarang Via dimana?” Tanya Alvin tiba tiba.
“Di UKS kak.”
Alvin pun langsung berlari ke UKS diikuti Rio, Gabriel dan Cakka.
***
“Vi bangun Vi” Kata Shilla di sela sela tangisnya. Kata teman sekelasnya tadi nadi Via tambah lemah. Dia takut kehilangan Via, sahabatnya.
“Via mana?” Tanya Alvin saat tiba di pintu UKS dengan nafas ngos ngosan.
“Via,” Kata Alvin lemah ketika melihat Via berbaring tidak berdaya. Alvin pun menghampiri Via.
“Via kenapa Shill.” Tanya Alvin dingin.
“Kalung Via tadi diambil sama orang Kak,” Kata Shilla disela sela tangisnya.
“Kenapa lo gak ngomong sama gue Shill?” Tanya Alvin membentak.
“Hiks, gue gak kepikiran Kak,” Kata Shilla.
“Arghhh” Geram Alvin sambil mengacak ngacak rambutnya frustasi.
“Udah Vin. Lo jangan emosi,” Kata Gabriel menenangkan.
“Ify sama Agni mana Shill?” Tanya Rio.
“Gak tau Kak. Tapi kemungkinan besar mereka mengejar cowok yang ngambil kalung Via.”
“Apa?”
“Cuma mereka berdua,” Kata Cakka.
Shilla pun menganggguk.
“Ck,” Decak Cakka dan berjalan keluar UKS. Tapi, langkahnya terhenti ketika Ify memasuki ruangan UKS bersama dengan Agni.
“Via, mana Via?” Tanya Ify dan melangkah mendekati Via ketika matanya menangkap keberadaan Via.
Ify pun langsung memakaikan kalung tersebut keleher Via. Seketika kalung tersebut bersinar dan sinar tersebut langsung masuk kedalam ditubuh Via. Beberapa detik kemudian Via pun tersadar.
“Gue dimana?” Tanya Via lemah.
“Lo di UKS Vi,” Kata Ify.
“Hidung lo kok berdarah sih Fy?” Tanya Via.
“Iya Fy, hidung lo berdarah,” Kata Shilla.
“Sialan,” Kata Ify dan menghapus darah yang mengalir dihidungnya.
“Hidung lo gak patah kan Fy,” Tanya Agni sambil menahan ketawanya.
“Gak lah,” Kata Ify jutek sambil menghapus darah yang terus keluar dari hidungnya menggunakan tissue.
“Nih lo kompres tu hidung lo,” Kata Shilla sambil meyerahkan kain yang dibaluti es batu.
Ify pun menerima kain tersebut dan duduk di disamping Gabriel kemudian mengompres hidungnya.
“Lo habis ngapain?” Tanya Gabriel.
“Hah,” Kata Ify tak mengerti maksud Gabriel.
“Kenapa hidung lo bisa berdarah?” Ralat Gabriel.
“Gue habis berantem. Terus hidung gue kena bogem,” Kata Ify.
“Kok bisa sih hidung lo kena bogem?” Tanya Shilla.
“Gara gara Agni noh,” Kata Ify sambil menggeletakkan kain untuk mengompres hidungnya di meja. “Agni kan mau dibogem sama tuh cowok. Eh, Agninya bungkuk. Jadinya yang kena gue deh,” Cerita Ify.
“Hahaha. Sorry Fy. Gue kira lo bisa ngehindar,” Kata Agni sambil tertawa.
“Kalau gue bisa menghindar pasti hidung gue gak gini,” Kata Ify manyun.
“Manyun terus. Tambah jelek lo,” Kata Via cekikan.
“Biarin gue jelek. Kenapa lo yang pusing,” Kata Ify sambil melipat tangannya didada.
“Udah deh Fy, gak usah marah dong.”Kata Agni yang duduk di bed UKS bersama Shilla dan juga Via .
“Hmm...” Kata Ify.
“Kenapa Fy?” Tanya Shilla.
“Gak jadi deh,” Kata Ify kemudian menutup wajahnya menggunakan bantal sofa.
“Emang siapa sih yang ngambil kalung Via?” Tanya Alvin.
“Gue juga gak tau Kak,” Kata Agni.
“Lo kenal gak Vi sama tu cowok?” Tanya Shilla.
“Gak,” Kata Via sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
“Terus siapa dong,” Kata Shilla sambil memegang dagunya.
“Hmmm, Kak Ify tidur ya?” Tanya Agni.
“Sepertinya,” Kata Gabriel setelah melihat Ify yang sepertinya tertidur.
“Yaelah Ify Ify genting genting gini malah tidur,” Kata Shilla sambil geleng geleng kepala.
“Capek kali Shill. Biarin aja,” Kata Via.
“Aren't you somethin' to admire, cause your shine is somethin' like a mirror. And I can't help but notice, you reflect in this heart of mineIf you ever feel alone and the glare makes me hard to find. Just know that I'm always parallell on the other side” Nyanyi Ify. “Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul...” Lanjut Ify tapi terpotong. “Loh kok mati sih,” Kata Ify dan meletakkan bantal sofa yang dibuat penutup wajahnya di lantai.
“Yah headsetnya rusak,” Kata Ify sambil membuang headsetnya sembarangan.
“Kak Cakka mana headset gue,” Kata Ify ke Cakka.
“Headset apaan?” Tanya Cakka.
“Headseat gue yang lo ambil dulu.”
“OH. Dirumah.”
“Ck. Terus sekarang gue pake apa dong,” Kata Ify cemberut.
“Fy” Panggil Shilla.
“hmm,” Kata Ify tetap cemberut.
“Tadi lo tidur atau nggak?” Tanya Shilla.
“Nggak,” Kata Ify.
“Terus lo tadi ngapain?” Tanya Shilla.
“Headsetan” Kata Ify.
“Ya ampun Ify kita disini pusing nyari siapa tuh cowok, eh lo malah headsetan,” Ngomel Shilla.
“Ngapain lo pusing pusing nyari siapa tu cowok. Tu cowok kan termasuk kaum hitam,” Kata Ify.
“Jadi, lo udah tau siapa tuh cowok,” Shock Agni. “Kenapa lo gak ngomong dari tadi sih Fy,” Kesal Agni.
“Lo nggak nanya sih,” Kata Ify memasang wajah polos.
“Bugh” Via, Shilla dan Agni langsung melemparkan bantal ke wajah Ify.
“Wah ngajak ribut lo pada,” Kata Ify dan langsung melemparkan bantal bantal ke wajah Via, Shilla dan Agni.
Terjadi acara lempar lemparan bantal antara Ify, Via, Shilla dan Agni sehingga menimbulkan keributan tersendiri yang membuat The Hits Boys kesal karena mereka tidak menyukai keributan dan tawa kebahagian yang membuat mereka naik darah seketika. Bisa bisanya mereka tertawa bahagia disaat saat bahaya seperti ini. Apakah mereka tidak mengetahui betapa khawatirnya The Hits Boys ketika mereka tidak datang datang juga ke kantin.
“Bisa diam gak sih,” Bentak Rio dengan mata berkilat kilat marah.
Seketika Ify, Via, Shilla dan Agni menghentikan aktivitas lempar lemparan bantal.
“Kenapa sih Kak?” Tanya Ify bingung.
“Gue gak suka keributan. Jadi, lo semua bisa diam gak,” Kata Rio dingin.
Ify, Via, Shilla dan Agni pun diam. Bermaksud tidak ingin membuat empat manusia es itu marah. Jujur mereka takut. Apalagi tatapan dingin dan marah yang muncul dimata mereka.
Ify yang duduk disamping Gabriel pun bisa merasakan hawa panas disekitarnya. Ada apa dengan keempat pemuda ini. Kenapa mereka marah hanya karena tidak menyukai keramaian. Kalau misalnya keempat pemuda ini marah gara gara hal tersebut, gak mungkin mereka mau datang kekantin dan datang kepesta teman mereka minggu lalu walaupun tidak jadi sih. Menurut Ify keempat pemuda ini marah bukan hanya gara gara keramaian yang diciptakannya bersama sahabat sahabatnya. Sepertinya, ada hal lain yang membuat mereka marah. Tapi, Ify sendiri pun tidak tahu.
“Kak, kita mau balik. Bentar lagi bel masuk,” Kata Shilla membuka suara.
“Sini lo,” Kata Gabriel dingin dan mentap Shilla dengan tatapan tidak bersahabat.
Setelah Gabriel, Rio, Alvin dan Cakka memeluk Shilla, Ify, Via dan Agni mereka pun meninggalkan UKS. Tapi, sebelum keluar dari UKS alvin berpesan.
“Jangan lupa nanti langsung datang ke kampus gue,” Pesan Alvin kemudian meninggalkan UKS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar