Selasa, 11 Agustus 2015

Aishh perasaan gue nano nano banget (CRAG SISA)



            Tittle   : Aishh Perasaan Gue Nano Nano Banget
            Cast    :
|Ify Alyssa|
|Rio stevadit|
|Sivia Azizah|
|Alvin Jo|
|Ashilla Zee|
|Gabriel Stevent|
|Agni Tri Nubuwati|
|Cakka Nuraga|
            Genre : Nano Nano


Kenalin nama gue Ify Ayssa. Gue itu orangnya cantik, imut, manis, pokoknya kaya nano nano deh*ehhabaikaan*.  Gue punya pacar namanya Rio Stevadit. Orangnya itu beuhhh keren banget. Apalagi kalau pas senyum, mmm gue terasa terbang sampai ke Pluto. Aishh Rio I love You.
            Hari ini gue sama Rio berencana buat jalan jalan dipasar malam. Mumpung lagi malming coy. Lo tau, gue seneng banget. Yaiyalah gue seneng banget, kan jalan sama hunny banny sweaty prince handsome gue Rio. Selain itu guys, selama 1 bulan gue sama Rio break buat mempersiapkan UN SMA kita. Ya walaupun kita break, kita tetap belajar berduaan loh. Bhakk. Aneh ya. Harap maklum aja. Gue gak bisa pisah lama lama sama prince terkeren gue. Oke Fix, balik kepasar malam. Saat ini gue sama Rio lagi jalan jalan myter myter pasar malam. Yah, sekalian cuci mata liatin cowok cowok ketjeh. Tapi, jangan jangan bilang sama Rio ya, gue begal lo. Hehehe bercanda kok. Maksud gue, cuci mata liatin keramaian pasar malam yang dipenuhi sama penjual, dan makhluk makhluk kasar maupun halus. Hemm, capek berjalan keliling pasar maam, akhirnya gue sama Rio mutusin makan nasi goreng dtemani keramaian dan sinar gemerlap lampu warna warni didepan toko nasi goreng. Lo tau gue sama Rio makannya sepiring berdua. Kalian jangan mikir ya kalau Rio itu kere. No, Rio itu kaya banget. Dia itu anak pengusaha terkenal se-RT nya. Selain itu, 1 porsi itu banyak banget. Cukup deh buat gue makan sama ketiga sohib gue disekolah. Via, Shilla dan Agni. Ngomong ngomong mereka kemana ya? Padahal kita udah janjian buat jalan jalan bareng. Tapi, tenang aja mereka gak bakal ganggu gue sama Rio. Mereka kan datang sama pacar mereka masing masing.
            “Woy,” Teriak Cakka didean gue sama Rio. Karena kaget akhirnya gue semprotin tuh nasi goreng yang ada dimulut gue ke bajunya. Jadi, buat Cakka jangan marah ya. Ini salah lo tauk.
            “Huaa Ify baju gue kotor tauk,” Maki Cakka mencak mencak.
            “Salah lo sendiri. Lagian orang makan lo kagetin,” Marah Agni. Nah lo, Agni aja belain gue daripada pacarnya. Haha lo emang sohib sejantung gue deh.
            Mendengar itu Cakka pun merengut sebal. Cakka pun mengambil air yang disodorin sama my prince. Dengan kesal Cakka membersihkan kotoran di bajunya. Rasanya gue pingin ngakak liat ekspresi Cakka. mulut yang dimonyongin kedepan terus tu mulut ngedumel mulu. Gue aja bingung tuh Cakka baca mantra apa ya?
            “Sorry ya Kka. Gue kagak sengaja,” Mohonku dengan watados. Kulihat Cakka mengangguk walaupun kelihatannya gak ikhlas.
            “kalau maafin orang itu yang ikhlas,” Sindir Agni.
            “Gue ikhlas kok,” Kata Cakka.
            “Masa? Ulangi,” Perintah Agni.
            “Iya Ify gue maafin,” Kata Cakka dengan senyum terpaksanya. Gue, Rio, Via, Alvin, Shilla dan juga Gabriel pun ngakak bersama. Haha suami suami takut istri. Tapi kan, meraka belum nikah. Hmm, pacar pacar takut pacar. Hadeh pusing kepala gue.
            “Yaudah, ayo kita jalan jalan,” Seru Shilla semangat. Gabriel yang ada disampingnya sepertinya cemas gitu. Gimana gak cemas, pasti Shilla minta dibeliin baju dan membuat Gabriel harus meratapi dompetnya nanti.
***
            “Yaampun ini keren banget,” Kata Shilla mengambil baju berwarna pink dengan gambar menara eifel di bagian depan baju itu. “Eh kita beli kembaran yok. Ify yang warna biru, Via warna hijau, Agni yang warna putih,” Kata Shilla sambil menunjuk satu persatu baju yang disebutkan.
            “Oke oke gue setuju. Kita pakai buat acara perpisahan sekolah minggu depan,” Kata Via senang. Tiba tiba Agni menjitak kepala Via. “Auw,” Erang Via sambil memegang kepalanya.
            “Emang lo pikir kita ke acara perpisahan pake baju biasa gitu. Pake kebaya odong,” Kata Agni sadis. Maklum Agni kalau ngomong itu nyablak pake B.G.T. Tapi gue, Shilla dan juga Via itu gak pernah sakit hati kalau Agni ngomong seprti itu. Ya karena sifat Agni. Yaiyaah kita kan sohib’an sebelum kita kita ini dibuat.
            “Hehe,” Cengir Via.
            “Jadi gak?” Tanya Shilla.
            “Jadi dong,” Kata Via dan Ify kompak sedangkan Agni Cuma mengangguk malas. Mugkin masih emosi kali ya.
            Shilla pun memanggil mbak mbak penjaga. Shilla menyuruh mbak itu untuk membungkus keempat baju itu lalu memanggil Gabriel yang ada diluar menunggu bersama Rio, Cakka dan Alvin.
            Gue, Shilla, Via dan Agni pun keluar karena Gabriel yang tadi dipanggil Shilla gak muncul muncul juga. Ya sekalian Gue, Agni dan Via minta dibayarin sama pacar masing masing. Dan lo tau. didepan mata gue lihat Rio, Alvin, Cakka dan Gabriel  lagi duduk sama cewek cewek yang menurut gue centil banget. Dan kalian tau respon keempat cowok ketjeh itu? Mereka tenang tenang aja. Malah kayak kesenangan gitu. Akhirnya karena emosi gue keluarin uang bergambar Soekarno/Hatta dari dompet gue dan membayar baju baju itu. Agni yang sepertinya cemburu habis pun ingin menghampiri Cakka. Tapi, Shilla menahannya. “Kita pergi dari sini aja,” Kata Shilla datar. Akhirnya kita memutuskan meninggalkan keempat cowok keren itu dengan tidak rela.
***
            Untuk menghilangkan gondok di rusuk eh maksudnya didada, gue sama sohib sohib gue pun langsung jalan jalan melihat aksesoris yang menurut Shilla ‘AMAZING’. Gue yang gila dengan aksesoris pun membeli bermacam macam aksesori. Cuma Agni yang gak membeli. Hmm, Agni gak doyan yang ginian soalnya.
            Tiba tiba Shilla menabrak seorang cowok sehingga semua belanjaan Shilla jatuh. Shilla dan cowok tersebut pun memunguti belanjaan Shilla. Tanpa sengaja cowok tersebut memegang tangan Shilla. Shilla yang kaget pun mendongak. Dan lo tau mereka tatap tatapan coy. Apalagi didukung dengan backsoun lagunya Rhoma Irama yang berjudul pertemuan yang tak sengaja disetel oleh penjual kaset disebelah kanan Shilla dan cowok tersebut.
            “Ehmm maaf,” Kata cowok tersebut minta maaf lali berdiri diikuti Shilla dengan barang belanjaannya.
            “Kak Riko,” Kata Shilla tiba tiba  sambil menatap cowok tersebut.
            “Shilla,” Kata cowok tersebut. Gue kaget. Ternyata mereka saling kenal. Wiss apa jangan jangan cowok itu mantan Shilla. Wih keren banget. Gak kalah lah sama Gabriel.
            Tiba tiba Shilla langsung memeluk cowok tersebut. Gue, Via dan Agni pun kaget. Kayaknya benar deh dugaan gue kalau mereka itu pernah mempunyai hubungan spesial. Kekagetan gue gak sampai disitu juga. Gue melihat Gabriel, Rio, Alvin, dan juga Cakka yang juga berdiri tk jauh dari situ. Gue lihat Gabriel diam mematung dan sepertinya shock berat. Wah 1-1 berarti.
Bintang terlihat terang
Saat dirimu datang
Cinta yang duli hilang
Kini kembali pulang
            Gue kaget. Tiba tiba Via yang berdiri disamping gue bernyanyi. Agni pun memetik sinar gitar yang sebenarnya gue kagat tau darimana Agni mendapatkannya. Agni pun melanjutkan lagunya kangen band-kembali pulang yang sebelumnya dinyanyikan Via.
Lihatlah yang mulai bernyanyi
Coba merangkai mimpi
Cinta yang dulu pergi
Kini datang kembali
            Dan tanpa sadaar gue melanjutkn lagu tersebut. Jadilaah kita Trio secara dadakan.
Wajahmu mengingatkanku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
(Ify_Via_Agni)
Kekasih yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Akan kubawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kekasih yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Betapa senang ke dendangkan
Dan takkan kulepaskan
            Agni dengan lihai memainkan gitar tersebut layaknya seorang gitaris band. Yaiyalah wong Agni kan gitaris band disekolah gue bareng gue juga.
Wajahmu mengingatkanku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
(Ify_Via_Agni)
Kekasih yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Akan kubawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kekasih yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Betapa senang ke dendangkan
Dan takkan kulepaskan
            Lagu berakhir disambut tapuk tangan para pengunjung pasar malam. Begitu juga denga drama telenova gratis yang diperankan oleh Shilla dengan cowok itu. Gue lihat Shilla menangis bahagia. Gue aja sampai mikir mungkin cowok itu mantan kekasihnya yang tersayang.
            “Ekhem,” Dehem Agni memecah keheningan.
            Shilla pun membalikkan tubuhnya kebelakang dan memberikan senyuman bahagianya ke gue, Via, dan Shilla. Shilla pun menarik cowok tersebut untuk berhadapan dengan gue, Via, dan Agni.
            “Kenalin, dia Kak Riko sepupu gue,” Kata Shilla memperkenalkan.
            GUBRAK!! Gue langsung menepuk jidak gue sedangkan Via membulatkan kedua bola matanya. Agni ia berjalan mengembalikan Gitar yang dipinjamnya tadi. Hadeh, ternyata sepupu to. Gue pikir mantan.
            “Lo pada kenapa? Terpesona ya sama gue,” Kata Kak Riko sambil menyunggingkan senyu manisnya.
            GUBRAK!!!!!!
            Kalau gini gue percaya banget kalau Shilla sama Kak Riko itu seppupuan. Yaampun pedenya kayak Shilla malah tambah parah. Hadeh.
            “Ekhem,” Dehem Gabriel yang tiba tiba datang bersama Rio, Cakka, dan Alvin.
            “Eh pacarnya ya? Pacar lo yang mana Shill?” Tanya Kak Riko.
            “Gue pacarnya. Kenapa?” Kata Gabriel ketus.
            “Oh. Gak gue Cuma nanya doang. Oh ya kenalin gue Riko sepupunya Shilla,” Kata  Riko sambil mengelurkan tangannya.
            Gue lihat Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka cengo. Entahlah, munkin mereka juga gak nyangka kalau Kak Riko itu sepupu Shilla.
            Kak Riko menari tangannya. Mungkin Kak Riko pegel kali ya. Wong Gabriel aja gak nyambut tangan Kak Riko. “Gue duluan ya Shill. Bye” Pamit Riko Akhirnya.
            “Yaampun Shill gue kira dia itu mantan lo,” Cerocos gue kesel.
            “Iya gue kira juga. Malah gue bela belain tuh minjam gitar biar suasananya tambah romantis. Eh ternyata..” Kata Agni kemudian memutar bola matanya dengan kesal.
            “Tapi, gpp kok Ag. Lumayan nih kita dapat uang,” Kata Via memperlihatkan uang uang receh dan kertas dari gelas AQUA yang dipegang Via.
            “Mereka pikir kita pengamen apa,” Cerca gue kesal.
            “Ya, tapi lumayan loh Fy. Kita dapat 136 ribu sekali nyanyi. Kalau gini terus mending gue jadi pengamen disini,” Kata Via dengan senangnya.
            “Gak usah sekolah aja sekalian kalau pada akhirnya jadi pengamen,” Cibir Shilla.
            “Jalan lagi yok. Mumpung belum begitu malam” Ajak Via dan berjalan duluan. Tiba tiba Alvin menarik tangan Via kemudian langsung memeluknya.
            Hadeh untuk kedua kalinya gue nonton telenova gratis lagi. Kenapa harus didepan mata gue sih. Gue kan jadi ngiri bayangin Kak Rio meluk gue didepan umum gini. Kak Rio kan gensi banget. Apalagi didepan umum. Tapi, walaupun gitu gue tetap cinta kok.
            “Maafin gue ya,” Kata Alvin meminta maaf.
            “Emang lo salah apa. Pake acara minta maaf segala,” Tanya Via jutek. “Ayo Fy, Shill, Ag kayaknya disana lebih rame,” Ajak Via menarik Gue, Shilla dan Agni secara paksa. Padahal Shilla sama Gabriel, Agni sama Cakka lagi proses berbaikan.
            Gue, Shilla, Via sama Agni lagi berjalan di penjualan poster. Gue heran kenapa semua poster itu ada fotonya aliando sama prilly. Terus gue sama Rio kok gak ada ya? seharusnya itu ada. Lagian couple RiFy itu kan paling banyak membernya. Eh kok posternya kok gak ada. Apa anak RFM gak pada buat ya. Sudahlah lupakan pemikiran gila gue.
            Yaudah gue tutup cerita gue waktu jalan jalan bareng pacar dan sohib sohib gue karena gak ada cerita menarik lagi. Tapi, sebelumnya gue kassih tau ya kalau Via itu pura pura jutek sama Alvin. Sebenarnya Via itu udah maafin Alvin. Tapi, karena Via tiba tiba dibisikin sama makhlus halus makanya ia jailin Alvin deh. Untuk soal Shilla sama Agni mereka udah maafan dengan mudah kok sama pacar mereka. Beda lagi sama gue. Gue didiemin terus tuh sama Rio. Aisshh sumpah gue kesel banget. Hmm tapi tunggu dulu, lo tau gak waktu Rio nganterin gue pulang dia mampir tuh kerumah gue. Padahal biasanya itu Kak Rio jarang banget tuh mampir kerumah gue. yaudah deh terserah dia. Akhirnya gue langsung masuk kamar dengan hati gondok dan membiarkan Kak Rio diruang tamu.
            “Ify..” Panggil mama gue memasuki kamar.
            “Iya mah.”
            “Kok gak turun? Kan ada Rio dibawah sayang.”
            “Gak mah.”
            “Turun yok sayang.”
            “Gak mau mah.”
            “Sayang, turun ya. Bentar aja”
            Akhirnya gue mengalah. Dengan langkah ogah ogahan gue turun ke ruang tamu. Gue shock melihat siapa aja yang ada diruang tamu. Lo tau, diruang tamu ada ortunya Rio. gue bingung. Ada apa ya?
            “Malam Om tante,” Sapa gue kemudian menyalami mereka bergantian.
            “Malam Ify,” Sapa balik orang tua Rio. Gue pun langsung duduk disamping Rio.
            “Hmm pak Hanafi sebenarnya niat kami datang kesini itu karena Rio mau melamar Ify,” Kata Papa Rio to the point.
            Mendengar itu, gue kaget bukan main. Yaampun mimpi apa gue semalem. Rasanya gue mau loncat loncat diatas genteng sambil teriak teriak ‘WOYYY GUE DILAMAR RIO’. Lalalalalalalala. Gue kok tiba tiba mikir mau ngerjain Rio ya. Hehehe.
            “Kalau kita terserah Ifynya,” Jawab Papa gue.
            “Gimana Ify?” Tanya mama Rio.
            “Hmm Ify gak mau tante,” Kata Gue langsung. Suerr gue gak kuat lihat tampang shock Kak Rio. Raasanya gue mau ngakak. Maafkan Ify Kak Rio. hahahaha.
            “Kenapa Fy?” Tanya Rio lirih sambil menatap gue sendu banget. Yaampun kok gue malah gak bisa lihat Kak Rio sedih gitu sih.
            “Soalnya gue mau kuliah dulu Yo. Kalau lulus kuliah baru gue mau,” Kata Gue sambil tersenyum manis.
            Tiba tiba aja Rio langsung meluk gue. Oh God gue seneng banget. Sumpah biasanya gue dulu tuh yang meluk Kak Rio. Nah sekarang....
            “Ekhem,” Dehem Ortu gue dan Ortu kak Rio.
           

            END...
            Sorry yang kena tag. Yang gak suka untag aja.