Tittle : Aishh Perasaan Gue Nano
Nano Banget
Cast :
|Ify
Alyssa|
|Rio stevadit|
|Sivia
Azizah|
|Alvin
Jo|
|Ashilla
Zee|
|Gabriel
Stevent|
|Agni
Tri Nubuwati|
|Cakka
Nuraga|
Genre : Nano Nano
Kenalin nama gue
Ify Ayssa. Gue itu orangnya cantik, imut, manis, pokoknya kaya nano nano
deh*ehhabaikaan*. Gue punya pacar
namanya Rio Stevadit. Orangnya itu beuhhh keren banget. Apalagi kalau pas
senyum, mmm gue terasa terbang sampai ke Pluto. Aishh Rio I love You.
Hari
ini gue sama Rio berencana buat jalan jalan dipasar malam. Mumpung lagi malming
coy. Lo tau, gue seneng banget. Yaiyalah gue seneng banget, kan jalan sama
hunny banny sweaty prince handsome gue Rio. Selain itu guys, selama 1 bulan gue
sama Rio break buat mempersiapkan UN SMA kita. Ya walaupun kita break, kita
tetap belajar berduaan loh. Bhakk. Aneh ya. Harap maklum aja. Gue gak bisa
pisah lama lama sama prince terkeren gue. Oke Fix, balik kepasar malam. Saat
ini gue sama Rio lagi jalan jalan myter myter pasar malam. Yah, sekalian cuci
mata liatin cowok cowok ketjeh. Tapi, jangan jangan bilang sama Rio ya, gue
begal lo. Hehehe bercanda kok. Maksud gue, cuci mata liatin keramaian pasar
malam yang dipenuhi sama penjual, dan makhluk makhluk kasar maupun halus. Hemm,
capek berjalan keliling pasar maam, akhirnya gue sama Rio mutusin makan nasi
goreng dtemani keramaian dan sinar gemerlap lampu warna warni didepan toko nasi
goreng. Lo tau gue sama Rio makannya sepiring berdua. Kalian jangan mikir ya
kalau Rio itu kere. No, Rio itu kaya banget. Dia itu anak pengusaha terkenal
se-RT nya. Selain itu, 1 porsi itu banyak banget. Cukup deh buat gue makan sama
ketiga sohib gue disekolah. Via, Shilla dan Agni. Ngomong ngomong mereka kemana
ya? Padahal kita udah janjian buat jalan jalan bareng. Tapi, tenang aja mereka
gak bakal ganggu gue sama Rio. Mereka kan datang sama pacar mereka masing
masing.
“Woy,”
Teriak Cakka didean gue sama Rio. Karena kaget akhirnya gue semprotin tuh nasi
goreng yang ada dimulut gue ke bajunya. Jadi, buat Cakka jangan marah ya. Ini
salah lo tauk.
“Huaa
Ify baju gue kotor tauk,” Maki Cakka mencak mencak.
“Salah
lo sendiri. Lagian orang makan lo kagetin,” Marah Agni. Nah lo, Agni aja belain
gue daripada pacarnya. Haha lo emang sohib sejantung gue deh.
Mendengar
itu Cakka pun merengut sebal. Cakka pun mengambil air yang disodorin sama my
prince. Dengan kesal Cakka membersihkan kotoran di bajunya. Rasanya gue pingin
ngakak liat ekspresi Cakka. mulut yang dimonyongin kedepan terus tu mulut
ngedumel mulu. Gue aja bingung tuh Cakka baca mantra apa ya?
“Sorry
ya Kka. Gue kagak sengaja,” Mohonku dengan watados. Kulihat Cakka mengangguk
walaupun kelihatannya gak ikhlas.
“kalau
maafin orang itu yang ikhlas,” Sindir Agni.
“Gue
ikhlas kok,” Kata Cakka.
“Masa?
Ulangi,” Perintah Agni.
“Iya
Ify gue maafin,” Kata Cakka dengan senyum terpaksanya. Gue, Rio, Via, Alvin,
Shilla dan juga Gabriel pun ngakak bersama. Haha suami suami takut istri. Tapi
kan, meraka belum nikah. Hmm, pacar pacar takut pacar. Hadeh pusing kepala gue.
“Yaudah,
ayo kita jalan jalan,” Seru Shilla semangat. Gabriel yang ada disampingnya
sepertinya cemas gitu. Gimana gak cemas, pasti Shilla minta dibeliin baju dan
membuat Gabriel harus meratapi dompetnya nanti.
***
“Yaampun
ini keren banget,” Kata Shilla mengambil baju berwarna pink dengan gambar
menara eifel di bagian depan baju itu. “Eh kita beli kembaran yok. Ify yang
warna biru, Via warna hijau, Agni yang warna putih,” Kata Shilla sambil
menunjuk satu persatu baju yang disebutkan.
“Oke
oke gue setuju. Kita pakai buat acara perpisahan sekolah minggu depan,” Kata
Via senang. Tiba tiba Agni menjitak kepala Via. “Auw,” Erang Via sambil
memegang kepalanya.
“Emang
lo pikir kita ke acara perpisahan pake baju biasa gitu. Pake kebaya odong,”
Kata Agni sadis. Maklum Agni kalau ngomong itu nyablak pake B.G.T. Tapi gue,
Shilla dan juga Via itu gak pernah sakit hati kalau Agni ngomong seprti itu. Ya
karena sifat Agni. Yaiyaah kita kan sohib’an sebelum kita kita ini dibuat.
“Hehe,”
Cengir Via.
“Jadi
gak?” Tanya Shilla.
“Jadi
dong,” Kata Via dan Ify kompak sedangkan Agni Cuma mengangguk malas. Mugkin
masih emosi kali ya.
Shilla
pun memanggil mbak mbak penjaga. Shilla menyuruh mbak itu untuk membungkus
keempat baju itu lalu memanggil Gabriel yang ada diluar menunggu bersama Rio,
Cakka dan Alvin.
Gue,
Shilla, Via dan Agni pun keluar karena Gabriel yang tadi dipanggil Shilla gak
muncul muncul juga. Ya sekalian Gue, Agni dan Via minta dibayarin sama pacar
masing masing. Dan lo tau. didepan mata gue lihat Rio, Alvin, Cakka dan Gabriel lagi duduk sama cewek cewek yang menurut gue
centil banget. Dan kalian tau respon keempat cowok ketjeh itu? Mereka tenang
tenang aja. Malah kayak kesenangan gitu. Akhirnya karena emosi gue keluarin
uang bergambar Soekarno/Hatta dari dompet gue dan membayar baju baju itu. Agni
yang sepertinya cemburu habis pun ingin menghampiri Cakka. Tapi, Shilla
menahannya. “Kita pergi dari sini aja,” Kata Shilla datar. Akhirnya kita
memutuskan meninggalkan keempat cowok keren itu dengan tidak rela.
***
Untuk
menghilangkan gondok di rusuk eh maksudnya didada, gue sama sohib sohib gue pun
langsung jalan jalan melihat aksesoris yang menurut Shilla ‘AMAZING’. Gue yang
gila dengan aksesoris pun membeli bermacam macam aksesori. Cuma Agni yang gak
membeli. Hmm, Agni gak doyan yang ginian soalnya.
Tiba
tiba Shilla menabrak seorang cowok sehingga semua belanjaan Shilla jatuh.
Shilla dan cowok tersebut pun memunguti belanjaan Shilla. Tanpa sengaja cowok
tersebut memegang tangan Shilla. Shilla yang kaget pun mendongak. Dan lo tau
mereka tatap tatapan coy. Apalagi didukung dengan backsoun lagunya Rhoma Irama
yang berjudul pertemuan yang tak sengaja disetel oleh penjual kaset disebelah
kanan Shilla dan cowok tersebut.
“Ehmm
maaf,” Kata cowok tersebut minta maaf lali berdiri diikuti Shilla dengan barang
belanjaannya.
“Kak
Riko,” Kata Shilla tiba tiba sambil
menatap cowok tersebut.
“Shilla,”
Kata cowok tersebut. Gue kaget. Ternyata mereka saling kenal. Wiss apa jangan
jangan cowok itu mantan Shilla. Wih keren banget. Gak kalah lah sama Gabriel.
Tiba
tiba Shilla langsung memeluk cowok tersebut. Gue, Via dan Agni pun kaget.
Kayaknya benar deh dugaan gue kalau mereka itu pernah mempunyai hubungan
spesial. Kekagetan gue gak sampai disitu juga. Gue melihat Gabriel, Rio, Alvin,
dan juga Cakka yang juga berdiri tk jauh dari situ. Gue lihat Gabriel diam
mematung dan sepertinya shock berat. Wah 1-1 berarti.
Bintang
terlihat terang
Saat dirimu datang
Cinta yang duli hilang
Kini kembali pulang
Saat dirimu datang
Cinta yang duli hilang
Kini kembali pulang
Gue
kaget. Tiba tiba Via yang berdiri disamping gue bernyanyi. Agni pun memetik
sinar gitar yang sebenarnya gue kagat tau darimana Agni mendapatkannya. Agni
pun melanjutkan lagunya kangen band-kembali pulang yang sebelumnya dinyanyikan
Via.
Lihatlah
yang mulai bernyanyi
Coba merangkai mimpi
Cinta yang dulu pergi
Kini datang kembali
Coba merangkai mimpi
Cinta yang dulu pergi
Kini datang kembali
Dan
tanpa sadaar gue melanjutkn lagu tersebut. Jadilaah kita Trio secara dadakan.
Wajahmu
mengingatkanku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
(Ify_Via_Agni)
Kekasih
yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Akan kubawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kini dia tlah kembali pulang
Akan kubawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kekasih
yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Betapa senang ke dendangkan
Dan takkan kulepaskan
Kini dia tlah kembali pulang
Betapa senang ke dendangkan
Dan takkan kulepaskan
Agni
dengan lihai memainkan gitar tersebut layaknya seorang gitaris band. Yaiyalah
wong Agni kan gitaris band disekolah gue bareng gue juga.
Wajahmu
mengingatkanku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
dengan masa laluku
(Ify_Via_Agni)
Kekasih
yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Akan kubawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kini dia tlah kembali pulang
Akan kubawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kekasih
yang dulu hilang
Kini dia tlah kembali pulang
Betapa senang ke dendangkan
Dan takkan kulepaskan
Kini dia tlah kembali pulang
Betapa senang ke dendangkan
Dan takkan kulepaskan
Lagu
berakhir disambut tapuk tangan para pengunjung pasar malam. Begitu juga denga
drama telenova gratis yang diperankan oleh Shilla dengan cowok itu. Gue lihat Shilla
menangis bahagia. Gue aja sampai mikir mungkin cowok itu mantan kekasihnya yang
tersayang.
“Ekhem,”
Dehem Agni memecah keheningan.
Shilla
pun membalikkan tubuhnya kebelakang dan memberikan senyuman bahagianya ke gue,
Via, dan Shilla. Shilla pun menarik cowok tersebut untuk berhadapan dengan gue,
Via, dan Agni.
“Kenalin,
dia Kak Riko sepupu gue,” Kata Shilla memperkenalkan.
GUBRAK!!
Gue langsung menepuk jidak gue sedangkan Via membulatkan kedua bola matanya.
Agni ia berjalan mengembalikan Gitar yang dipinjamnya tadi. Hadeh, ternyata
sepupu to. Gue pikir mantan.
“Lo
pada kenapa? Terpesona ya sama gue,” Kata Kak Riko sambil menyunggingkan senyu
manisnya.
GUBRAK!!!!!!
Kalau
gini gue percaya banget kalau Shilla sama Kak Riko itu seppupuan. Yaampun pedenya
kayak Shilla malah tambah parah. Hadeh.
“Ekhem,”
Dehem Gabriel yang tiba tiba datang bersama Rio, Cakka, dan Alvin.
“Eh
pacarnya ya? Pacar lo yang mana Shill?” Tanya Kak Riko.
“Gue
pacarnya. Kenapa?” Kata Gabriel ketus.
“Oh.
Gak gue Cuma nanya doang. Oh ya kenalin gue Riko sepupunya Shilla,” Kata Riko sambil mengelurkan tangannya.
Gue
lihat Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka cengo. Entahlah, munkin mereka juga gak
nyangka kalau Kak Riko itu sepupu Shilla.
Kak
Riko menari tangannya. Mungkin Kak Riko pegel kali ya. Wong Gabriel aja gak
nyambut tangan Kak Riko. “Gue duluan ya Shill. Bye” Pamit Riko Akhirnya.
“Yaampun
Shill gue kira dia itu mantan lo,” Cerocos gue kesel.
“Iya
gue kira juga. Malah gue bela belain tuh minjam gitar biar suasananya tambah romantis.
Eh ternyata..” Kata Agni kemudian memutar bola matanya dengan kesal.
“Tapi,
gpp kok Ag. Lumayan nih kita dapat uang,” Kata Via memperlihatkan uang uang
receh dan kertas dari gelas AQUA yang dipegang Via.
“Mereka
pikir kita pengamen apa,” Cerca gue kesal.
“Ya,
tapi lumayan loh Fy. Kita dapat 136 ribu sekali nyanyi. Kalau gini terus
mending gue jadi pengamen disini,” Kata Via dengan senangnya.
“Gak
usah sekolah aja sekalian kalau pada akhirnya jadi pengamen,” Cibir Shilla.
“Jalan
lagi yok. Mumpung belum begitu malam” Ajak Via dan berjalan duluan. Tiba tiba
Alvin menarik tangan Via kemudian langsung memeluknya.
Hadeh
untuk kedua kalinya gue nonton telenova gratis lagi. Kenapa harus didepan mata
gue sih. Gue kan jadi ngiri bayangin Kak Rio meluk gue didepan umum gini. Kak
Rio kan gensi banget. Apalagi didepan umum. Tapi, walaupun gitu gue tetap cinta
kok.
“Maafin
gue ya,” Kata Alvin meminta maaf.
“Emang
lo salah apa. Pake acara minta maaf segala,” Tanya Via jutek. “Ayo Fy, Shill,
Ag kayaknya disana lebih rame,” Ajak Via menarik Gue, Shilla dan Agni secara
paksa. Padahal Shilla sama Gabriel, Agni sama Cakka lagi proses berbaikan.
Gue,
Shilla, Via sama Agni lagi berjalan di penjualan poster. Gue heran kenapa semua
poster itu ada fotonya aliando sama prilly. Terus gue sama Rio kok gak ada ya?
seharusnya itu ada. Lagian couple RiFy itu kan paling banyak membernya. Eh kok
posternya kok gak ada. Apa anak RFM gak pada buat ya. Sudahlah lupakan
pemikiran gila gue.
Yaudah
gue tutup cerita gue waktu jalan jalan bareng pacar dan sohib sohib gue karena
gak ada cerita menarik lagi. Tapi, sebelumnya gue kassih tau ya kalau Via itu
pura pura jutek sama Alvin. Sebenarnya Via itu udah maafin Alvin. Tapi, karena
Via tiba tiba dibisikin sama makhlus halus makanya ia jailin Alvin deh. Untuk
soal Shilla sama Agni mereka udah maafan dengan mudah kok sama pacar mereka.
Beda lagi sama gue. Gue didiemin terus tuh sama Rio. Aisshh sumpah gue kesel
banget. Hmm tapi tunggu dulu, lo tau gak waktu Rio nganterin gue pulang dia
mampir tuh kerumah gue. Padahal biasanya itu Kak Rio jarang banget tuh mampir
kerumah gue. yaudah deh terserah dia. Akhirnya gue langsung masuk kamar dengan
hati gondok dan membiarkan Kak Rio diruang tamu.
“Ify..”
Panggil mama gue memasuki kamar.
“Iya
mah.”
“Kok
gak turun? Kan ada Rio dibawah sayang.”
“Gak
mah.”
“Turun
yok sayang.”
“Gak
mau mah.”
“Sayang,
turun ya. Bentar aja”
Akhirnya
gue mengalah. Dengan langkah ogah ogahan gue turun ke ruang tamu. Gue shock
melihat siapa aja yang ada diruang tamu. Lo tau, diruang tamu ada ortunya Rio.
gue bingung. Ada apa ya?
“Malam
Om tante,” Sapa gue kemudian menyalami mereka bergantian.
“Malam
Ify,” Sapa balik orang tua Rio. Gue pun langsung duduk disamping Rio.
“Hmm
pak Hanafi sebenarnya niat kami datang kesini itu karena Rio mau melamar Ify,”
Kata Papa Rio to the point.
Mendengar
itu, gue kaget bukan main. Yaampun mimpi apa gue semalem. Rasanya gue mau
loncat loncat diatas genteng sambil teriak teriak ‘WOYYY GUE DILAMAR RIO’.
Lalalalalalalala. Gue kok tiba tiba mikir mau ngerjain Rio ya. Hehehe.
“Kalau
kita terserah Ifynya,” Jawab Papa gue.
“Gimana
Ify?” Tanya mama Rio.
“Hmm
Ify gak mau tante,” Kata Gue langsung. Suerr gue gak kuat lihat tampang shock
Kak Rio. Raasanya gue mau ngakak. Maafkan Ify Kak Rio. hahahaha.
“Kenapa
Fy?” Tanya Rio lirih sambil menatap gue sendu banget. Yaampun kok gue malah gak
bisa lihat Kak Rio sedih gitu sih.
“Soalnya
gue mau kuliah dulu Yo. Kalau lulus kuliah baru gue mau,” Kata Gue sambil
tersenyum manis.
Tiba
tiba aja Rio langsung meluk gue. Oh God gue seneng banget. Sumpah biasanya gue
dulu tuh yang meluk Kak Rio. Nah sekarang....
“Ekhem,”
Dehem Ortu gue dan Ortu kak Rio.
END...
Sorry
yang kena tag. Yang gak suka untag aja.